Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Apakah Memiliki Kepribadian Introvert Itu Salah?

Initentangpsikologi.com - Pendiam, tidak mudah berteman, tidak pintar bicara, anti sosial, no life, penyendiri, dan lain sebagainya. Berbagai macam label yang cenderung negatif bahkan salah pemahaman ini sering sekali di identikkan dengan orang yang memeiliki kepribadian introvert.

Ya, kebanyakan kata-kata tersebut sebenarnya tidak tepat jika di labelkan pada orang introvert, seperti kata anti sosial yang dianggap memiliki makna bahwa orang tersebut tidak menyukai dan menghindari keramaian. Padahal arti dari kata anti sosial bukan itu.

Jika berbicara mengenai kepribadian introvert memang banyak sekali isu atau mitos yang berkembang. Seperti yang saya baca dari sebuah thread seorang Psikolog asal Malaysia, berikut ini contoh beberapa mitos tersebut.

Pengertian Introvert

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com

Oke, sebelum membahas mengenai mitos tentu pertama-tama harus mengetahui pengertian intovert itu apa? Secara ringkasnya introvert itu merupakan salah satu jenis kepribadian seseorang yang mana mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk sendirian dan cenderung tidak terlalu merasa nyaman jika harus bersosial.

Perlu di ingat bahwa orang intovert memilih untuk sendirian karena mereka merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Jadi, bukan berarti dia tidak memiliki teman apalagi tidak memiliki kehidupan atau istilah trend nya no life. Ya, kembali lagi bahwa mereka sendiri karena itu pilihan bukan karena kondisi lingkungannya.

Asal kata Introvert

Kata atau istilah introvert ini berasal dari salah satu komponen dalam Big Five Personality, didalamnya terdapat 5 aspek yang berbeda. Apa aja sih komponennya? Ada Openness, Consciousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism. Sering juga disingkat dengan istilah “OCEAN”.

Nah, dari situ tahu kan introvert berada di komponen apa? Ya, komponen extraversion! Jadi, orang yang skor extraversion-nya rendah maka dia disebut dengan istilah introvert, dan sebaliknya yang memiliki skor tinggi disebut extrovert.

Perlu di garis bawahi bahwa hasil tersebut bukan berarti kepribadian seseorang itu kaku ya! kalau tidak A berarti B, kalau tidak B berarti A, jadi tidak sebatas hitam dan putih saja ya. Lebih tepatnya kepribadian seseorang itu campuran antara keduanya.

Hmmm, maksudnya bagaimana? Jadi, tidak ada seorang pun yang berkepribadian introvert 100% atau extrovert 100%, melainkan campuran antara keduanya. Hanya saja dari keduanya ada yang lebih dominan, misalnya: saya berkepribadian introvert dengan persentase 60% dan extrovert 40%, nah hasil paling dominan inilah yang menjadi penentu saya dikatakan memiliki kepribadian introvert atau extrovert.

Oleh karenanya mucul juga istilah lain yaitu ambivert! Jadi, jika hasil antara keduanya sama yaitu 50% artinya tidak ada yang lebih menonjol. Maka dia disebut dengan ambivert.

Ciri Umum Orang Introvert

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com
  • Lebih senang sendirian; 
  • Lebih menyukai jalan sendirian; 
  • Sering memendam perasaan dibanding meluapkan langsung; 
  • Jika harus pergi makan keluar seorang diri bukan masalah, justru bisa merasa senang;
  • Kurang nyaman dalam keramaian apalagi dengan orang yang tak dikenal;
  • Lebih suka berpikir dibanding dengan berkata-kata;
  • Banyak imajinasi-imajinasi atau analisis dalam kepalanya;
  • Mudah merasa lelah jika harus bersosialisasi dengan orang lain;
  • Teman dekat hanya beberapa saja (fokus pada kualitas dibanding kuantitas);
  • Punya kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi;
  • Dan lainnya.

Mitos Kepribadian Introvert

Menjadi orang dengan kepribadian introvert ini memang tidaklah mudah, banyak sekali pemahaman keliru dari orang-orang di sekelilingnya. Mungkin kalian yang introvert tidak akan asing dengan kalimat-kalimat berikut, “coba deh kamu jangan menyendiri terus, sinilah kumpul bareng”, “nggak tau ya, anak saya hobinya diam di kamar terus”, “kamu kenapa si kalau ada tamu diam saja, diajak basa-basi dulu gitu?”, dan lain sebagainya. 

