Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sikap dan Kepuasan Kerja


Initentangpsikologi.com - Sikap adalah sebuah pernyataan evaluatif, baik menyenangkan atau tidak menyenangkan mengenai objek, ruang atau peristiwa. Sikap merefleksikan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu. Sikap terlihat seperti sesuatu yang sederhana, tetapi alasan-alasan mendasar dari suatu sikap yang mungkin rumit dan kompleks.

Komponen Utama dari Sikap

komponen utama dalam sikap
pexels.com

Komponen kognitif: Berupa opini ataupun bentuk segmen kepercayaan dari suatu sikap.
Komponen afektif: Segmen perasaan atau emosional dari suatu sikap.
Komponen perilaku: Sebuah maksud untuk berperilaku tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

Sikap dan Perilaku 

Secara umum sikap berhubungan dengan perilaku, yaitu sikap yang dimiliki seseorang menentukan apa yang mereka lakukan. Namun kajian tahun 1960-an menemukan fakta yang berlawanan. Leon Festinger berpendapat bahwa sikap mengikuti perilaku. 

Festinger menjelaskan adanya efek disonansi kognitif, yaitu ketidakcocokan antara dua atau lebih sikap atau antara perilaku dan sikap. 

Setiap inkonsistensi menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga individu berusaha menguranginya dengan mengubah sikap atau perilaku, atau mengembangkan sebuah rasionalisasi untuk mencapai kestabilan. 


Riset terkini menunjukkan bahwa sikap memprediksi perilaku di masa depan, dan adanya “variabel moderasi”, yaitu moderator atau variabel yang dapat memperkuat hubungan tersebut, yang mencakup:

1. Seberapa penting sikap tersebut.
2. Korespondensinya dengan perilaku.
3. Aksesibilitasnya.
4. Keberadaan tekanan sosial.
5. Apakah individu memiliki pengalaman langsung dengan sikap tersebut.  

Sikap dalam Dunia Kerja  

Sikap dan kepuasan kerja
pexels.com
a) Kepuasan kerja; Perasaan positif tentang pekerjaan, yang dihasilkan dari suatu evaluasi dari karakteristik-karakteristiknya.
b) Keterlibatan kerja; Tingkat dimana individu mengidentifikasi dengan sebuah pekerjaan, secara aktif berpartisipasi di dalamnya, dan mempertimbangkan kinerja penting bagi nilai diri.
c) Komitmen organisasi; Tingkat dimana pekerja mengidentifikasi sebuah organisasi, tujuan dan harapannya untuk tetap menjadi anggota.
d) Perceived organizational support; Tingkat dimana pekerja mempercayai organisasi menilai kontribusinya dan peduli terhadap kesejahteraannya.
e) Keterlibatan pekerja; Keterlibatan individu, kepuasan dan antusiasme pekerja terhadap pekerjaan yang dilakukannya.

Kepuasan Kerja 

Individu dengan kepuasan kerja tinggi memiliki perasaan yang positif mengenai pekerjaannya, sedangkan yang level rendah memiliki perasaan negatif. Penilaian seorang pekerja atas kepuasannya terhadap pekerjaan merupakan penjumlahan kompleks dari banyak elemen berbeda.


Kepuasan Kerja dan Budaya 

Sebuah studi menyatakan bahwa pekerja Budaya Barat memiliki kepuasan kerja lebih tinggi dibandingkan di Budaya Timur. Meksiko dan Swiss merupakan negara dengan tingkat kepuasan kerja tertinggi. 

Sedangkan Korea Selatan mendapat skor terendah. Korea selatan memiliki struktur hirarki yang kaku, desentralisasi kuat sehingga menghambat adaptasinya dengan perubahan global.

Apa yang Memunculkan Kepuasan Kerja?

Sikap dan kepuasan kerja
pexels.com

• Kepuasan kerja berkorelasi positif dengan kepuasan hidup. Sikap dan pengalaman dalam hidup akan muncul dalam pendekatan dan pengalaman kerja individu.
• Secara umum, pekerjaan yang memberikan pelatihan, keragaman, kemandirian, dan kendali, memuaskan bagi pekerja.
• Tetapi kepuasan kerja tindak hanya mengenai kondisi pekerjaan, Kepribadian juga berperan penting. Individu yang memiliki Core Self Evaluation (kesimpulan akhir yang dimiliki individu tentang kemampuan, kompetensi, dan nilai mereka sebagai individu) yang positif. 


