Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Macam-Macam Gangguan Perasaan


Macam-macam Gangguan Perasaan

Pada artikel ini akan membahas kelanjutan dari pembahasan gangguan perasaan, disini akan dibahas mengenai Macam-macam gangguan Perasaan. Perasaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang, setiap harinya orang akan merasakan berbagai perasaan seperti sedih, senang, marah dan lainnya. 

Perasaan tersebut adalah hal yang wajar apabila dialami, tetapi bagaimana jika terjadi gejala-gejala yang anah dimana perasaan yang dialami tidaklah wajar seperti orang lainnya, mungkin orang tersebut sedang mengalami gangguan perasaan, berikut akan dibahas lebih terperinci mengenai hal tersebut:

Macam-macam gangguan perasaan 

terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

1. Major Depressive Disorder (MDD) 

MDD ditandai dengan kondisi emosi sedih dan kehilangan kemampuan untuk menikmati aktivitas yang biasa dilakukan, tanda seseorang mengalami MDD ditandai dengan munculnya minimal 4 (empat) dari gejala di bawah ini :
  • Tidur terlalu banyak (10 jam atau lebih) atau terlalu sedikit (sudah tidur, sering terbangun)
  • Kekakuan motorik.
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun drastis atau sebaliknya, yakni makan berlebihan sehingga berat badan meningkat drastis.
  • Kehilangan energi, lemas, tidak bersemangat, tidak tertarik melakukan apapun.
  • Merasa tidak berharga.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi, berpikir, dan membuat suatu keputusan.
  • Muncul pikiran tentang kematian berulang kali atau pikiran untuk bunuh diri.

Gejala-gejala ini muncul hampir sepanjang hari, setiap hari, selama minimal 2 (dua) minggu dan bukan dikarenakan kehilangan yang wajar, misalnya karena salah satu anggota keluarga yang sangat berarti meninggal. MDD sering disebut masyarakat umum dengan istilah depresi.

2. Dysthymic Disorder (Gangguan Distimik/Distimia)

Merupakan gangguan depresi yang kronis. Individu yang didiagnosis mengalami distimik mengalami kondisi depresif lebih dari separuh waktu dari minimal 2 (dua) tahun. Jadi, dalam jangka waktu 2 (dua) tahun, dalam separuh dari waktu tersebut individu ini mengalami kondisi depresif, minimal mengalami 2 (dua) gejala di bawah ini :
  • Kehilangan nafsu makan atau sebaliknya.
  • Tidur terlalu banyak/terlalu sedikit.
  • Merasa diri tidak berharga.
  • Kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan.
  • Merasa kehilangan harapan.

Gejala tidak tampak jelas lebih dari 2 (dua) bulan. Tidak ada tanda munculnya gelaja MDD dalam rentang waktu 2 tahun awal gangguan distimik ini. Gejala yang dialami lebih ringan daripada MDD namun dengan waktu yang lebih lama.

3. Episode manic

Periode ini biasanya muncul secara tiba-tiba, mengumpulkan kekuatan dalam beberapa hari. Selama satu episode manic orang tersebut mengalami elevasi atau ekspansi mood yang tiba-tiba dan merasakan kegembiraan, euphoria, atau optimisme yang tidak biasa. 

Orang yang mengalami episode manic ini akan memperolok orang lain dengan memberikan lelucon yang keterlaluan atau bahkan cenderung memperlihatkan penilaian yang buruk dan menjadi argumentative, dan terkadang bertindak afektif. Tak hanya itu orang yang mengalami episode manic ini umumnya mengalami self-esteem yang meningkat, mulai berkisar dari self-confidance yang ekstrem hingga delusi total akan kebesaran diri sendiri.

Dalam episode manic terdapat tipe hipomania dimana pada gangguan ini derajat gangguan yang lebih ringan dari mania. Tipe hipomania ini dapat ditandai dengan adanya afek yang meninggi atau berubah disertai dengan aktivitas, menetap selama sekurang-kurangnya beberapa hari berturut-turut, dan tidak disertai halusinasi.

