Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perilaku Kelompok dalam Sebuah Organisasi


Perilaku Kelompok dalam Organisasi

Initentangpsikologi.com - Menurut Reitz, karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok adalah: 1) Adanya dua orang atau lebih, 2) Yang berinteraksi satu sama lainnya, 3) Yang saling memiliki beberapa tujuan yang sama, 4) Dan melihat dirinya sebagai suatu kelompok.

Teori-Teori Pembentukan Kelompok

1. Teori Kedekatan: seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena adanya kedekatan ruang dan daerahnya (spatial and geographical proximity).
2. Teori George Homans: teori ini lebih komprehensif. Teori ini berdasarkan pada aktivitas-aktivitas, interaksi-interaksi, dan sentimen-sentimen (perasaan atau emosi).
3. Teori Keseimbangan: dikembangkan oleh Theodore Newcomb. Ketertarikan pada orang lain didasarkan atas kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan yg relevan satu sama lain.
4. Teori pertukaran: kelompok terbentuk berdasarkan atas interaksi dan susunan hadiah-biaya-hasil. Teori ini ada kesamaan fungsinya dengan teori motivasi daalm bekerja.
5. Teori alasan praktis: pembentukan kelompok didasarkan atas alasan-alasan praktis, dimana kelompok tersebut cenderung memberikan kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan sosial yang mendasar dari orang-orang yang mengelompok tersebut.

Bentuk-bentuk kelompok

A. Kelompok Primer (Primary Group)

Perilaku Kelompok dalam Organisasi
pexels.com

Pendapat Cooley merupakan pengembangan pendapat Homans tentang definisi kelompok, yaitu: sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya melampaui rentang kendali waktu, sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung bertatap muka dengan lainnya dan tidak melalui perantara. 

Kriteria: kelompok kecil sehingga memungkinkan untuk berhubungan dan bertatap muka. Kelompok primer juga harus punya perasaan keakraban, kebersamaan, loyalitas, dan tanggapan yang sama atas nilai-nilai dari para anggotanya.

Contoh kelompok primer apa? Misalnya keluarga, bisa. Tetapi yang jelas, kelompok primer ini jumlah anggotanya tidak begitu banyak sehingga memungkinkan mereka berkomunikasi secara lebih intensif dan saling tatap muka.


B. Kelompok Formal dan Informal
Kelompok formal: sengaja dibentuk untuk melaksanakan suatu tugas tertentu.
Kelompok informal: tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Seringkali timbul dalam kelompok formal, karena adanya beberapa anggota yang secara tertentu mempunyai nilai-nilai yang sama yang perlu ditularkan (shared values). 

Tiga pola kelompok informal:
a. Horizontal Clique: anggotanya berasal dari yang selevel dan bidang kerja sama.
b. Vertikal Clique: anggotanya berasal dari beda hirarki atau beda departemen.
c. Random Clique: anggota berasal dari berbagai level, tingkat, bagian, lokasi.

Kelompok formal ini merupakan kelompok yang sengaja dibentuk dengan tujuan tertentu. Contohnya: Rekan kerja yang secara formal mereka terbentuk karena berada di satu payung yang sama, dalam konteks perusahaan ya karena sama-sama kerja di perusahaan yang sama, punya seragam kerja yang sama, dipertemukan di tempat kerja yang sama, dan seterusnya . 

Sementara kelompok informal adalah bagian kecil dari kelompok formal, jika interaksi kelompok informal ini menjadi semakin intens, mereka bisa membentuk kelompok primer. Makanya kenapa ada istilah teman seperti saudara.

C. Kelompok terbuka dan tertutup
Penggolongan kelompok berdasarkan pada sikap dalam menghadapi perubahan dan inovasi. Kalau kelompok terbuka dan terutup ini lebih identik dengan organisasi atau perusahaan yang bisa dilihat dari jenis dan desain perusahaan atau organisasinya. Organisasi mekanistik identik dengan kelompok tertutup, sementara organisasi organik identik dengan kelompok terbuka.

