Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Inspiratif Boyan Slat Membersihkan Sampah di Lautan, Aquaman Bisa Apa?

Kisah Inspiratif Boyan Slat
theoceancleanup.com

Initentangpsikologi.com - Keluar rumah ketemu sampah! Naik kendaraan di jalan raya ketemu sampah! Pergi ke tempat wisata ketemu sampah! Mendaki gunung ketemu sampah! Menyelam di lautan ketemu sampah juga! Hmmm, sehebat apa sih sampah, sampai-sampai bisa ada dimana-mana? 

Ya mungkin ngga banyak juga sih kehebatannya, hanya sebatas menyebabkan banjir, mendatangkan penyakit, menyebarkan bau tidak sedap, merusak ekosistem dan lain sebagainya. Ya kekuatannya masih dibawah Thanos lah ya! Jadi avengers masih sanggup kalau disuruh menghadapi, hehehe. 


Tapi tunggu dulu, mereka berada disana tentunya bukan tanpa sebab, mereka ini sebenarnya hanya seorang pelayan setia yang mengabdi pada sang tuan. Tapi sayangnya kesetiaan mereka dipandang sebelah mata, setelah sang tuan mendapatkan apa yang diinginkan maka si pelayan akan ditinggal dan kejamnya lagi ia digantikkan dengan pelayan baru. Ya seperti pepatah “habis manis sepah dibuang”.

Sebenarnya jika mereka ditinggalkan di tempat yang seharusnya tentu tidak masalah, namun kebanyakan tuan mengabaikan hal tersebut. Mereka dibiarkan kedinginan diatas gunung tanpa dibekali jaket sebagai penghangat, mereka dibiarkan menyelam didalam lautan tanpa dibekali tabung oksigen untuk membantu bernapas, mereka dibiarkan menghirup debu jalanan tanpa dibekali masker (padahal harga masker kan sudah murah, hehehe).

Pada akhirnya mereka mencoba balas dendam kepada sang tuan, mereka tahu sang tuan butuh air sebagai sumber kehidupan; oleh karenanya mereka cemarkan sumber mata air itu! mereka tahu kalau sang tuan menjalankan aktivitasnya kebanyakan didaratan; oleh karenanya meraka sumbat aliran air agar meluap dan sebabkan banjir! mereka tahu sang tuan memakai parfum untuk pengharum karena tidak menyukai bau tidak sedap; oleh karenanya mereka sebarkan aroma busuk yang sangat menyengat.


Semua ini terjadi bukan karena mereka, tapi karena ulah sang tuan itu sendiri. Tuan yang begitu kejam! Tuan yang egois! Tuan yang tak tau diri! Sebenarnya siapa sih sosok tuan mereka ini? Ya, siapa lagi jika bukan makhluk bernama manusia.

Tapi layaknya sebuah dongen atau film, tak semua tokohnya jahat! Tak semua tokohnya baik! Tak semua cerita berkahir bahagia! Tak semua cerita berakhir tragis. Melainkan selalu ada keduanya. Ya, ada Thanos maka ada avengers, ada beast maka ada beauty, ada squidward maka ada spongebob. 

Begitu pula dengan kisah sang tuan (manusia) dan si pelayan (sampah), masih banyak tuan-tuan baik yang rela berkorban menyelamatkan si pelayan dari tuan yang lari dari pertanggung jawaban.

Boyan Slat Pria Pembersih Lautan

Boyan Slat Pendiri The Ocean Cleanup
theoceancleanup.com
 
Salah satu kisah muncul dari organisasi di negara Belanda bernama the ocean cleanup yang dipimpin oleh tuan bernama Boyan Slat. Apa yang tuan ini lakukan? Ia membersihkan sampah-sampah yang mengotori lautan!

Hmmm, memang kemana si Aquaman yang katanya raja lautan, apa dia tidak perduli dengan kebersihan! Entahlah, karena dia pun berasal dari bangsa yang sama yaitu manusia. Apakah dia berpihak pada tuan yang jahat atau tuan yang baik? Ya, barangkali nanti marvel membuat film berjudul “Aquaman cinta kebersihan” atau justru “Azab aquaman si raja lautan yang terlilit plastik daur ulang karena tidak menjaga kebersihan”, hahaha. 