4. Gangguan Depresi (gangguan Unipolar)

Pembahasan selanjutnya dari Macam-macam Gangguan Perasaan adalah depresei. Depresi merupakan suatu perasaan yang bias muncul dalam berbagai cara dan mempunyai sejumlah penyebab, tidak memedulikan jenis kelamin dan pekerjaan, dan bisa menyerang kapanpun dari remaja sampai paruh baya. Dimana usia paruh baya ini merupakan usia puncak dari depresi. 

Pada setiap orang depresi ini berbeda-beda bentuknya. Kondisi ini bisa disertai dengan kecemasan, gelisah, dan berbicara gugup atau bisa beralih menjadi periode mania (mood yang meningkat), berbicara terputus-putus, serta aktivitas kompulsif yang dinamakan pasien “manic depresif”

Namun, ada juga yang bersikap apatis dan cenderung menutupi kekhawatirannya. Penderita sering mengeluh tidak mampu berfikir dengan jelas, sulit berkonsentrasi, atau membuat keputusan. Dalam proses berjalannya gangguan depresi, depresi ini merupakan gangguan yang dapat dibagi menjadi tiga tahap yang dimulai dari gejala yang ringan, sedang hingga berat.
  • Depresi ringan
Depresi ringan atau sering dikatakan sebagai depresi minor dimana seseorang mengalami perasaan melankolis (suasana perasaan yang sedih) yang berlangsung dalam waktu yang tidak lama dan biasanya dipicu dari sebuah kejadian tragis yang dialami atau sebuah kejadian yang mengandung ancaman sehingga membuat kondisi psikisnya tertekan, atau kehilangan sesuatu yang penting dalam kehidupan si penderita seperti anggota keluarga yang berarti meninggal. Orang dengan depresi ringan ini setidaknya memiliki 2 dari gejala lainnya dan 2-3 dari gejala utama.
  • Depresi sedang
Depresi sedang ini di alami oleh penderita selama kurang 2 minggu, dan orang dengan depresi sedang ini mengalami kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan social, pekerjaan dan urusan rumah tangga. Orang dengan depresi sedang ini setidaknya memiliki 2-3 dari gejala utama dan 3-4 dari gejala lainnya.
  • Depresi mayor
Depresi mayor merupakan salah satu gangguan yang prevalensinya paling tinggi di antara berbagai gangguan, biasanya memiliki seseorang yang mengalami gangguan ini dicirikan dengan kondisi penderita yang nampak sangat murung sehingga mempengaruhi berbagai aspek dalam hidupnya seperti tidak adanya gairah untuk melakukan aktivitas yang biasanya ia lakukan. 

Perasaan murung ini mampu menyedot semangat dan energy serta menyelubungi kehidupan si penderita seperti asap yang tebal dan menyesakkan dada. Beda halnya dengan depresi minor, gangguan depresi mayor bisa berlangsung selama 2 minggu bahkan dalam kasus yang sudah sangat parah dapat berlangsung selama beberapa tahun, jadi gangguan depresi mayor waktunya lebih lama daripada depresi minor. 

Hal ini menyebabkan penderita akan sangat sulit untuk beradaptasi dengan baik di lingkungannya. Dalam kasus yang parah, selain waktu dalam mengalami gangguannya lama orang tersebut akan sering berpikir untuk mengakhiri hidupnya saja misalkan dengan cara bunuh diri. Orang yang sangat tertekan, mereka akan mengalami dampak hal-hal yang mengganggu kejiwaan mereka seperti gila, paranoid atau halusinasi pendengaran.

5. Gangguan perubahan mood (bipolar)

Gangguan bipolar merupakan suatu psikosis afektif, ada gangguan emosi, baik akibat kebiasaan maupun menyembunyikan kecemasan dan perasaan malu. Pada fase depresi berupa pendiam, memendam perasaan, emosional sensitive. Pada fase mania perilakunya sangat berlawanan, sangat ekstrovert. 

Macam-macam Gangguan Perasaan

Adapun gangguan ini memiliki 2 kategori yakni gangguan bipolar 1 dan gangguan bipolar 2, gangguan bipolar 1 dapat disimpulkan memiliki gejala yang lebih berat atau lebih parah dari gangguan bipolar 2. Orang yang mengalami gangguan bipolar 1 akan mengalami episode manic secara penuh, dimana seseorang mengalami perubahan mood antara rasa gembira dan depresi dengan diselingi periode antara berupa mood yang normal. 


