Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Karyawan Perusahaan


Pelatihan bagi karyawan merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan, keahlian, serta sikap kepada karyawan agar karyawan semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, sesuai dengan standar. Biasanya pelatihan merujuk pada pengembangan ketrampilan bekerja. Dalam hal ini manfaat finansial bagi perusahaan biasanya terjadi dengan cepat. Sementara itu pendidikan memberikan pengetahuan tentang subyek tertentu, tetapi sifatnya lebih umum dan lebih terstruktur untuk jangka waktu yang jauh lebih panjang. Di sisi lain, pengembangan memiliki ruang lingkup lebih luas. Dapat berupa upaya meningkatkan pengetahuan yang mungkin digunakan untuk kepentingan di masa depan. Pengembangan sering dikategorisasikan ke dalam pengembangan manajemen, organisasi, dan pengembangan individu karyawan. Penekanan lebih pokok adalah pada pengembangan manajemen.

Setiap sistem pelatihan  yang bermakna harus terintegrasi dengan strategi SDM dalam perusahaan jika ingin hal itu terlaksana secara efektif. Contohnya, integrasi dengan hal penilaian kerja, promosi, atau sistem pembayaran. Integrasi ini membantu pula untuk meyakinkan bahwa bantuan strategi pengembangan akan mendukung strategi personil lainnya. Melihat begitu pentingnya manfaat pelatihan dan pengembangan dalam sebuah organisasi/perusahaan, maka ada baiknya kita perlu mengetahui apa dan bagaimana aspek dalam pelatihan dan pengembangan.

Jenis-jenis Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia memungkinkan karyawan untuk meningkatkan keahlian, mengetahui keahlian baru, mempelajari inovasi-inovasi baru yang berhubungan dengan pekerjaannya, dan juga meningkatkan kedisiplinan, produktifitas, dan etos kerja.

Setidaknya ada lima jenis pelatihan yang bisa diadakan, yaitu:

1. Skill training

Skill training adalah jenis pelatihan yang diadakan dengan tujuan agar peserta dapat menguasai sebuah skill baru yang berhubungan dengan profesinya. Biasanya pelatihan ini diberikan kepada karyawan yang dianggap belum atau kurang menguasai sebuah keahlian tertentu.

Contoh: training management, training leadership.

2. Re-training

Retraining atau pelatihan ulang diberikan kepada karyawan agar mereka lebih siap menghadapi tuntutan kerja yang semakin berkembang. Teknologi, ilmu pengetahuan, dan situasi global yang memaksa semua orang untuk terus mengembangkan kualitas kerja dan beradaptasi. Para karyawan juga harus selalu menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman dan menemukan inovasi baru agar tidak kalah dalam segi kompetensi dengan perusahaan lain.

Contoh: training penggunaan komputer dan internet untuk karyawan yang selama ini hanya menggunakan mesin ketik untuk membuat dokumen-dokumen.

3. Cross Functional training

Cross functional training adalah training yang dilakukan dengan meminta karyawan untuk mengerjakan perkerjaan diluar bidang pekerjaannya. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk semua karyawan karena dengan training ini karyawan dapat memahami cara kerja organisasi secara lebih luas dan tidak hanya berkutat pada tugas kerjanya saja.

Contoh: meminta staff bagian keuangan untuk membantu tugas sataff HRD dalam menyeleksi karyawan baru.

4. Creativity training

Di training ini, karyawan diberi sugesti bahwa kreatifitas bukanlah sebuah bakat, melainkan sebuah skill yang bisa dipelajari. Dalam perusahaan terdapat beberapa jabatan yang memerlukan kreativitas tinggi seperti marketing, menejer, promosi, supervisor, dan lain-lain. Mereka dituntut untuk dapat memimpin para anak buahnya dan bisa kreatif dalam menularkan ide-ide dan inovasi untuk kepentingan perusahaan. Pelatihan ini harus ditunjang dengan kebebasan berpendapat dan mengeluarkan gagasan selama gagasan tersebut rasional, penuh perhitungan, dan sudah dikalkulasi untung ruginya bagi perusahaan.

5. Team training

Dalam sebuah perusahaan, karyawan tidak hanya dituntut untuk melakukan perkerjaanya sendiri, namun juga bekerja secara kelompok dalam sebuah divisi bagian, bahkan dituntut untuk berkerja dalam kerseluruan tim organisasi perusahaan. Jadi di dalam pelatian ini, karyawan dilatih untuk dapat terbiasa bekerjasama dalam tim, mempu menempatkan diri dalam sebuah tim, dan mampu bekerjasama dengan anggota tim lain sehhingga pekerjaan dan tujuan dapat diselesaikan secara cepat dan efektif.




Biasanya sebelum mengadakan suatu pelatihan, perusahaan terlebih dahulu melakukan training need analysis atau analisa kebutuhan pelatihan. Analisi ini sangat penting guna mengetahui pelatihan seperti apa yang dibutuhkan oleh perusaaan. Dari data-data yang sudah terkumpul nantinya perusahaan dapat menentukan jenis training mana yang dibutuhkan, peserta training, dukungan, biaya, ingga materi yang harus disampaikan.

Posting Komentar untuk "Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Karyawan Perusahaan"

Berlangganan via Email