Kisah itu Bermula!

Awal kisah bermula saat sang tuan masih berusia remaja, Boyan Slat yang berlibur ke negara Yunani ingin menikmati pemandangan indah alam bawah lautnya. Tapi apa yang didapat? Bukan keindahan melainkan sampah-sampah yang nampak sedang bercengkrama dengan para ikan. Miris! Kecewa! Marah! Campur aduklah perasaannya. 

Awal Kisah Boyan Slat
theoceancleanup.com

Kemudian saat tuan Boyan muda mulai beranjak dewasa, ia punya pemikiran “kenapa kita tidak membersihkan lautan dari sampah?”. Ya, jika dibicarakan tentu terlihat sangat mudah, tapi nyatanya bagaimana cara membersihkan lautan yang membentang sejauh mata memandang ini.

Inilah kisah inspiratif yang bisa ditiru dari tuan Boyan, ia berpendapat bukan tanpa dasar, ia sudah mempunyai pemikiran bagaimana melakukannya, seperti apa alat yang akan digunakannya. Semua sudah direncanakan sedemikian rupa.

Tuan Boyan mendirikan the ocean cleanup dan mulai menjalankan misi mulia untuk menyelamatkan dunia. Alat pembersih laut yang sudah dirancang langsung diterjunkan, semua berjalan lancar sesuai dengan apa yang diperkirakan. Sang tuan berhasil menciptakan alat pembersih luar biasa yang bisa mengambil sampah di dasar lautan.


Apa yang tuan Boyan dapatkan? Ya, ribuan bahkan ratusan kilogram sampah plastik yang tentunya sulit didaur ulang oleh alam. Pada ahkirnya hal tersebut membuat dunia sadar bahwa bumi ini butuh perawatan, dunia mulai menyuarakan stop penggunaan bahan berbahan plastik.

Ketika Dunia Baru Terbangun dari Tidur

Akhirnya penggunaan barang seperti sedotan atau gelas yang berbahan plastik mulai berkurang. Tuan-tuan yang kejam mulai sadar bahwa selama ini mereka sendiri yang menyebabkan masalah tak kunjung berhenti.

Perjuangan tuan Boyan akhirnya mendapat dukungan, namun ia percaya bahwa masalah belum sepenuhnya selesai. Meski seruan membuang sampah pada tempatnya selalu digemakan, pengurangan penggunaan bahan berbahan plastik sudah digencarkan!

Tapi, apakah semua tuan akan mengikuti aturan tersebut, harapannya memang semua namun tentu saja itu bukan persoalan mudah. Menyatukan dunia demi kebaikan memang bukan suatu hal yang tidak mungkin, tapi saat ini baru sebatas angan seperti lagu John Lennon yang berjudul imagine.

Boyan Slat Membuat Interceptor

Sampah plastik yang sudah berenang dilautan tentu tidak akan hilang hanya dengan mengurangi pemakaian, mereka tetap harus diambil jika laut ingin dibersihkan! Namun tuan Boyan sadar bahwa sampah tersebut tidak begitu saja tenggelam di lautan, kemungkinan besar aliran sungai yang membawa mereka menuju kesana.

Kisah Inspiratif Boyan Slat
theoceancleanup.com

Ya, akhirnya tuan Boyan mencoba merakit senjata tempur terbaru, karena senjata untuk tempur dilautan tentunya tidak akan muat jika bertempur menyusuri sungai. Alat tempur pembersih laut versi mungil akhirnya tercipta dari tangan orang terampil, dengan nama Interceptor tentunya tuan Boyan berharap alat itu dapat membersihkan sungai yang kotor.

Tuan Boyan langsung menargetkan peluncuran 1.000 alat tempur untuk menyusuri sungai yang ia anggap memiliki tanggung jawab besar atas pencemaran lautan. Interceptor generasi pertama dengan kode 001 dan generasi kedua dengan kode 002 langsung meluncur ke wilayah Asia Tenggara, negara Indonesia dan Malaysia menjadi sasaran pertama misi pembersihan sampah.


Interceptor 001 berlayar di Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Indonesia. 


Sementara interceptor 002 menyusuri Klang River, Selangor, Malaysia yang tercatat dalam daftar 50 sungai paling tercemar di dunia.

