Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Metode-metode Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Karyawan Perusahaan


Setelah di artikel sebelumnya membahas tentang Jenis-jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Karyawan Perusahaan. Di artikel ini akan dibahas mengenai metode-metode Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Pekerja atau Karyawan Perusahaan.

Metode pelatihan yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jenis pelatihan yang akan dilaksanakan dan dapat dikembangkan oleh suatu organisasi. Bahkan, beberapa pendekatan menggunakan metode seperti ceramah, itu merupakan hal yang sangat berguna karena dapat digunakan untuk memenuhi keperluan dalam tukar menukar keahlian atau pengalaman.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan:
  • On the job training, yakni metode pelatihan dengan cara para pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang asli, dibawah bimbingan dari pegawai yang sudah berpengalaman atau seorang supervisor. Jenis pelatihan on the job training yang paling dikenal adalah job instruction training. Melalui pelatihan ini, instruktur pertama kali memberikan pelatihan kepada supervisor yang selanjutnya supervisor akan memberikan pelatihan terhadap pekerja.
  • Outdoor Oriented Programs, yakni program yang biasanya dilakukan di suatu wilayah yang terpencil dengan melakukan kombinasi kemampuan di luar kantor dengan kemampuan di ruang kelas. Program ini dikenal dengan istilah outing; seperti arung jeram, mendaki gunung, kompetisi tim, panjat tebing, dan lain-lain.
  • Rotasi, yakni metode pelatihan silang bagi karyawan agar mendapatkan variasi pekerjaan. Para pengajar melakukan pemindahan terhadap peserta latihan dari tempat kerja satu ke tempat kerja lainnya. Setiap perpindahan umumnya didahului dengan pelatihan pemberian instruksi kerja. Selain memberikan variasi pekerjaan bagi karyawan, pelatihan silang turut membantu organisasi ketika ada karyawan yang cuti, tidak hadir, perampingan atau terjadi pengunduran diri. 
  • Pelatihan dengan peralatan audio-visual, yaitu teknik pelatihan dengan menggunakan audio-visual seperti film, power point, video konferensi, kaset audio, dan kaset video. Pelatihan ini sangat efektif dan sering digunakan.
  • Magang, yakni metode pelatihan yang melibatkan pembelajaran dari pekerja yang lebih berpengalaman, dan dapat ditambah pada teknik Off the Job Training. Banyak pekerja keterampilan tangan, seperti tukang pipa dan kayu, dilatih melalui program magang resmi. Asistensi dan kerja sambilan disamakan dengan magang karena menggunakan partisipasi tingkat tinggi dari peserta dan memiliki tingkat transfer tinggi kepada pekerjaan.
  • Ceramah Kelas, yakni Ceramah dan teknik lain dalam Off the Job Training tampaknya mengandalkan komunikasi daripada memberi model. Ceramah adalah pendekatan terkenal karena menawarkan sisi ekonomis dan material organisasi, tetapi partisipasi, umpan balik, transfer dan repetisi sangat rendah. Umpan balik dan partisipasi dapat meningkat dengan adanya diskusi selama ceramah.
  • Pelatihan berbasis komputer, yaitu orang yang dilatih menggunakan sistem berbasis komputer untuk secara interaktif meningkatkan pengetahuan atau keterampilannya.
  • Permainan Peran dan Model Perilaku, Permainan peran adalah alat yang mendorong peserta untuk membayangkan identitas lain. Misalnya, pekerja pria dapat membayangkan peran supervisor wanita dan sebaliknya. Kemudian keduanya ditempatkan dalam situasi kerja tertentu dan diminta memberikan respon sebagaimana harapan mereka terhadap lainnya. Idealnya meraka harus dapat melihat diri mereka sebagaimana orang lain melihat mereka. Tehnik ini juga digunakan untuk mengubah sikap, misalnya untuk meningkatkan pemahaman rasial, juga membantu mengembangkan keterampilan interpersonal.