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com

Tapi itu tak seberapa sih, yang lebih parah itu ketika orang introvert itu sendiri menyalahkan kepribadiannya. Ia merasa insecure dan melihat di dirinya banyak sekali kekurangan, kemudian ia ingin menjadi orang extrovert.

Padahal introvert pun punya banyak kelebihan yang tidak dimiliki extrovert, intinya mah setiap orang itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, jangan mengikuti cara orang lain karena lain orang ya lain kelebihannya.

Saya orang introvert dan mempunyai beberapa teman extrovert, mereka kalau soal bicara di depan umum atau bersosialisasi jangan ditanya! jago banget. Maka dari itu tidak masalah jika harus menghadapi orang banyak, karena itu salah satu kelebihan yang dimiliki.

Tapi coba, orang extrovert disuruh diam didalam kamar berhadapan dengan laptop membuat desain grafis misalnya atau menulis artikel atau lainnya dengan durasi berjam-jam. Saya rasa mereka sangat tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Jadi, jangan pernah membandingkan kelemahan dengan kelebihan, itu tidak adil.


Oke, sekarang meluncur ke pembahasan mitos introvert saja ya!

1. Introvert anti sosial

Nah, ini kesalahan labeling yang cukup fatal ya, kenapa? Karena anti sosial artinya orang yang merusak atau ingin berbuat kerusakan kepada kelompok atau masyarakat di sekelilingnya, mereka menentang hukum atau norma yang berlaku di masyarakat. Itulah pengertian dari anti sosial.

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com

Jika memakai istilah tersebut maksudnya karena orang introvert tidak suka keramaian maka konteks yang tepat ya “asosial”. Tapi itupun tidak tepat, karena orang introvert bukan orang yang tidak bisa bersosial (asosial). Mereka akan bersosial, berbicara, cerita, bernyanyi, dan lainnya jika memang diperlukan.

Memang orang introvert lebih senang, lebih nyaman, lebih merasa asik jika sendirian. Tapi seperti yang disinggung diawal bahwa itu pilihan mereka bukan karena ia tidak bisa atau karena lingkungannya menolak.

2. Introvert pemalu

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com

Ini tidak bisa disama ratakan, memang ada yang iya, namun ada juga yang tidak. Karena orang extrovert pun ada juga yang pemalu! Maka dari itu tidak bisa di label-kan sepihak pada orang introvert. Istilah introvert dan extravert ini hanya perbedaan cara manusia bertingkah laku secara sosial dan memproses kenikmatan sosial, itu saja! jangan membahas terlalu melebar.

Memang ada introvert yang pemalu, tapi ada yang tidak, bahkan ada juga introvert yang jago bicara depan umum. Karena introvert ini ada beberapa jenisnya juga, jadi tidak adil jika disama ratakan semuanya. Ya, nanti biar kalian tahu saya akan mencoba membahas tentang jenis introvert ini.

3. Introvert Susah Berteman

Lebih tepatnya sih orang lain yang tidak pandai mendekati orang introvert ini, apalagi mereka dari golongan extrovert! Kenapa? Ya karena makna asik antara introvert dan extrovert memang berbeda. Kan sudah jelas ya bahwa bersosialisasi ini salah satu hal yang tidak nyaman bagi introvert, sementara bagi extrovert ya bukan masalah.

Jadi dilihat dari hal itu kenapa akhirnya saya katakan orang extrovert tidak pandai mendekati orang introvert. Ya, bukan bermaksud menyalahkan orang extrovert, tapi pahamlah kondisinya seperti apa. Saya introvert dan punya beberapa teman dekat yang bahkan kalau kemana-mana selalu bersama bahkan sering disebut adik-kakak atau anak kembar, dan mereka orang extrovert yang memang mau mendekati saya.

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com

Justru kalau kalian berteman dengan orang introvert ini bisa dibilang rezeki nomplok ya, hehehe. Mereka ini fokusnya pada kualiti bukan kuantiti! Jadi, orang introvert akan sangat menghargai hubungan persahabatan dan akan setia.

Saya ada salah satu cerita nih, dulu pas masa SMA ketika pulang sekolah teman saya ingin memberikan surprise kepada pacarnya (sementara saya jomblo, hmmm malah curhat). Jadi dia minta bantuan saya beli kado, mengambil kue, dan segala macamnya. Bahkan dia numpang mandi di tempat saya karena rumahnya cukup jauh dari sekolah.

