Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan dan Penanganan gangguan Stres akut dan Stres pasca trauma



Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita tidak bisa lepas dari suatu peristiwa yang kita alami baik itu peristwa yang baik atau peristiwa yang buruk (peristiwa yang tidak kita harapkan). Peristiwa yang buruk dapat menyebabkan trauma sementara ataupun trauma yang berkepanjangan, dan trauma yang dialami tersebut dapat menyebabkan stres apabila tidak ditangani dengan tepat.

Berikut akan dijelaskan mengenai gangguan stres pasca trauma dan gangguan stres akut:

Gangguan Stres Pasca Trauma

Post traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan emosional berat yang berlangsung lama dan menyebabkan distres, biasanya terjadi setelah seseorang mengalami suat keadaan atau ancaman yang membuat individu tersebut merasa tidak berdaya atau ketakutan. Gangguan ini dapat muncul akibat adanya kejadian traumatik seperti perang, kecelakaan, bencana alam, atau kematian orang yang disayangi.

PTSD terbagi menjadi PTSD akut dan kronis. PTSD akut dapat didiagnosis dalam waktu 1-3 bulan setelah kejadian penyebab traumanya. Apabila gejalanya berlanjut sampai lebih dari 3 bulan maka PTSD dianggap kronis. PTSD kronis biasanya berhubungan dengan perilaku menghindar yang lebih menonjol (Davidson, Hughes, Blazer, dan George, 1991), dan lebih sering disertai oleh diagnosis-diagnosis lain seperti fobia sosial.

Gangguan stres akut (acute stress disorder)

Orang yang memiliki reaksi awal yang kuat terhadap trauma tidak dapat didiagnosis dengan PTSD karena gejala PTSD umumnya baru muncul satu atau dua bulan setelah trauma. Acute stress disorder diartikan sebagai reaksi kuat yang muncul seketika setelah terjadinya peristiwa yang mengerikan, sering kali melibatkan amnesia tentang kejadian tersebut, mati-rasa emosional, dan derealisasi.

Gejala Gangguan Stres Akut dan Pasca-Trauma

1. Mengalami Kembali
Penderita stres akut maupun pasca trauma seringkali membayangkan atau berada dalam bayang-bayang kejadian yang membuatnya mengalami trauma.

Baca Juga: Dampak Stres terhadap Kesehatan

2. Penghindaran
Orang yang mengalami ASD atau PTSD biasanya cenderung menghindari orang, tempat, atau kegiatan yang bisa mengingatkan mereka pada traumanya.



3. Kecemasan
Rasa cemas biasanya muncul karena adanya keinginan untuk tidak mengalami hal yang menjadi penyebab stres atau hal-hal buruk lainnya.

Penyebab ASD (acute stress disorder) dan PTSD (Post traumatic stress disorder)

1. Faktor Sosial
Dukungan sosial setelah suatu trauma terjadi merupakan hal yang sangat penting bagi orang yang mengalami stres. Apabila seseorang mengalami stres karena masalah tertetu atau disebabkan trauma dan tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya untuk sembuh, maka orang tersebut bisa mengalami ASD atau PTSD.

Baca Juga: Cara-cara untuk menangani stres dengan benar

2. Faktor Biologis 
Dalam suatu analisis terhadap lebih dari 4.000 pasangan kembar, kembar MZ memiliki tingkat konkordansi yang lebih tinggi untuk gejala PTSD dibandingkan kembar fraternal (True et al., 1993).

3. Faktor Psikologis
Ketakutan ketika ingatan tentang penyebab trauma itu muncul dapat menimbulkan pemikiran bagaimana seseorang bisa melakukan penghindaran dengan kesiapan agar tidak terjadi hal buruk lagi.

Pencegahan dan penanganan ASD (acute stress disorder) dan PTSD (Post traumatic stress disorder )

  • Pertolongan darurat untuk korban trauma

Critical incident stress debriefing (CISD) adalah salah satu pertolongan darurat yang sering digunakan untuk korban trauma (utamanya bencana alam). Pertolongan ini dilakukan dengan mengumpulkan korban dalam suatu kelompok selama satu sampai lima jam dalam kurun waktu satu sampai tiga hari setelah bencana terjadi.

  • Terapi perilaku kognitif untuk PTSD

Paparan jangka panjang yang dilakukan dengan membuat penderita PTSD mengingat penyebab traumanya berulang kali memang dirasa menyakitkan bagi penderita, namun paparan tersebut dianggap dapat mengurangi munculnya gejala PTSD.

  • Penanganan ASD

Penanganan ASD dapat menghasilkan pencegahan PTSD di masa mendatang (Bryant et al., 2010). Penanganan ASD berlangsung lebih lama dari CISD dan menargetkan kelompok korban trauma yang telah dipilih.  Penanganan ASD biasanya melibatkan lima sesi 90 menit.

  • Obat Antidepresan

Obat antidepresan bisa digunakan untuk mencegah karena adanya kemungkinan bahwa obat-obat tersebut dapat menyembuhkan kecemasan berat dan serangan panik yang muncul sebagai gejala dari adanya gangguan stres tersebut.







Sumber :
Durrand, V. Mark; Barlow, David H. Intisari Psikologi Abnormal. Terj. Soetjipto, Helly Prajitno; Soetjipto Sri Mulyantini. 2006. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Oltmanns, Thomas .F; Emery, Robert E. Psikologi Abnormal (Buku Kesatu). Terj. Soetjipto, Helly Prajitno; Soetjipto Sri Mulyantini. 2013. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Posting Komentar untuk "Pengertian, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan dan Penanganan gangguan Stres akut dan Stres pasca trauma"

Berlangganan via Email