Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Membiasakan Perilaku Mencuci Tangan pada Anak sebagai Upaya Pencegahan Virus Corona


Mengajari anak cuci tangan

Initentangpsikologi.com - Seperti yang sudah kita ketahui, belakangan ini sedang marak dengan adanya wabah virus corona yang mana di Indonesia sendiri penderita virus corona sudah mencapai angka 1.000 lebih penderita. Virus ini mudah sekali menular pada orang lain, sehingga pemerintah sendiri juga sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar dapat terhindar dari virus corona ini. 


Salah satunya dengan cara membiasakan perilaku hidup sehat agar kekebalan tubuh kita semua menjadi lebih baik. Sehingga kita tidak mudah terserang penyakit, termasuk penyakit yang diakibatkan oleh virus corona ini.

Dilansir dari kompas.com menurut Dokter Spesialis Paru RS Persahabatan Erlina, ada beberapa upaya untuk mencegah supaya tidak tertular virus corona ini, salah satunya yaitu dengan rajin mencuci tangan serta menjaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin.

Sehabis berpergian dari luar walaupun hanya sebentar, hendaknya kita mencuci tangan kita terlebih dahulu. Begitu pula jika ingin memakan sesuatu, kita harus mencuci tangan kita terlebih dahulu.  

Anak malas mencuci tangan
pexels.com

Sayangnya, anak-anak terkadang tidak mengindahkan hal tersebut. Terkadang mereka lupa atau bahkan memang malas untuk melakukan cuci tangan. Padahal daya tahan tubuh anak cenderung lebih lemah daripada orang dewasa. Ini lah kenapa orang-orang yang mudah terkena virus corona kebanyakan merupakan golongan dari lansia dan juga anak-anak.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengajarkan dan juga membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan. Terlepas dari virus corona ini, kebiasaan mencuci tangan tetap bagus ditanamkan pada anak-anak untuk membiasakan mereka hidup dengan sehat. Karena kita tidak tau kuman, virus, bakteri apa saja yang ada ditangan mereka. Maka baiknya kita membiasakan mereka untuk mencuci tangan.


Memberikan Contoh Terhadap Anak

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencontohkan cara mencuci tangan pada anak, agar anak tersebut dapat meniru cara mencuci tangan kita. Cara ini disebut dengan “Modelling” dan dikemukakan oleh Albert Bandura. Menurut Bandura, seseorang dapat belajar sesuatu itu dengan cara melihat perilaku yang dilakukan oleh orang lain dan ini akan menjadi representasi kognitif dari berbagai tingkah laku (Falah Nailul: 2004). 

Memberikan contoh cara cuci tangan kepada anak
pexels.com

Jadi, seseorang itu biasanya mempelajari suatu perilaku dengan cara mengamati perilaku yang nampak dari orang lain yang diamatinya. Terlebih bagi anak- anak, mereka lebih suka meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain. 

Seperti contoh, seorang anak sering melihat ibunya memasak. Maka anak tersebut bisa saja menirukan kegiatan memasak yang dilakukan oleh ibunya tersebut lewat permainan masak-masakan. 


Pertama-tama, kita harus memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai apa itu cuci tangan, kapan harus cuci tangan, sebab-akibat, serta manfaatnya. Agar mereka dapat lebih memahami mengenai cuci tangan tersebut. Selanjutnya, kita harus mempraktikkan dan juga mencontohkan bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. 

Kemudian, kita ajak anak setiap kali kita akan melakukan cuci tangan, agar mereka merasa senang karena ada teman untuk mencuci tangan. Atau mungkin bisa juga melakukan cuci tangan dengan cara yang berbeda dan lebih seru bagi anak-anak. 

Misalnya, mencuci tangan sambil bernyanyi, dan lain sebagainya. Ketika anak-anak sering melakukannya dan juga sering melihat orang-orang lain dalam keluarganya mencuci tangan, maka anak tersebut akan meniru kegiatan tersebut. Sehingga kegiatan mencuci tangan tersebut akan menjadi kebiasaannya.