Jika melihat peta penanda sungai tercemar maka Cengkareng Drain bukan satu-satunya sungai tercemar yang ada di Indonesia. Peta dari the ocean cleanup menandai sungai tercemar dengan lingkaran merah, jika dilihat mungkin ada puluhan bahkan ratusan sungai tercemar di negeri ini. 

Kisah Inspiratif Boyan Slat
theoceancleanup.com

Ya, sekarang piilihannya ada ditangan kita sebagai tuan di negara Indonesia. Apakah ingin mengikuti golongan tuan yang baik atau golongan tuan yang buruk! Tentunya ini bukan hanya kepentingan satu dua orang melainkan semuanya.

Apa iya lebih memilih egois dan menjadi antisosial dengan membuang sampah sembarang? Atau memilih menjadi juru penyelamat hanya dengan cara sederhana yakni membuang sampah di tempat yang seharusnya? Silahkan tentukan pilihanmu sekarang! Tenonenot...... tenonenot.... (udah kaya acara take me out aja, hehehe).

Ya, sebenarnya tidak ada pilihan karena membuang sampah pada tempatnya adalah keharusan! Ingatlah bahwa manusia diciptakan sebagai salah satu makhluk sempurna dengan pikiran didalam kepalanya. Jika tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk jangan-jangan........ ya silahkan bisa disimpulkan sendiri :)

Yang jelas tuan Boyan Slat telah memberikan kisah inspiratif bahwa berbuat baik tidak harus menjadi superhero yang memiliki kekuatan super, asalkan ada niat dan kemauan pastinya akan ada jalan. #nonaturenofuture #saveourfuture #it’snoteasybeinggreen #gogreen

36 komentar untuk "Kisah Inspiratif Boyan Slat Membersihkan Sampah di Lautan, Aquaman Bisa Apa?"

  1. Wah mantul ini... Coba aja klo banyak orang gini

    BalasHapus
  2. Sungguh mulia sekali perbuatannya. Semoga ada semakin banyak orang-orang yang mau menjaga kelestarian laut seperti halnya boyan slat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja, tapi kitapun harus mendukung minimal dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik.

      Hapus
  3. Sampah salah satu masalah dunia. Diperlukan kesadaran kita untuk tidak membuangnya sembarangan. Kisah yang menginspiratif sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, emang permasalahan sampah ini sudah kaya pandemi, sampai saat ini masih belum ketemu vaksinnya apa.

      Hapus
  4. Benar sekali untuk berbuat baik tidak perlu kekuatan super yang terpenting adalah niat dan juga kemauan.

    Boyan Slat ini adalah sosok yang sangat inspiratif dan layak untuk diteladani. Semoga saja semakin banyak orang yang mengikuti jejak kebaikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja, tapi kitapun harus mendukung minimal dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik.

      Hapus
  5. Cari dimana orang seperti sekarang.

    Mudah2an lahir boyan slat lainnya setelah membaca kisah ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja semakin banyak orang seperti Boyan. Ya kita pun bisa membantu Boyan minimal dengan membuang sampah pada tempatnya.

      Hapus
  6. Kapan hari saya meliput acara SD Symposium Indonesia yang dihelat SCG Group di Jakarta. Dan ada presentasi dari The Ocean Clean Up ini. Meski bukan Boyan Slat sendiri yang hadir tapi salah satu representative mereka. Dan keren banget memang. Tapi, balik lagi, semua mesti sadar, sampah enggak ada di sungai, di laut jika enggak ada yang membuangnya. Kesadaran akan lingkungan juga perlu terus giat diedukasikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang sangat menginspirasi mba si Boyan ini, saya pernah melihat video wawancara dia di youtube, dan kegiatan membersihkan sampah ini sudah ia lakukan sejak usia 16 tahun sampai akhirnya bisa mendirikan organisasi sendiri.

      Hapus
  7. Alat alatmya di Indonesia ada ga yaaa
    Soalnya sungai dan laut kita ini banyak n rawan tercemar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya salah satu misi Boyan adalah menyusuri 1000 sungai paling berpengaruh terhadap pencemaran laut, nah alat Interceptor dengan kode 001 sudah meluncur di Cengkareng Drain, Jakarta.

