Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Faktor Penyebab Munculnya Perilaku dan Sebab Munculnya Disfungsi Psikologis


Pengertian dan Faktor Penyebab Munculnya Perilaku

Perilaku adalah cara bertindak yang menunjukkan tingkah laku seseorang dan merupakan hasil kombinasi antara pengembangan anatomis, fisiologis dan psikologis. Menurut Azwar, Psikologi memandang perilaku manusia (Human behavior) sebagai reaksi yang dapat bersifat sederhana maupun bersifat kompleks. Menurut Walgito, Perilaku atau aktivitas-aktivitass disini adalah dalam pengertian yang luas, yaotu meliputi perilaku yang nampak (overt behavior) dan juga perilaku yang tidak nampak (inert behavior).

Dalam  bahasa  Inggris  disebut  dengan  behavior  yang  artinya  kelakuan, tindak-tanduk  jalan. Perilaku juga tediri dari dua kata yakni peri dan laku, peri yang artinya sekeliling, dekat, mencakup dan laku artinya tingkah laku, perbuatan, tindak tanduk. Secara etimologis perilaku artinya setiap tindakan manusia atau hewan yang dapat  dilihat. Melihat beberapa uraian tersebut nampak jelas bahwa perilaku itu adalah kegiatan atau aktifitas yang mencakup seluruh aspek jasmaniah dan rohaniah yang bisa dilihat.

Faktor-Faktor  Mempengaruhi Perkembangan Perilaku 

Notoadmodjo ada tiga aliran yang sudah amat populer yang mempengaruhi perkembangan perilaku yaitu sebagai berikut:
  • Nativisme  
Nativisme dipelopori  oleh  Schopen houer  yang  berpendapat bahwa bahwa perilaku manusia itu sudah dibawa atau ditentukan sejak lahir. Sehingga lingkungan tidak mempunyai peran atau kekuatan apa pun dalam membentuk perilaku. Perilaku baik ataupun perilaku buruk seseorang adalah memang sudah terbentuk atau dibawa dari lahir (bawaan).
  • Empirisme 
Empirisme dipelopori oleh Aristoteles kemudian dilanjutkan oleh John Locke  berpendapat  bahwa manusia lahir adalah dalam keadaan kosong seperti meja lilin atau kertas lilin (tabularasa). Kertas atau meja lilin ini akan terisi dan berwarna warni oleh karena lingkungannya. Itulah perilaku manusia, dalam aliran ini pengalaman sangat dominan dalam membentuk perilaku manusia, karena pengalaman indra ini yang akan menggores atau mewarnai kertas lilin yang putih, yakni menyebabkan kebeeragaman perilaku anak atau manusia.
  • Naturalisme 
Naturalisme dipelopori oleh Jan Jack Rousseau, ia berberpendapat bahwa manusia pada hakikatnya lahir dalam keadaan baik, tetapi menjadi tidak baik karena lingkungannya. Naturalisme hampir sama dengan nativisme, karena mendasarkan pada konsep lahir. Perbedaanya aliran nativisme konsep lahir itu bisa baik dan bisa juga tidak baik atau jelek. Apabila dilahirkan baik akan berkembang menjadi baik, tetapi kalu dilahirkan tidak baik, juga berkembang tidak baik. Tetapi pada naturalisme berpendapat bahwa anak dilahirkan dalam keadaan yang baik saja. Akhirnya menjadi tetap baik atau bisa menjadi tidak baik karena lingkungan. Naturalisme mengatakan tidak ada seorang pun yang terlahir dengan pembawaan buruk. Anak menjadi buruk karena lingkungan, lingkunganlah yang menyebabkan manusia menjadi buruk atau tidak baik. Oleh sebab itu naturalisme disebut juga negativisme, karena lingkungan termasuk pendidikan berpengaruh negative. Lingkungan yang menyebabkan anak yang dilahirkan baik, akhirnya tumbuh menjadi anak atau orang yang tidak baik.
  • Konfergensi 
Konfergensi dipelopori oleh William Stem berpendapat bahwa perkembangan  individu dipengaruhi  oleh  faktor  dasar (pembawaan,  bakat, keturunan) maupun lingkungan, yang keduanya memainkan peranan penting, Willian mengatakan bahwa perilaku sesorang tidak semata-semata ditentukan oleh lingkungan dan pembawaan tapi kedua-duanya berperan secara bersama-sama. Hal ini berarti bahwa memang perilaku dapat dikembangkan, tetapi mempunyai keterbatasan-keterbatasan, yakni pembawaan.