Kelompok terbuka: secara ajeg mempunyai rasa tanggap akan perubahan dan pembaharuan.
Kelompok tertutup: kecil kemungkinan menerima perubahan, dan cenderung menjaga kestabilan.

Perbedaan keduanya dapat dilihat dari 4 dimensi:
a. perubahan anggota kelompok: pada kelompok tertutup, hubungan status dan kekuasaan biasanya lebih mapan, tetapi memiliki kekuasaan dan otoritas yang cenderung lebih terbatas.
b. kerangka referensi: kerangka referensi pada kelompok terbuka lebih luas dibandingkan kelompok tertutup, sehingga menambah ide untuk kreativitas dan inovasi.
c. perspektif waktu: kelompok terbuka berpikir untuk masa sekarang dan masa depan yang dekat (near future), karena kecenderungannya menerima perubahan.
d. keseimbangan: mengacu pada suatu sistem yang menjaga stabilitas. Kelompok terbuka memiliki mobilisasi yang tinggi sehingga lebih tidak seimbang dibanding kelompok tertutup.

Jika diberikan pertanyaan, menurut kalian mana yang lebih baik? Kelompok terbuka atau tertutup? Jawabannya tidak ada yang lebih baik atau buruk, yang paling penting adalah bagaimana organisasi bisa beradaptasi dengan lingkungan yang tidak pasti.  

Bisa fleksibel dan open minded. Misal Kalaupun itu organisasi mekanistik yang tertutup, dia harus kejar target setiap harinya. Tetapi secara personal, pemimpinnya tetap humanis, open minded, tidak serta merta mengejar tugas tetapi juga mempertimbangkan interaksi manusianya.


D. Kelompok referensi

Perilaku Kelompok dalam Organisasi
pexels.com

Kelompok dimana seseorang melakukan referensi atasnya. Nah kelompok referensi ini identik dengan kelompok sosial. Misal kelompok agama, etnis, atau kelompok yang dibentuk oleh pandangan politik tertentu.  

Pandangan politik tertentu seperti partai politik itu bisa dikatakan kelompok referensi apabila anggotanya menjadikan partai politik itu sebagai standar perilakunya. Jadi dia akan menganggap perilakunya benar jika itu dibenarkan atau disahkan oleh kelompoknya.

Kelompok referensi ini akan memberikan dua fungsi bagi individu:
a. Perbandingan sosial: seseorang menilai diri, sikap, perilakunya dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain. Standar yang dipergunakan adalah kelompok yang dipergunakan sebagai referensinya.
b. Pengesahan sosial: seseorang menggunakan kelompok sebagai suatu ukuran untuk menilai sikap, kepercayaan, dan nilai-nilainya. Jika perbuatan seseorang menurut dirinya disahkan oleh kelompoknya, maka ia akan menilai perbuatan tersebut baik.

Model 5 Tahap Pengembangan Kelompok

1. Tahap Membentuk
Tahap pertama dalam pengembangan kelompok. Dikarakteristikkan dengan banyaknya ketidakpastian.
2. Tahap Mempeributkan
Para anggota menerima keberadaan kelompok tetapi menentang hambatan yang memaksakan pada individualitas.
3. Tahap Menyusun Norma
Hubungan semakin dekat dan kompak. Tahap ini selesai ketika struktur kelompok mulai terbentuk dan kelompok telah berasimilasi serangkaian ekspektasi umum mengenai apa yang mendefinisikan perilaku anggota yang benar.
4. Tahap Mengerjakan
Struktur sudah sepenuhnya fungsional dan diterima.
5. Tahap Membubarkan
Mengakhiri kegiatan dan mempersiapkan diri untuk pembubaran.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua yang saling berinteraksi kemudian membentuk kelompok. Adanya daya tarik antar individu itu yang dapat menentukan suatu kelompok terbentuk atau tidak.


Tahap pengembangan kelompok ini hampir sama dengan siklus kehidupan organisasi dalam materi Psikologi industri dan organisasi. 