  • Pelatihan dengan simulasi, yaitu sebuah metode dimana orang-orang yang dilatih belajar dengan peralatan yang sebenarnya atau dengan simulasi yang akan digunakan dalam pekerjaan, Permainan simulasi dapat dibagi menjadi dua macam. Pertama simulasi yang melibatkan simulator yang bersifat mekanik (mesin) yang mengandalkan aspek-aspek utama dalam suatu situasi kerja. Simulasi mengemudi yang digunakan dalam kursus mengemudi adalah suatu contoh. Kedua, simulasi komputer. Untuk tujuan pelatihan dan pengembangan, metode ini sering berupa games atau permainan. Para pemain membuat suatu keputusan, dan komputer menentukan hasil yang terjadi sesuai dengan kondisi yang telah diprogramkan dalam komputer. Teknik ini umumnya digunakan untuk melatih para manajer, yang mungkin tidak boleh menggunakan metode trial and error untuk mempelajari pembuatan keputusan.
  • Pelajaran yang terprogram (intruksi terprogram), Materi instruksional yang direncanakan secara tepat dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan para karyawan. Materi-materi ini sangat membantu apabila para karyawan itu tersebar secara geografis (berjauhan jaraknya) atau ketika proses belajar hanya memerlukan interaksi singkat saja. Teknik belajar mandiri berkisar pada cara manual sampai kaset rekaman atau video. Beberapa prinsip belajar tercakup dalam tipe pelatihan ini.
  • Pelatihan Tindakan (Action Learning), Pelatihan  ini terjadi dalam kelompok kecil yang berusaha mencari solusi masalah nyata yang dihadapi oleh organisasi, dibantu oleh fasilitator (dari luar atau dalam organisasi). Fokus kelompok dalam mengatasi masalah sebagai cara untuk belajar ketika para anggota mengeksploitasi solusi, menggarisbawahi pernyataan fasilitator sebagai pedoman dalam kelompok, pemecahan masalah dan hal-hal lain yang berkaitan dengan suatu masalah. Kebutuhan pelatihan dan pengembangan ini muncul ketika kelompok tersebut secara teknik atau prosedur mengalami kebuntuan.
  • Role Playing, adalah metode pelatihan yang merupakan perpaduan antara metode kasus dan program pengembangan sikap. Masing-masing peserta dihadapkan pada suatu situasi dan diminta untuk memainkan peranan, dan bereaksi terhadap taktik yang dijalankan oleh peserta yang lain. Kesuksesan metode ini tergantung dari kemampuan peserta untuk memainkan peranannya sebaik mungkin.
  • Behavior Modeling, Modeling sebagai salah satu proses yang bersifat psikologis mendasar di mana pola-pola baru dari suatu perilaku dapat diperoleh sedangkan pola-pola yang sudah ada dapat diubah. Sifat mendasar dari modeling adalah bahwa suatu proses belajar itu terjadi, bukan melalui pengalaman aktual, melainkan melalui observasi atau berimajinasi dari pengalaman orang lain. Behavior modeling adalah suatu metode pelatihan dalam rangka meningkatkan keahlian interpersonal.
  • Management Games, Management games menekankan pada pengembangan kemampuan problem-solving. Keuntungan dari simulasi ini adalah timbulnya integrasi atas berbagai interaksi keputusan, kemampuan bereksperimen melalui keputusan yang diambil, umpan balik dari keputusan, dan persyaratan-persyaratan bahwa keputusan dibuat dengan data-data yang tidak cukup.
  • In-Basket Technique, Melalui metode in-basket technique, para peserta diberikan materi yang berisikan berbagai informasi, seperti email khusus dari para manajer, dan daftar telepon. Hal-hal penting dan mendesak, seperti posisi persediaan yang menipis, komplain dari pelanggan, permintaan laporan dari atasan, digabung dengan kegiatan bisnis rutin. Peserta pelatihan kemudian mengambil keputusan dan tindakan. Selanjutnya keputusan dan tindakan tersebut dianalisis dengan derajat pentingnya tindakan, pengalokasian waktu, kualitas keputusan dan prioritas pengambilan keputusan.



Itulah beberapa metode pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Karyawan yang dapat digunakan oleh sebuah perusahaan guna meningkatkan kualitas SDM Karyawannya.

Posting Komentar untuk "Metode-metode Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Karyawan Perusahaan"

Ikuti via email