Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Contoh Pemimpin Karismatik di Indonesia, Presiden Pertama Soekarno

 Initentangpsikologi.com - Disetiap negara tentunya selalu ada seorang pemimpin. Peran Pemimpin inipun sangat banyak ragamnya, diantaranya sebagai penggerak, motivator, inspirator, pemersatu, dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari hal tersebut maka menjadi seorang pemimpin bukanlah persoalan mudah, karena tugas pemimpin ini sangat banyak dan berat serta harus siap bertanggung jawab juga.

Peran sebagai penggerak dan motivator maka pemimpin harus menjadikan semua orang yang dibawah pimpinannya terus berkembang. Untuk menggerakkan semua orang yang dipimpinnya, pemimpin membutuhkan tipe atau gaya untuk memimpin semua orang.

Kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari visi yang dimilikinya. Visi yang jelas akan menjadi suatu pedoman bagi para pemimpin dalam menyusun misi dan rencana-rencana kerja yang lebih khusus.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, Presiden pertama Soekarno telah membayangkan seperti apa bangsa yang diidamkannya, yaitu bangsa yang berdaulat dan mengatur sendiri kehidupannya.

Contoh Pemimpin Karismatik di Indonesia
pinterest.com

Soekarno merupakan sosok yang karismatik, berwibawa, cendekiawan, ideolog dan dapat dikatakan sosok yang sempurna sebagai pemimpin bangsa. Ia bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Sosok yang jasanya tidak bisa dilupakan begitu saja dalam membangun negeri ini.

Pengorbanan besar yang telah dilakukan olehnya, terutama dalam hal membawa Indonesia ke arah kemerdekaan sehingga terlepas dari belenggu penjajahan tentu akan selalu tertanam sebagai jasa-jasa yang tidak akan tergerus selamanya oleh jaman.

Sebagai bapak pendiri bangsa, Soekarno harus menghadapi banyak peristiwa yang menyakitkan bahkan tak jarang harus menerima perlakuan yang sangat memprihatinkan. Dibuang, ditendang, dan dicampakkan begitu saja pernah diterimanya selama masa hidup. 

Dari segi kepemimpinana, Soekarno mempunyai gaya kepemimpinan yang sangat berkarisma dan bertempramen meledak-ledak. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Soekarno berorientasi pada ideologi yang mendasari negara, sehingga konsisten dan cocok diterapkan pada era tersebut.

Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kita sebagai putra-putri bangsa sang penerus bangsa tidak mengetahui sosok pendiri bangsa yang begitu dipuja, dicinta, dan dirindukan oleh bangsa ini. Karena mau bagaimanapun! kegigihannya, keuletannya dalam mempertahankan dan memerdekakan bangsa Indonesia sangat luar biasa.

Biografi Presiden Pertama RI Soekarno

Riwayat Hidup

Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 disebuah kota pelabuhan di Jawa Timur, yakni Surabaya. Putra dari Raden Sukemi Sosrodihardjo, seorang guru dan ibu seorang wanita Bali bernama R.A Ida Nyoman Rai.

Contoh Pemimpin Karismatik di Indonesia
wikipedia.org

Ketika baru lahir Soekarno diberi nama Koesno Sosrodiharjo oleh orang tuanya. Namun saat berusia lima tahun diganti menjadi Soekarno karena alasan Soekarno kecil sering sakit. Namun nama koesno tetap melekat hingga Soekarno dewasa.

Meskipun Soekarno lahir dari Rahim Bangsawan, yakni keluarga terhormat secara struktur sosial, namun kedua orang tuanya menjalani hidup yang sangat pas-pasan dan sering kali hidup serba kekurangan. Soekarno sudah mengenal lapar, hidup serba terbatas, dan menghemat sejak ia kecil.

Namun tidak membuatnya minder, justru dari situasi yang pahit itulah Soekarno terdidik menjadi pribadi yang tangguh, matang, dan pekerja keras. Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orang tuanya.

Ayah dan ibunya menitipkan Soekarno di Tulungagung, yakni rumah kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo. Sang kakek berhasil mendidik Soekarno kecil sebagai pribadi yang tidak cengeng. Karakter tegas, pemberani, tapi juga ramah dan penuh pengertian dalam menjalani persahabatan dengan teman-temanya telah melekat kuat dalam diri Soekarno sejak usia 4 tahun.