Setidaknya ada 4 tahap dalam siklus kehidupan organisasi yaitu 1) entrepreneurial; kreativitas <-> krisis: kepemimpinan, 2) collectivity; ketentuan arah yang jelas <-> krisis: delegasi dengan kontrol, 3) formalization; penambahan sistem internal <-> berdamai dengan birokrasi, 4) elaboration; pengembangan kerjasama <-> krisis: revitalisasi.

Nah misalkan sebuah organisasi tidak bisa melewati siklus krisis, terus apa yang akan terjadi? Jawabannya ya organisasi itu harus kembali ke siklus sebelumnya, kemudian mengevaluasi dan memperbaiki diri. Jika tetap tidak bisa gulung tikar alias bangkrut.

Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, tergantung ketahanan masing-masing organisasinya. Masing-masing organisasi pasti ada jatuh bangunnya. Seperti halnya manusia yang juga kadang nge-drop baik fisik atau hatinya, hehehe.  

Tetapi yang bisa move on untuk bangkit kembali itu yang akan bisa surviveCaranya gimana? Tentunya itu sangat beragam tergantung permasalahannya, tergantung daya intelektualnya, kreatifitasnya, kemampuan problem solvingnya, dan lain sebagainya.

Dasar-Dasar Daya Tarik antar Orang 

Kesempatan untuk Berinteraksi; Interaksi antarindividu akan menimbulkan adanya daya tarik, atau daya tarik ini timbul karena adanya interaksi. Kesempatan berinteraksi ini dapat dihubungkan dengan faktor lingkungan: 1. Jarak fisik, 2. Jarak psikologis. 

Perilaku Kelompok dalam Organisasi
pexels.com

1. Kesamaan Sikap
Orang-orang yang mempunyai kesamaan latar belakang cenderung mempunyai kesamaan pengalaman, dan membawa ke arah kesamaan sikap.

2. Status
Dua tendensi: seseorang tertarik kepada orang lain karena adanya kesamaan status, dan seseorang lebih suka berintegrasi dengan orang lain yang mempunyai status lebih tinggi.

3. Kesamaan Latar Belakang
Kesamaan status sosio-ekonomi, agama, ras, atau kebangsaan merupakan daya tarik mengapa seseorang melakukan interaksi sesamanya. 


Model Daya Tarik antar Orang

Ada beberapa model yang dipergunakan untuk menjelaskan daya tarik antar orang yang menyebabkan terjadinya hubungan kerja:  
1. Model Hasil-Tingkat Perbandingan  
2. Model Hasil-Alternatif

Tiga variabel yang menentukan daya tarik seseorang di dalam hubungan kerja:
a. Hasil (H): semua hadiah (rewards) dan biaya (cost) yang dihubungkan dengan hubungan kerja.
b. Tingkat Perbandingan (TP): ukuran baku yang digunakan seseorang untuk menilai kepuasannya dengan hubungan kerja.
c. Alternatif (A): suatu hasil yang diharapkan akan diterima dari pilihan yang paling baik dalam proses hubungan kerja.

Proses Hubungan Kerja

Model Hasil-Tingkat Perbandingan  
Menunjukkan kepuasan seseorang di dalam hubungan kerja. Jika hasil melebihi tingkat perbandingan, maka seseorang akan dapat kepuasan, Tetapi jika hasil di bawah tingkat perbandingan, akan mendapat ketidakpuasan dalam hubungan kerja.

Model Hasil-Alternatif 
Menentukan ketergantungan seseorang dalam hubungan kerja. Jika hasil lebih besar dari alternatif, orang tersebut akan sangat tergantung pada hubungan kerja. Jika alternatif melebihi hasil, maka orang tersebut tidak akan tergantung pada hubungan kerja.


Referensi:
Kuliah Online Mata Kuliah Psikologi Organisasi (Dosen Pengampu: Ibu Khairani Zikrinawati, S.Psi., M.A.)

Posting Komentar untuk "Perilaku Kelompok dalam Sebuah Organisasi"

Ikuti via email