Dalam memenuhi segala kebutuhan perilaku yaitu dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain: 
  • Faktor pembawaan (herditas), merupakan factor yang mempengaruhi perilaku individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik yang dimiliki individu sejak konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan pihak orang tua melalui gen-gen.
  • Faktor   keluarga dimana   lingkungan   keluarga   banyak  berperan   dalam menghiasi perilaku anak, dimana kehidupan dalam keluarga akan menjadikan anak itu tumbuh dan berkembang seperti keadaan kelauarga contohnya anak yang hidup dalam keluarga yang otoriter maka dia cenderung akan bersikap keras;
  • Faktor pengalaman artinya manusia dianggap seperti seonggok tanah liat yang dicetak atau dibentuk. Sekarang dipahami bahwa manusia disamping dipengaruhi,juga mempengaruhi lingkungan fisik sosialnya. Segala bentuk kejadian yang dialami sepanjang hidup akan menjadikan individu lebih matang, dan akan mempengaruhi perilaku individu tersebut. 


Keterangan-keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku itu intinya ada dua :

1. Faktor intern yaitu faktor-faktor yang datangnya dari dalam diri anak baik keturunan, bakat, pembawaan, sangat mempengaruhi dan merubah perilaku anak. Dan jika orang tua  mempunyai sifat-sifat baik fisik ataupun mental psikologis, sedikit banyak akan terwariskan kepada anak;

2. Faktor ekstern yaitu faktor  yang datang dari luar diri  anak  seperti  faktor lingkungan (orang tua/keluarga, sekolah, masyarakat dan teman-teman bermain) yang juga akan mempengaruhi kepribadian dan perilaku anak.

Sebab Munculnya Disfungsi Psikologis

1. Penyebab gangguan psikologis mempunyai 3 faktor, yaitu :

Baca Juga: Gangguan Psikologis yang dapat Dikaji dengan Pendekatan Sosiokultural

Faktor Biologis: Keturunan genetis, Kondisi medis, Kerusakan otak, Paparan stimulus tertentu dari lingkungan.

Faktor Psikologis: Pengalaman traumatis, Asosiasi yang dipelajari, Distorsi persepsi, Pola pikir irasional

Faktor Sosiokultural: Hubungan intim, Interaksi social, Politik, Diskrimasi kelompok.

2. Prinsip Biopsikososial

Psikologi klinis menggunakan istilah Biopsikososial untuk menjelaskan interaksi antara tiga dimensi penyebab abnormalitas, yaitu :

Faktor Biologis:

• Genetik

• Gangguan dalam fungsi fisik: Kondisi medis (contoh: hormon tiroid tidak seimbang)

• Kerusakan otak : Stimulus lingkungan (contoh: racun)

Faktor Psikologis:

Pengalaman hidup yang bermasalah:

• Interpersonal – antar individu (contoh: perceraian)

• Intrapsikis – antara pikiran dan perasaan (contoh:interpretasi irasional)

Faktor Sosiokultural:

Siklus pengaruh sosiokultural:

• Immediate circle – orang2 paling sering berinteraksi, contoh: pasangan.

• Extended circle – hubungan yg lebih luas dibandingkan immediate circle, contoh: keluarga besar, teman sekolah.

• Environment circle – orang2 di sekitar kita namun jarang berinteraksi, contoh: satpam.

3. Perspektif Biopsikososial

Diathesis-Stress Model:

Setiap individu dilahirkan dengan membawa predisposisi (diathesis) masing-masing yang membuat mereka memiliki risiko mengalami gangguan psikologis bila mengalami pengalaman hidup tertentu

Posting Komentar untuk "Faktor Penyebab Munculnya Perilaku dan Sebab Munculnya Disfungsi Psikologis"

Ikuti via email