Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Bukan Asal Ngomong, Ini Tips Jadi Motivator Menurut Merry Riana

Initentangpsikologi.com - Menjadi motivator tentunya tidak asal ngomong, kalau asal ngomong ya semua orang juga bisa aja, tapi buat apa jika seperti “tong kosong yang nyaring bunyinya”? kalau asal ngomong apa manfaatnya? Apa faedahnya?
 

Soft Skill dan Hard Skill yang diperlukan Untuk Menjadi Motivator Sukses


Jika berbicara suatu pekerjaan memang tidak bisa lepas dari hard skill ataupun soft skill, termasuk menjadi seorang motivator ini. Apalagi kalau kamu menjadikan hal ini bukan sekedar hobi namun dijadikan sebagai sebuah bisnis atau usaha. Maksudnya apa? Maksudnya kamu berbicara bukan hanya self employed untuk diri sendiri, bukan hanya untuk penyemangat atau memotivasi, tetapi bisnis bagi diri kamu. 

Tips Jadi Motivator Menurut Merry Riana
Merry Riana, Seorang Motivator dan Influencer (merryriana.com)

Oke, pertama berbicara soal hard skill jika ingin menjadi motivator yang perlu kamu kuasai atau minimalnya mengetahui lah, menurut Merry Riana kamu haru tahu persoalan manajemen bisnisnya seperti apa, financial planner nya seperti apa, strukturnya seperti apa, kemudian dalam hal marketing nya bagaimana, leader team nya seperti apa?

Sementara untuk soft skill jika ingin menjadi motivator yang harus dikuasai, karena menjadi seorang motivator ya harus menguasai: kemampuan dalam berbicara yang bagus (efektif dan efisien) agar bisa menyampaikan pesan atas apa yang kamu sampaikan, harus mempunyai rasa empati karena sebagai motivator tidak hanya ngomong tapi harus bisa menjadi pendengar yang baik juga.

Ya, pada dasarnya sama saja dengan bisnis-bisnis lainnya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kesuksesan suatu usaha, termasuk menjadi motivator ini. Apakah dengan pintar ngomong sudah cukup menjadi motivator? Kan tidak sesederhana itu! Kalau massage-nya ngga bisa tersampaikan ke audiens ya percuma juga.

Tips Generasi Millenial yang Ingin Menjadi Motivator

Pertama, Apa pesan yang ingin kamu sampaikan? Semua orang bisa terdampak, pesan yang kamu bagikan bisa berdampak pada orang yang mendengarkan. Baik pesan yang positif atau yang negatif. Oleh karenanya, poin penting pertama kalau mau menjadi seorang motivator atau public figure ya “massage” yang ingin kamu sampaikan ini apa.

Tips Jadi Motivator Menurut Merry Riana
Merry Riana Business Apprentice (@merryriana)

Berkaitan dengan hal ini biasanya ada dua tipe pesan yang bisa kamu bagikan, berhubungan dengan keahlian yang kamu miliki atau pengalaman yang kamu alami. Keahlian atau pengalaman ini jika dirasa akan memberikan manfaat bagi orang lain, maka inilah massage yang bisa kamu bagikan. Ya misalnya kamu dari keluarga kurang mampu bisa kuliah sampai S2, itu gimana caranya? Nah, kamu ceritakan bahwa itu berawal dari kamu kerja setahun setelah lulus SMA untuk mengumpulkan uang agar bisa kuliah S1, kemudian kamu berjuang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke S2.

Ya, cerita-cerita seperti itu tentu sangat bermanfaat bagi orang lain! Kenapa? Ya karena masalah tersebut bukan kamu saja yang mengalami, bukan satu-dua orang saja yang mengalami. Katakanlah 6 dari 10 lulusan SMA di Indonesia berlatar belakang keluarga kurang mampu, maka pengalaman hidup kamu bisa relate dengan sebagian orang yang baru lulus SMA ini.

Intinya itu yang harus kamu punya jika ingin menjadi motivator, massage apa yang ingin disampaikan serta tujuan massage kamu itu apa? Ini sangat penting! Karena soft skill menjadi motivator seperti kemampuan bicara, pemilihan kata saat menyampaikan, atau gesture tubuh itu bisa kamu pelajari seiring berjalannya waktu. Tapi massage, pesan dalam diri kamu yang ingin dibagikan adalah inti dari initi, core to core, hehehe. Meskipun pengalaman yang terlihat tak ada apa-apanya, bukan tidak mungkin berdampak besar bagi orang lain kok. 

Belajar Motivator Darimana?

Tips Jadi Motivator Menurut Merry Riana
Quotes Merry Riana (@merryriana)

Jika ada keinginan pasti ada jalan, kalau kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi motivator tentu tak ada alasan “harus mulai dari mana ya?”, “belajarnya gimana ya?”. Belajar dari seorang Merry Riana, di channel youtubenya ia mengatakan kalau dulunya belajar menjadi motivator secara otodidak (belajar sendiri, liat sendiri, dan improve sendiri). 

Ya bisa kamu bayangkan, Merry Riana dulu kuliahnya pun bisa dibilang ngga ada nyambung-nyambungnya sama motivator ini! Ya, Merry Riana kuliah jurusan teknik elektro, kalau disebuah panggung mungkin seharusnya dibagian lighting atau sounds ya? Tapi Merry Riana justru yang menjadi pembicara diatas panggung itu, dialah aktor utamanya.

Jurusan kuliah mungkin jauh dari motivator, tetapi pengalaman kerja yang dilalui dibidang sales sehingga terbiasa dengan kegiatan ngajar atau trainee membuat Merry Riana sedikit demi sedikit belajar berbicara didepan orang. Pada akhirnya nama Marry Riana mulai dikenal, kemudian ia sering diundang mengisi acara-acara di universitas. Saat itu apa massage yang Merry Riana bagikan? Ya, hanya seputar pengalaman hidup yang ia alami, cerita lika-liku jalan hidupnya.

Nah, ini strategi yang mungkin bisa kamu contoh dari seorang Merry Riana. Dulu saat mengisi acara seminar ia selalu meminta rekaman untuk ia dengarkan lagi nantinya. Untuk apa ini? Untuk evaluasi kira-kira adakah kata yang mungkin kurang tepat, adakah kalimat yang mungkin sulit dipahami, atau dari segi interaksi dengan audiens dirasa masih harus diperbaiki.

Learning by doing, itulah prinsip yang Merry Riana pegang saat belajar menjadi motivator. Tapi bukan berarti ikuti arus aja ya, ia pun kemudian mempelajari teknik-teknik, dan segala macam yang berhubungan dengan motivator.


Ya, itulah tips menjadi motivator menurut Merry Riana. Setiap orang punya keahlian, setiap orang punya pengalaman, tapi tak semua orang punya keberanian untuk membagikan ceritanya.



Referensi:
Video "Ini Hard Skill dan Soft Skill yang Kamu Perlu Punya Untuk Sukses" oleh Merry Riana.

Posting Komentar untuk "Bukan Asal Ngomong, Ini Tips Jadi Motivator Menurut Merry Riana"

Ikuti via email