Sedangkan, gangguan bipolar 2 ini diasosiasikan dengan suatu bentuk manic yang lebih ringan. Pada gangguan bipolar 2 ini sesorang mengalami satu atau lebih episode-episode depresi mayor dan paling tidak satu episode hipomanik.

6. Gangguan Siklotimik

Kata siklotimik sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni kata kyklos yang memiliki arti lingkaran dan kata thymos yang memiliki arti kekuatan. Dari kata tersebut dapat disimpulkan bahwa gangguan siklotimik adalah kekuatan atau emosi yang bergerak melingkat atau memutar dimana pola dari gejala ini adalah gangguan perasaan yang terjadi secara berputar yang ditandai dengan gangguan perubahan mood ringan paling tidak selama 2 tahun (1 tahun untuk anak-anak atau remaja). 

Pada gangguan siklotimik anak dan remaja diperlukan periode satu tahun adanya perputaran gengguan mood. Dan dalam beberapa kasus remaja yang mengalami siklotimik memungkinkan untuk menjadi gangguan bipolar 1.

Seseorang yang mengalami gangguan ini, akan terjadi pergantian suasana perasaan antara perasaan senang dan depresi yang bersifat kronis tetapi tidak sampai pada tingkat keparahan seperti episode manic atau depresi mayor. Pada para gangguan siklomatik cenderung berada di salah satu keadaan suasana perasaan selama bertahun-tahun dengan relative sedikit periode suasana netral (eutimia). Orang yang mengalami gangguan siklomatik ini secara berganti akan mengalami gejala-gejala pada keadaan depresi ringan yang umumnya disebut sebagai mood swing.

7. Kehilangan

Kehilangan adalah keadaan duka cita yang berhubungan dengan kematian seseorang yang dicintai yang dapat ditemukan dengan gejala yang karakteristik dari episode depresif berat. Orang dengan kehilangan ini umumnya dapat dikenali dari gejala-gejala berikut :
  • Perasaan sedih
  • Insomnia
  • Menghilangnya nafsu makan
  • Dan di beberapa kasus terjadi penurunan berat badan
  • Dan jika pada anak-anak umumnya mereka lebih menarik diri dan terlihat sedih, dan mereka tidak mudah dibujuk untuk melakukan suatu hal meskipun hal tersebut merupakan aktivitas yang mereka sukai.

8. Bunuh Diri

Perilaku bunuh diri sebenarnya tidaklah termasuk kedalam ganggun psikologis, tetapi sering merupakan ciri dari gangguan psikologis yang mendasari dibalik keinginan untuk bunuh diri, dan biasanya gangguan perasaan yang menjadi alasan dibalik perilaku percobaan bunuh diri. 

Orang yang terpikirkan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri saat mengalami stress kemungkinan kurang memiliki keterampilan dalam memecahkan permasalahan yang sedang dialami dan kurang dapat menemukan cara-cara alternatif untuk melakukan coping stress dengan stressor yang mereka hadapi.


Dalam kaitannya, bunuh diri ini terkait dengan suatu jaringan yang kompleks dari beberapa faktor. Akan tetapi, dari beberapa kasus terkait dengan bunuh diri sangat mungkin untuk dilakukan pencegahan jika orang yang terebut mendapat penanganan guna menyelesaikan masalah yang dialaminya seperti gangguan depresi, skizofrenia, serta penyalahgunaan alkohol dan zat.
Macam-macam gangguan perasaan


Demikian artikel mengenai macam-macam gangguan perasaan, jika anda merasa mengalami beberapa tanda atau gejala yang merujuk pada jenis gangguan perasaan maka anda harus mencoba mengkonsultasikannya pada sang ahli jika termasuk dalam gangguan perasaan yang sudah berat. Untuk artikel berikutnya akan dibahas juga mengenai cara penanganan atau pencegahan yang dapat dilakukan guna mengatasi gangguan perasaan ini.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat jangan lupa dibagikan di media sosial anda dengan cara pilih dan klik dibawah ini.

Posting Komentar untuk "Macam-Macam Gangguan Perasaan "

Ikuti via email