Raden Hardjokromo adalah orang yang sederhana namun sangat disegani dan dihormati oleh masyarakat. Kakek Soekarno ini konon menjalani ilmu kebatinan sehingga menjadikanya sosok yang bersahaja dan peduli sesama.

Prinsip atau perilaku hidup kakeknya itulah yang menginspirasi Soekarno. Dari kakeknya itulah Soekarno mendapatkan banyak hal yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap cara pandang dan prinsip hidupnya.

Riwayat Pendidikan Soekarno

Keluarga Soekarno sangat peduli dengan pendidikan. Tulungagung adalah tempat pertama kali Soekarno menjalani pendidikan formal. Namun, tidak lama setelah itu ia pindah ke Mojokerto karena orang tuanya ditugaskan dikota tersebut.

Pindahnya ke Mojokerto seakan menjadi berkah tersendiri bagi Soekarno. Sebab, dikota itu Soekarno menimba ilmu di Eerste Inlandse School. Kemudian pada bulan juni tahun 1911, orangtuanya memindahkan Soekarno ke Europeesche Lagere School (ELS).

Hal ini sengaja dilakukan agar Soekarno dapat diterima dengan mudah di Hoogere Burger school (HBS). Hingga pada tahun 1915, ketika pendidikan formal itu sudah selesai, Soekarno melanjutkan ke HBS Surabaya.

Atas bantuan Tjokro, Soekarno bisa diterima di HBS Surabaya. Bahkan Tjokro rela memberikan sebuah tempat tinggal bagi Soekarno. Tjokro adalah teman dari ayah Soekarno yang peduli dengan kehidupan Soekarno, karena di mata Tjokro Soekarno adalah anak muda yang sangat cerdas, potensial, dan penuh keseriusan saat belajar.

Bakat Soekarno terlihat ketika salah seorang pengurus sarekat islam (SI) mengajak Soekarno muda membuat tulisan dan akan diterbitkan di majalah Utusan Hindia.

Tahun 1920, Soekarno berhasil menamatkan pendidikanya di HBS Surabaya. Setelah lulus di HBS, Soekarno pindah ke Bandung untuk melanjutkan ke THS (Technische Hooge School). Persis seperti yang diyakini Tjokro bahwa dimana pun Soekarno menempuh pendidikan, ia pasti berhasil, maka di THS Soekarno juga membuktikan kesungguhanya atau komitmenya dalam belajar. 

Pada tanggal 5 mei 1926, gelar Insinyur (Ir) telah ia raih dengan sangat mengagumkan.

Gaya Kepemimpinan Soekarno

Teori kepemimpinan

Setiap pemimpin pastinya memiliki gaya dan style nya sendiri dan pastinya berbeda-beda dengan pemimpin lain. Pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian sendiri yang unik dan khas sehingga tingkah laku dan gayanya sendiri yang membedakan dirinya dengan orang lain.

Gaya atau style hidupnya ini pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya. Sehingga muncullah berbagai tipe kepemimpinan. WJ Reddin dalam artikelnya menentukan watak dan tipe pemimpin atas tiga pola dasar yaitu: 

•  Berorientasi pada tugas (task orientation)
•  Berorientasi pada hubungan kerja (relationship orientation)
•  Berorientasikan hasil yang efektif (effectives orientation)

Contoh Pemimpin Karismatik di Indonesia
pinterpolitik.com

Di Indonesia, tokoh Soekarno merupakah salah satu contoh pemimpin karismatik yang sulit ditemui lagi di masa sekarang. Beliau adalah seorang panutan bagaimana seorang pemimpin mampu merubah orang dan melakukan banyak hal.

Beliau piawai dalam merubah persepsi orang, membuat orang lain patuh pada perintahnya, menjalankan apa yang diinginkannya. 

Kemampuan Soekarno menggerakkan, mempengaruhi, dan berdiplomasi telah menyatukan berbagai suku, agama, golongan menjadi satu kesatuan yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berbagai statement serta gagasannya mampu membakar semangat serta mempersatukan segenap Bangsa Indonesia untuk mengusir penjajah dari tanah air hingga berhasil meraih kemerdekaan. Gagasan-gagasan Soekarno bukan hanya menjadi pembakar semangat masyarakat Indonesia dalam perjuangannya mengusir penjajah tetapi juga memberi inspirasi bagi para pemimpin bangsa di berbagai belahan dunia.

Melalui gagasannya itu Soekarno ingin menjadikan bangsa Indonesia hidup mandiri, tidak berhutang, apalagi sampai mengemis kepada Negara atau lembaga asing. 

Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi atas dasar komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi, dan gaya mereka dalam diri bawahannya.  

Pemimpin karismatik mampu memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan. Individu yang menyandang kualitas-kualitas pahlawan memiliki karisma. Sebagian yang lain memandang pemimpin karismatik adalah pahlawan.

Bukti dari kepemimpinan karisma diberikan oleh hubungan pemimpin-pengikut. Seperti dalam teori awal oleh House (1977), seorang pemimpin yang memiliki karisma memiliki pengaruh yang dalam dan tidak biasa pada pengikut. 


Para pengikut merasa mereka bahwa keyakinan pemimpin adalah benar, mereka bersedia mematuhi pemimpin, mereka merasakan kasih sayang terhadap pemimpin, secara emosional mereka terlibat dalam misi kelompok atau organisasi, mereka memiliki sasaran kinerja yang tinggi, dan mereka yakin bahwa mereka dapat berkontribusi terhadap keberhasilan dari misi itu.

Pemimpin karismatik dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu karismatik visioner dan karismatik di masa krisis. Pemimpin karismatik visioner mengekpresikan visi bersama mengenai masa depan. Melalui kemampuan komunikasi, pemimpin karismatik visioner mengaitkan kebutuhan dan target dari pengikutnya dengan targaet atau tugas dari organisasi.

Mengaitkan para pengikut dengan target dari pengikut dengan visi, misi, dan tujuan organisasi akan lebih mudah jika mereka merasa tidak puas atau tidak tertantang dengan keadaan pada saat ini. Pemimpin karismatik visioner memiliki kemampuan untuk melihat sebuah gambar besar dan peluang yang ada para gambar besar tersebut.

Sementara tipe pemimpin karismatik di masa krisis akan menunjukkan pengaruhnya ketika sistem harus menghadapi situasi dimana pengetahuan, informasi, dan prosedur yang ada tidak mencukupi.

Pemimpin jenis ini mengkomunikasikan dengan jelas tindakan apa yang harus dilakukan dan apa konsekuensi yang dihadapi.

Kebijakan Ekonomi Masa Soekarno

Selama ini nyaris tidak ada catatan sejarah tentang keberhasilan kebijakan ekonomi masa orde lama. Ketika indikator-indikator ekonomi makro saat itu menunjukkan rapuhnya pondasi perekonomian Indonesia (pertumbuhan ekonomi yang minus, inflasi sangat tingggi diatas 500%, dan deficit neraca perdagangan), maka strategi dan kebijakan ekonomi orde lama selalu mengundang pertanyaan.

Pemikiran ekonomi Soekarno secara dominan memengaruhi arah, strategi dan kebijakan ekonomi orde lama. Namun demikian, keterpurukan ekonomi yang terjadi masa itu, dan diyakini oleh sebagian ahli sejarah sebagai akibat dari arah dan strategi yang salah, menjadikan pemikiran ekonomi Soekarno akhirnya luput dari catatan sejarah para pemikir ekonomi negri ini.

Dekret Demokrasi Terpimpin

Pada 05 juli 1959, Soekarno mengeluarkan pidato yang mungkin menjadi salah satu pidatonya yang paling terkenal sekaligus kontroversial sepanjang sejarah.

Dekret presiden mrenjadi sebuah titik balik perjalanan politik Soekarno. Demokrasi terpimpin yang ia gaungkan memungkinkan dirinya memjadi penguasa tunggal dengan kekuasaan yang hamper tidak terbatas.

Karya Nyata Kepemimpinan Soekarno

Mengobarkan Semangat Revolusi

Contoh Pemimpin Karismatik di Indonesia
tribunnews.com

Prestasi terbaik Soekarno adalah dengan mengobarkan semangat revolusi dan membawa Indonesia kepada kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Dengan keinginannya yang kuat juga semangatnya, Soekarno berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan juga pengakuan atas eksistensi Indonesia di mata dunia.

Dalam proklamasinya pun memberikan semangat kepada pemuda-pemudi Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.

Merebut Papua Barat
Pada kemerdekaannya, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia belanda termasuk Papua bagian barat, namun Belanda masih menganggap wilayah tersebut menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda yang kemudian dipersiapkan untuk menjadi suatu Negara yang merdeka. Indonesia tentu saja menentang hal tersebut dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda.