Created by : Mega Karina (1707016078)

Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. 


Referensi Bacaan: 

  • Falah, N. (2004). Aplikasi Teori Modeling dalam Pembinaan Shalat pada Anak. Aplikasia, Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 5 (1), 47-59.  
  • Kompas.com. (2020, 3 Maret). Ini Upaya Pencegahan agar Tidak Mudah Tertular Virus Corona. Diakses pada 28 Maret 2020.
     

29 komentar untuk "Membiasakan Perilaku Mencuci Tangan pada Anak sebagai Upaya Pencegahan Virus Corona "

  1. Setuju banget mba, makanya lagu jaman dulu itu bener ya harus cuci tangan dan cuci kaki. Kalau dibiasakan akhirnya akan menjadi kebiasaan.

    BalasHapus
  2. Aku sih sebenernya sebelum heboh vurus corona membiasakan anak-anak buat cuci tangan terutama sebelum makan dan saat dari luar. Apalagi kondisi sekarang makin sering dingetin

    BalasHapus
  3. Noted. Orangtua harus juga mencontohkan ya cara mencuci tangan yang benar dan mengedukasi kapan saja harus mencuci tangan...

    BalasHapus
  4. Membiasakan hidup bersih salah satunya dengan cara mencuci tangan adalah hal yang sangat penting sekali. Apalagi dengan keadaan seperti ini, dimana virus bertebaran banyak sekali.

    BalasHapus
  5. Betul mbak, anakku rajin cuci tangan ya krn kami jg sering cuci tangan. Children see children do

    BalasHapus
  6. Diyakini mencuci tangan lebih ampuh daripada menggunakan hand sanitizer. Semoga kita bisa membiasakan cuci tangan ini. Terima kasih artkelnya Mbak

    BalasHapus
  7. Benar sekali anak seringkali lupa untuk cuci tangan. Jadi memang harus selalu diingatkan dan kita juga harus memberi contoh supaya cuci tangan ini jadi kebiasaan☺

    BalasHapus
  8. Saya termasuk orang yang sering banget cuci tangan. Memang harus dibiasakan juga buat anak. Ide mencuci tangan sambil ebrnyanyi boleh ditiru nih

    BalasHapus
  9. Jadi inget mak gw dr dw kecil selalu bawel kalau anak2 nya pulang ke rumah selalu disiplin harus cuci tangan dl sebelum ngapa-ngapain, akhirnya semua anak2 nya mak gw punya kebiasaan cuci tangan usai bepergian, ketika tangan kotor, atau habis jabat tangan sama orng, rumah kami ada washtafelnya dan sedia sabun cuci tangan. HERANNYA, mak gw tetep aja bawel ngingetin walaupun anak2 nya udah otomatis cuci tangan habis aktivitas..

    BalasHapus
  10. Ortu musti ngasih contoh ni bener banget. Mo sebagus apapun teori buat melakukan sesuatu, kalau ortu tidak mencontohkan, anak tu gak mau ikutan...

    BalasHapus
  11. Biasanya kalau anak suka main air kalau disuruh cuci tangan cepet ya, tapi kalau yang susah itu harus diberikan contoh langsung kepada si anak

    BalasHapus
  12. Saat ini saya ga hanya mencontohkan lagi kak..tapi mengingatkan sekaligus memaksa anak utk cuci tangan selepas beraktivitas... dan sifatnya Harus..

    BalasHapus
  13. Setelah ada corona, anak-anak jadi rajin cuci tangan. Ternyata ada positifnya juga.