      Hapus
  8. Aaah keren banget. Terharu ada yang memerhatikan detail penting begini. Aquaman harus diedukasi kayak gini juga nih, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul nih, biar ngga sia-sia kekuatannya, hehehe.

      Hapus
  9. Keren banget Boyan. Kalo di Indonesia kita punya Sea Soldier ya, kalo gak salah itu dikelola Mba Nadine Chandrawinata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener, terus ada juga mba Wilda Yanti yang dijuluki sebagai "Ratu Sampah".

      Hapus
  10. Wah keren banget ini
    Sudah sangat peduli lingkungan dan menunjukkan aksi nyata sejak usia muda
    Semoga makin banyak yang terinspirasi dan mengikuti jejaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ya mari kita juga sama-sama ikut berjuang membantu Boyan dengan berhenti menggunakan bungkus sekali pakai berbahan platik dan stop buang sampah sembarangan.

      Hapus
  11. Keren banget Bro Boyan itu ya, pencipta Interceptor yang viral itu. Sy sendiri suka banget liatin video lg beroperasi di lautan gitu, unik ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang alatnya canggih banget, jadi seru juga kalo nonton video-video dokumentasi dari ocean cleanup ini.

      Hapus
  12. masyaAllah. keren euy. sedihnya kalau kia cuma bergerak di hilir aja ga beres2 ini sampah, harus dari hulu pertama sumber sampah yakni rumah tangga masyarakat bagaimana kita bisa mengurangi volume sampah dan biasakan untuk mengolah sampah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya memang kesadaran setiap orang sangat diperlukan. Mau sehebat apapun alat yang digunakan jika perilaku membuang sampah sembarang belum hilang tentu tidak ada dampak yang yang signifikan juga.

      Hapus
  13. Penemuan Boyan pasti banyk membantu dunia dlm mengatasi sampah disungai..alatnya di Jkt ada ga ya? sungai Jkt tuh lho ampun dah kotornya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan interceptor generasi pertama sudah berlayar di cengkareng drain.

      Hapus
  14. Kisah yang sangat inspiratif. Emamg apa pun kegiatannya yang penting ada kemauan dan niat untuk tekat terus bebuat baik. Menarik postingannya.

    BalasHapus
  15. Wah luar biasa sekali kisah Boyan. Semoga banyak Boyan boyan yang lainnya. minimal jadi warga yang ngurangi sampah plastik. huhuhu. Jadi ingat diri sendiri. Minuman buka puasa. cup plastik. tutupnya plastik. masih pake sedotan plastik. dibungkus plastik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener nih, sekarang harus mulai mengurangi barang berebahan plastik gini. Coba dibiasakan memakai thumbler untuk wadah air, kalo belanja bawa tote bag, terus kalau minum mau pakai sedotan bisa beli yang berbahan aluminium.

      Hapus
  16. wah, beneran inspiratif nih. sayangnya hanya sedikit orang yang seperti tuan Boyan ini. sementara sebagian besar yang lain abai tentang sampah terutama yang tidak dapat didaur ulang. Semoga nantinya banyak Boyan-Boyan lain yang mau peduli dengan isu linkungan sepertti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, mari kita juga membantu tua Boyan meski dengan hal kecil seperti; membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik.

      Hapus
  17. Andai ada lebih banyak Boyan Slat. Laut kita bisa terbebas dari sampah. Kita memang harus berkomitmen yang kuat agar masalah sampah ini tidak terus diwariakan ke anak cucu kita. Kalau tidak sungguh-sungguh, siap-siap saja. Anak cucu kita kelak akan melihat laut yg makin kotor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kembali lagi bahwa ini bukan tugas Boyan Slat atau para pegiat pembersih sampah. Paling utama adalah kesadaran setiap orang untuk tidak membuang sampah sembarangan.

      Hapus
  18. Keren nih, sangat menginspirasi. Semoga beliau dapat memotivasi orang2 disekitar sana dan masyarakat luas agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan tdk buang sampah sembarangan lagi apalagi sanpai buang sampah ke laut

    BalasHapus
  19. Kalau semua orang indo kaya gini, bukan ga mungkin sungai2 di indo bakal jadi halaman bukan mengalir dibelakang rumah untuk dibangun landasan helikopter

    BalasHapus

Berlangganan via Email