Referensi:
Ringkasan perkuliahan online via Whatsapp grup mata kuliah Psikologi Organisasi. (Dosen pengampu: Ibu Khairani Zikrinawati, S.Psi, M.A.)

37 komentar untuk "Sikap dan Kepuasan Kerja"

  1. Menarik juga nih dibahas bersama rekan kerja. Terkadang sering mendengarkan ketidakpuasan di tempat kerja tapi tidak mau mengambil tindaka. Apapun untuk mengubahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bisa dicoba membuat konferensi meja bundar biar bisa saling curhat, hehehe.

      Hapus
  2. Betul sekali kepuasan kerja yang tinggi memunculkan perasaan positif. Perasaan positif ini sangat bermanfaat sekali bagi kita, sebab saat bekerja kita akan lebih serius dan bersemangat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya! Mood sangat berpengaruh terhadap kinerja saat kerja.

      Hapus
  3. Menurut saya nih, perlu dibahas rame-rame dengan teman-teman yang bekerja dikantor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, saling memberikan pendapat atau kritikan yang selama ini dipendam sendirian.

      Hapus
  4. Hmm, jadi ingin melemparkan pertanyaan pada diri sendiri. Sudah mencapai tingkat kepuasan kerja kah saya di tempat bekerja saat ini? Well, kadang masih suka melibatkan perasaan sih dalam memberikan penilaian seperti ini, hihihi ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tidak mudah juga menilai apakah sudah puas atau belum, kadangkala idealisme membuat perasaan tidak puas terus menerus muncul.

      Hapus
  5. Dulu aku kerja kejar maksimal dlm arti kerja lebih, tapi kurang dpt apresiasi baik rekan, bos, maupun prshn. Akhirnya aku kerja sesuai porsi aja. Alhamdulillah lebih tenang dan nyaman hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya apresiasi itu sangat dibutuhkan! Jika sudah bekerja maksimal tapi tidak ada penghargaan dari rekan atau bos ya rasanya gimana juga kan. Itulah pentingnya mengetahui bagaimana bersikap dengan baik dan benar baik atasan ataupun karyawan.

      Hapus
  6. Kepuasan kerja tinggi memang membuat kita selalu positif dalam bekerja. Faktor lainnya yang saya rasakan adalah siapa sosok pemimpin saya dalam bekerja. Saya betah 9 tahun di media yang sama, di saat teman-teman saya selama waktu tersebut mungkin sudah pindah ke 2-3 media. Saya loyal karena saya punya pemimpin yang asik dan suasana kantor yang sangat kekeluargaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba. Suasana kerja, hubungan kekeluargaan, teman yang asyik, atasan yang pengertian memang beberapa faktor di luar gaji yang membuat seseorang betah bekerja di tempat yang sama dalam waktu relatif lama.

      Hapus
    2. Ya, karena pada dasarnya bekerja tidak melulu soal mencari materi.

      Hapus
  7. Wah ini harus menjadi perhatian dan obrolan nih kalau di kantor gimana sikap dan kepuasan kerja, karena sebagai karyawan kita kan juga harus di hargai ya. Makasih artikelnya manfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, kalau di kantor (atau di perkumpulan pertemuan warga), sikap dan perilaku kita benar-benar tidak boleh salah yang kebangetan. Kenapa? Bisa runyam di masa depannya, karena kita akan tinggal di kedua lingkungan tersebut dalam kurun waktu cukup lama.

      Hapus
  8. Kepuasan kerja berkorelasi dengan kepuasan hidup,
    Ini bisa diartikan dengan kalau seorang karyawan happy di rumah dia bakalan happy juga di kantor,
    Gitu gak sih 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi, ya meskipun masih banyak faktor lainnya. Tapi keadaan dirumah juga bisa berpengaruh juga, misalkan sedang ada masalah dengan pasangan mungkin saat kerja akan kebanyakan ngelamun karena kepikiran terus.

      Hapus
  9. Setuju banget kepuasan kerja itu berkorelai dengan perasaan kita. kalau kita puas dengan pekerjaan kita, kita akan semakin positif thingking dan itu makin membuat kita semangat kerjanya.