    BalasHapus
  14. Harus kuakui kak, sejak ada heboh corona ini aku sama anak-anak jadi lebih sering cuci tangan .Kalo dulu kadang suka nyepelein. Emang ya semua ada hikmahnya

    BalasHapus
  15. bener dari kecil harus diusahakan cuci tangan, supaya pas gede gak ngeyel ya hihi. pastinya ada juga akan sadar diri betapa pentingnya cuci tangan tuh

    BalasHapus
  16. Sejak kecil, dulu ibu memang paling cerewet untuk urusan cuci tangan. Sekarang saat adanya wabah ini makin deh terbiasa untuk cuci tangan juga nih.

    BalasHapus
  17. Setuju banget, alhamdulillah sekarang kita semakin terbiasa dengan cara mencuci enam langkah dan tugas kita mengajarkan cara ini pada anak-anak ya mbak:)

    BalasHapus
  18. Anak-anak memang peniru yang baik, apapun yang orangtua lakukan pasti akan dengan cepat ditiru oleh anak-anak. Ini bisa jadi pisau bermata dua, kalau orangtua sering berperilaku baik, maka anaknya akan ikut berbudaya baik, begitupun sebaliknya. Dan... ini sebenarnya cara termudah untuk mengajari anak sesuatu termasuk cuci tangan ini,

    BalasHapus
  19. anak memang peniru yang ulung, kadang udah ngasih contoh yang baik aja mereka nggak ngikutin apalagi ngasih contoh yang nggak baikmalah gimana dong. jadi sebisa mungkin kita selalu berperilaku baik di depan anak ataupun di belakang mereka jadi biar terbiasa.

    BalasHapus
  20. Benar sekali mbak, seharusnya cuci tangan jangan karena terlihat kotor saja. tapi setiap kita memegang sesuatu atau bersentuhan dengan orang langsung cuci tangan. agar tetap bersih dan terhindar dari bakteri jahat

    BalasHapus
  21. Aku juga ajakin anak mencuci tangan sambil bernyanyi, sehingga dia melakukannya dengan happy :)

    BalasHapus
  22. Orang tua adalah teladan, apapun yang sering dilakukan orang tua tanpa diperintahpun anak-anak akan mengikuti. Namun, lebih baik lagi jika diperintah atau disuruh.

    BalasHapus
  23. Sejak pandemi corona ponakan-ponakan di rumah jadi lebih rajin cuci tangan pake sabun, gak main keluar rumah dulu. Kalo dulu cuma rajin main air tapi agak susah disuruh cuci tangan yg bener. Hehe...

    BalasHapus
  24. Anak-anak memang peniru ulung, tak perlu diajari secara khusus, mereka bisa melakukan kegiatan mencuci tangan ini dengan mengamati perilaku yang dilakukan oleh orang tua/orang dewasa disekitarnya

    BalasHapus
  25. Dari dulu sih udah kebiasaan cuci tangan sebelum makan. Tetapi sekarang harus makin sering ya. Apalagi habis pergi...

    BalasHapus
  26. Aku ga dibiasakan cuci tangan oas kecil. Makanya pas ada oandemik ini aku ngarasa aduh rempong bgt dikit2 cuci tangan. Pdhal ini adalah habit yang Bagus. .
    Moga bisa aku terusin meski pandemik nnti dah hilang..

    BalasHapus
  27. Sebenarnya anak-anak sudah saya biasakan cuci tangan pakai sabun setelah dari bermain dan ketika mau makan tetapi kini karena Corona saya jadi sering dikit2 nyuruh anak cuci tangan mba..demi keselamatan bersama

    BalasHapus
  28. Dulu anakku seringkali aku omelin gara-gara bolak-balik cuci tangan takut semacam OCD gitu, eh sekarang aku malah selalu ingatkan untuk sesering mungkin cuci tangan

    BalasHapus
  29. Jujur, snagat sulit membiasakan ini, kalau saya ibunya juga tak terbiasa. Paling bisa saya lakukan adalah meminta mereka cuci tangan setelah saya melakukannya.

    BalasHapus

Ikuti via email