Saya bonceng di belakang membawa kue dan kue itu harus dijaga sedemikian rupa agar tidak penyok, ya meskipun tangan saya pegal-pegal tak masalah. Saya ikut dia kerumah teman pacarnya karena dia janjian memberikan surprise bersama.

Setelah sampai di gang rumah teman pacarnya saya turun dan digantikan dia, kemudian saya pulang naik angkot! Ya, tangan pegal dan macet naik angkot bukan masalah, jika saya bisa bermanfaat dengan membantu teman saya kenapa tidak, ya kan? :)

Sebenarnya masih banyak cerita lainnya, seperti teman saya dulu yang jika tidak ada dirumah maka orangtua atau kerabatnya otomatis akan mencari dia di rumah saya, karena hampir setiap hari main dirumah saya bahkan mulai dari pulang sekolah. Kalau di rumah saya tidak ada ya sudah pasrah nunggu pulang sendiri, hehehe.

Ya, kalau kamu mempunyai teman introvert hargailah sebaik mungkin. Ini bukan karena saya orang introvert loh ya! Saya berpendapat secara objektif.

4. Introvert Tidak Sehebat Extrovert

Jika dilihat dari sisi berkeyakinan, pandai berbicara, dan berkarisma (karena mereka suka menjadi pusat perhatian) ini mungkin ada benarnya. Tapi bukan berarti bisa memberikan label extrovert lebih hebat dari introvert, karena orang introvert juga tentunya mempunyai kelebihan.

Setiap orang mempunyai kekuatan masing-masing, jangan pernah menilai kesempurnaan hidup sendiri berdasarkan jalan hidup orang lain. Sederhanya hidup ini seperti soal-soal saat ujian yang tiap soalnya memiliki kode sebagai ciri bahwa soalnya berbeda, kesalahan nya kita selalu ingin meniru jawaban orang lain, padahal soal yang harus dijawab kan berbeda.

Introvert ini Pendiam

Mitos Kepribadian Introvert
pexels.com

Ini kasusnya kurang lebih sama seperti mitos introvert pemalu, jadi tidak bisa memukul rata introvert pendiam. Orang introvert akan banyak bicara, suka mengobrol, blak-blakan apabila dengan teman dekatnya saja. Mereka tidak menunjukkan jati diri yang sebenarnya kepada semua orang.

Karena orang introvert juga dikenal dengan orang yang memiliki banyak topeng, mereka bisa menunjukkan karakter berbeda kepada orang lain (tapi bukan kepribadian ganda loh ya). Orang introvert ini merasa bahwa tidak perlu menunjukkan sisi kepribadiannya kepada setiap orang, sisi terhebat seringkali disimpan untuk orang dipercaya saja.

Sebenarnya orang introvert ini bukan pendiam, mereka hanya tak meyukai basa-basi atau menjadi tong kosong nyaring bunyinya, klentang-klentong kosong banyak bicara, oceh sana-sini ngga ada isi..... eh malah nyanyi, hehehe.

Kalau kamu ingin melihat orang introvert banyak bicara, cobalah membuka obrolan dengan topik yang berat bukan obrolan basa-basi, coba buka obrolan mengenai topik yang berhubungan dengan minat mereka. Bisa-bisa kalianlah yang nantinya akan terdiam.

Oke, itu saja dulu beberapa mitos berkaitan dengan kepribadian introvert. Sangat disayangkan ya banyak salah pemahaman tentang mereka hanya karena “tidak suka di keramaian”, “lebih suka sendirian”, “tidak pandai berbicara di depan orang banyak”, dan lain sebagainya. Padahal mereka juga memiliki banyak kelebihan.

Jadi, apakah menjadi orang introvert itu salah? Tidak ya, mau itu introvert atau extrovert masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, ayo hilangkan persepsi-persepsi negatif kepada orang introvert ini, ya secara keseluruhannya kepada siapapun itu.
 
Pandanglah orang lain dari sisi kelebihan yang dimiliki, tapi jangan kalian bandingkan dengan kekurangan yang kalian miliki ya.

Posting Komentar untuk "Apakah Memiliki Kepribadian Introvert Itu Salah?"

Ikuti via email