    BalasHapus
  10. Setuju sih kepuasaan kerja tidak hanya soal pekerjaannya , tapi kepribadian ikut memengaruhi. Aku seneng sama pembahasan ini :)

    BalasHapus
  11. bicara kinerja di kantor, banyak faktor yang memengaruhinya...
    judul dan topiknya menarik, bener banget menurut pengalaman sih, kalau puas dan senang akan pekerjaan kita maka vibes nya akan makin positif, makin termotivasi..


    seandainya pembahasan ini menggunakan style blog yang ringan, pasti akan lebih menarik lhooo

    BalasHapus
  12. noted nih kak untuk sebuah pekerjaan itu erat banget kaitannya dengan kepuasan kerja dan itu ya kembali lagi dengan apa-apa yg kita jalani dalam hidup ya

    BalasHapus
  13. Kepuasan di dunia kerja ini menurutku penting banget sih soal produktivitas, kalau perusahaan bisa bikin pegawainya puas ketika di dunia kerja, tentunya mereka akan lebih semangat buat bekerja

    BalasHapus
  14. Kepuasan kerja budaya barat dan timur tadi kak, kok aku gak begitu sepaham ya..

    Selain Jepang dan Korsel, kepuasan kerja di barat saya rasa gak setinggi itu.. dibuktikan dari banyaknya yang stres dengan tekanan kerja sehingga angka bunuh diri akibat kerja juga tinggi di barat kan kak..

    BalasHapus
  15. Bermanfaat banget sih ini, selama ini belum pernah gitu ngerasain kepuasan saat kerja

    BalasHapus
  16. jadi parameter kepuasan kerja banyak ya parameternya. dulu di tempat kerja yang lama HRDnya kadang pake kiblat perasaan doangnya jadi ga terukur, kesannya dzolim banget sm operator hih

    BalasHapus
  17. Memang kepribadian itu punya korelasi yang kuat dengan kepuasan hidup dan kerja ya. Jadi intinya agar bisa puas dalam menjalani hidup, bentuk kepribadiaan yang baik.

    BalasHapus
  18. Ayo semangat kerja lagi... tapi agak khawatir juga nich...masuk kerjs ditengah keadaan yang serba ga jelas ini

    BalasHapus
  19. Bener banget tuh sikap seeorang menentukan semangat juga saat bekerja. Sikap yang baik pastinya melakukan pekerjaan yang baik juga yah. Kepuasan kerja memang penting banget karena biasanya mempengaruhi mood kerja juga.

    BalasHapus
  20. Rajin yaa Mbak Riska... catatan kuliah bisa jadi postingan blog nih hehe... tfs yaa jadi tau tentang sikap dan kepuasan kerja nih

    BalasHapus
  21. Kayanya kalau lihat temen2 kantor mereka pada ga puas ya, soalnya ada yg dedikasi ok gajinya malah tinggian yg ga ok, ya sebenernya sie kepuasan kerja seseorang ya kembali ke pribadi masing2 ya.

    BalasHapus
  22. Isinya cukup berbeda dengan yang selama ni saya baca. Sepertinya fokus dengan masalah SDM. Makasih mbak artikelnya

    BalasHapus
  23. Aq dah lama ga kerja. Kerja di rumah dengan anak.. hehe bossnya adalah Dia yang menitipkan anak. Berharap gaji ya hanya dari Dia. Puas dengan yg q lakukan? Gak sih.. karena selalu belajar manusia itu ga sempurna. Tapi positif iya dong.. :)

    BalasHapus
  24. Aq dah lama ga kerja. Kerja di rumah dengan anak.. hehe bossnya adalah Dia yang menitipkan anak. Berharap gaji ya hanya dari Dia. Puas dengan yg q lakukan? Gak sih.. karena selalu belajar manusia itu ga sempurna. Tapi positif iya dong.. :)

    BalasHapus
  25. Bener banget nih, kepuasan kerja yang tinggi bisa meningkatkan semangat kerja
    Berpengaruh juga sama hasil kerja yang lebih baik dari yang memiliki tingkat kepuasan kerja rendah

    BalasHapus
  26. Kalo untuk wirausaha (pengusaha), standar kepuasan kerjanya gimana ya, Kak? Apakah cukup dengan merasa positif dengan laju usaha aja? Atau ada indikator lainnya?

    BalasHapus
  27. Lantas apa yang harus dilakukan kalau seseorang tidak mendapat kepuasan kerja sedangkan resign bukan stu-satunya jalan keluar?

    BalasHapus

Berlangganan via Email