Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips Agar Tetap Konsisten Menerima Diri Sendiri Apa Adanya


Initentangpsikologi.com - Bisa jadi diantara kalian saat ini sedang mencoba belajar memahami dan berdamai dengan diri sendiri! Atau bisa jadi ada yang sudah berhasil melakukan hal itu. Tapi timbul sebuah pertanyaan, kira-kira seberapa konsistenkah hal tersebut terjadi? seringkali hanya dalam selang beberapa waktu saja semua sudah memudar dan penerimaan atas diri sendiri mulai menghilang lagi.

Lantas jika seperti itu, kira-kira bagaimana sih penerimaan terhadap diri sendiri ini bisa dengan konsisten kalian lakukan?
pexels.com
Pada dasarnya hidup ini ya kadang kala merasa bahagia, kadang kala merasa sedih, kadang kala merasa marah. It’s okay, memang seperti inilah kehidupan, dan bisa dibilang itulah seni dalam hidup! So, tinggal bagaimana bisa menyikapi dengan bijak saja.

Oke, kembali lagi ke pertanyaan bagaimana agar tetap konsistensi menerima diri sendiri. Sederhananya sih kalian membutuhkan beberapa prinsip untuk melakukan hal itu, apa saja prinsipnya? Simak ulasannya dibawah ini.

Baca Juga: Menjadi Pemimpin yang Karismatik

Semua Bergantung Pada Diri Sendiri

Ya, sebenarnya diri kalian sendiri lah yang mempunyai kuncinya. Kalian yang bisa mengetahui segimana sih standar yang membuat kalian merasakan kebahagiaan, kesediahan, kemarahan, ketidak nyamanan, keinginan ataupun mengenai kebaikan diri. 

pexels.com

Misalnya seperti apa sih? Misalkan “saya merasa bahagia kalau berpenampilan seperti ini! Saya merasa bahagia jika makan pakai tangan langsung di banding memakai sendok (tentu bukan makan sop ya, hehehe)! Saya bahagia kalau mendengarkan musik kesukaan saya”. Ya sudah lakukanlah hal yang mungkin terlihat sederhana itu.

Begitu juga dengan hal sebaliknya yang bisa membuat kalian merasa marah atau tidak nyaman! Misalkan “saya paling tidak suka sama cowok atau cewek yang sering caper! Saya akan marah jika ada orang yang tidak kenal sama sekali tau-tau mengkritik dengan seenaknya aja”. Ya sudah, sebisa mungkin kamu hindari dan abaikan hal-hal itu.

Kalau bagi kamu apa sih yang menjadi standar kebahagiaan atau kesedihan? Bisa tuliskan di kolom komentar ya!

Jangan Membandingkan dengan Orang Lain

Nah, setelah kalian mengetahui standar atau kriteria kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, dan lainnya. Perlu diingat bahwa standar tersebut kalianlah yang membuat dan pastinya akan berbeda dengan standar atau kriteria orang lain.
pexels.com
Jangan pernah sekalipun memaksakan standar yang sudah kalian buat kepada orang lain, karena mereka juga punya standar sendiri jadi tidak akan menerimanya. Begitupun sebaliknya, standar yang dimiliki orang lain tidak bisa kalian paksakan pada diri sendiri, bahkan standar orang terdekat sekalipun seperti orangtua tidak bisa kalian ikuti.

Jadi, mulailah berprinsip dengan kriteria atau standar yang kalian buat sendiri! Jika ada yang mengkritik abaikan saja, karena kembali lagi standar setiap orang ya berbeda-beda. Misalkan ada seorang cowok yang suka dengan pakaian warna pink, hal itu dianggap aneh karena pink identik dengan perempuan. Atau ada cewek yang senang memakai celana daripada rok, banyak yang mengkritik karena identik dengan laki-laki.

Nah, sekarang pertanyaannya dua contoh diatas sebenarnya bagaimana? Sah-sah saja dong! Tak ada hukum yang menyebutkan warna pink khusus perempuan dan celana khusus laki-laki.

Memandang Dari Sisi Positif

pexels.com
Jika kalian sudah membuat kriteria atau standar kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, dan lain sebagainya namun masih belum bisa untuk menerima diri dengan apa adanya. Jika demikian, sekarang cobalah untuk melihat kekurangan atau kelemahan yang ada pada diri kalian! Selanjutnya pandanglah dari sisi positifnya.
Misalkan “saya orangnya pemarah, nah bisa memandang kekurangan ini dari sisi positif yaitu cenderung dapat bersikap tegas dalam mengambil sikap!”, yang kedua misalkan “saya orangnya baperan, mudah terbawa perasaan, maka cobalah melihat dari sisi positif yaitu cenderung memiliki empati yang cukup tinggi!”. Intinya selalu berpikir positif ya.

Yang jelas jangan pernah sekali-kali membandingkan kekurangan atau kelemahan ini dengan kelebihan yang dimiliki orang lain, hal tersebut tentunya tidak akan seimbang.

Baca Juga: Tips Meningkatkan Self Acceptance dan Bangga Menjadi Diri Sendiri

Mencoba dan Terus Mencoba

Jika kalian pernah menonton film “Cinta laki-laki biasa” ada sebuah quotes luar biasa yaitu “mencoba dan terus mencoba akan lebih baik, perkuatlah harapan dengan do’a-do’a”. Ya, kurang lebih seperti itulah quotes-nya! Artinya apa? Jangan mudah menyerah!
pexels.com
Jika kalian sudah melakukan step by step diatas kemudian gagal, ya coba lagi dari awal. Sudah dilakukan terus gagal lagi ya coba lagi. Terus-menerus di ulang sampai akhirnya mindset kalian sudah terbiasa, karena bisa jadi kegagalan dalam menerima diri sendiri ini karena otak kalian belum terbiasa dengan prinsip diatas.

Ya, intinya tidak ada yang instan dalam berproses! Semuanya membutuhkan waktu! Tinggal bagaimana kalian selalu berpikir positif dalam melaluinya. Stay positive ya......

Posting Komentar untuk "Tips Agar Tetap Konsisten Menerima Diri Sendiri Apa Adanya"

Ikuti via email