Pada Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Belanda dan Indonesia tidak mencapai keputusan. Kemudian pada 19 Desember 1961, Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Komando ini bertugas untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua Barat dengan Indonesia.

Pada akhirnya perjuangan tersebut membuahkan hasil, Papua Barat berhasil bergabung dengan Indonesia pada 1 Mei 1963.

Gerakan Non-blok
Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 berujung pada pembentukan gerakan non-blok (GNB) yang dipimpin oleh Soekarno pula diikuti oleh pemimpin Negara lain, diantaranya Josip Broz Tito (Presiden Yugoslavia), kemudian Gamal Abdul Nasser selaku Presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru (PM India), dan terakhir Kwame Nkrumah (Presiden Ghana).

Kelemahan Gaya Kepemimpinan Soekarno

  • Para pemimpin karismatik mudah mengambil keputusan yang berisiko.
  • Pemimpin karismatik cenderung memiliki khayalan bahwa apa yang dilakukan pasti benar karena pengikutnya sudah terlanjur percaya.
  • Ketergantungan yang tinggi sehingga regenerasi untuk pemimpin yang berkompeten sulit.
  • Mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang-orang yang datang ini seringkali kecewa karena ketidak konsisten-an.
  • Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan ketika diminta pertanggung jawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.
  • Bawahan cenderung bersifat fanatisme.
  • Bawahan tidak memiliki inisiatif dalam bertindak karena tidak diberi kesempatan.
  • Keputusan yang diambil tidak berdasarkan musyawarah bersama karena menganggap dirinya sudah melakukan yang benar.
  • Daya imajinasi dan kreativitas para pengikut cukup rendah karena tidak ada kesempatan untuk mengembangkannya.
  • Struktur organisasinya tidak jelas atau kabur dan bawahan selalu didesak agar menerima keputusan tersebut sebagai keputusan bersama.

Salah satu contoh kegagalan kepemimpinan Soekarno ialah terhambatnya pembangunan di Tahun 1950. Pembangunan semesta dan berencana baru dapat berjalan setelah kembali ke UUD 1945 yang memungkinkan demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin.

Sebelum tahun 1959, pembangunan terbentur pada berbagai macam factor yang menjadi terhambat bagi pelaksanaan pembangunan.sehingga pada akhir-akhir ini setelah pikiran liberalisme, sabotase, percobaan intervesi dan gerakan subversive dan pemberontakan berhasil ditindas.

Ringkasan 

Melihat jenis dan gaya kepemimpinan Soekarno dalam memimpin Indonesia, dapat dipahami bahwa menjadi seorang pemimpin yang karismatik yang memiliki kekuatan energi, daya tarik, dan perbawa yang luar biasa untuk memengaruhi orang lain sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya.

Ir. Soekarno pada masa kepemimpinannya sebagai presiden pertama Indonesia telah mampu merubah orang dan melakukan banyak hal. Gaya ini terbukti mampu membawa Negara Indonesia menjadi negara yang merdeka terbebas dari belenggu penjajahan dan membuat kemajuan diberbagai sektor.

Kepemimpinan soekarno telah menghasilkan banyak karya nyata diantaranya mampu mengorbankan semangat revolusi, merebut kembali Papua Barat, membawa Indonesia menjadi Gerakan Non Block (GNB). Tetapi tentunya disetiap gaya kepemimpinan memiliki keunggulan dan kelemahan.

Kelemahan dari gaya kepepmimpian karismatik Soekarno diantaranya Para pemimpin karismatik mudah mengambil keputusan yang berisiko, ketergantungan yang tinggi sehingga regenerasi untuk pemimpin yang berkompeten sulit, dan struktur organisasinya tidak jelas atau kabur dan bawahan selalu didesak agar menerima keputusan tersebut sebagai keputusan bersama.


Referensi Bacaan:
Intan Oktaviani, Efitia A.P, dkk. Kepemimpinan Karismatik Soekarno yang Membawa Indonesia Menuju Kemerdekaan. Artikel Jurnal.

Anwar, A. d. (2015). Makalah Mengenai Kondisi Indonesia pada Masa Kepemimpinan Soekarno. 

Sholachuddin, H. (2017). Gaya Kepemimpinan Presiden di Indonesia. https://www.academia.edu/33001135/GAYA_KEPEMIMPINAN_PRESIDEN_DI_INDONESIA

Posting Komentar untuk "Contoh Pemimpin Karismatik di Indonesia, Presiden Pertama Soekarno"

Berlangganan via Email