Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Gejala-Gejala Konversi Dan Gangguan Psikosomatik

Initentangpsikologi.com - Beberapa gangguan fungsi psikis ditampilkan dalam gejala-gejalan jasmaniah tertentu misalnya dalam bentuk gejala muntah-muntah dan tertawa-tawa histeris, buta sementara, tidak bisa tegak berdiri dan tidak bisa berjalan sakit-sakit dibagian perut, punggung atau dada, dan lain-lain.


Gejala Konversi

Gejala sedemikian ini disebut gejala konversi. Konversi dalam hal ini diartikan sebagai; pengubahan yaitu ketegangan-ketegangan, konflik-konflik batin dan perasaan-perasaan negatif lain dikonversikan atau (conversio = memutar, berbalik, mengubah) diubah dalam bentuk gejala-gejala fisik tenentu.

Ilustrasi gambar (pexels.com)


Gejala konversi ini jika terus menerus dipertahankan, ataupun dipupuk, dibiasakan dan dibiarkan berkembang dikemudian hari bisa menjadi gangguan-gangguan organis dalam bentuk: atrofi otot-otot dan gejala kelumpuhan betul-betul.

 

Beberapa orang ahli menyebutkan gangguan-gangguan fungsi oleh sebab-sebab psikis pada organ-organ tadi sebagai neurosa organ. Jelaslah kini bahwa gangguan-gangguan fangsi psikis itu lambat Iaun bisa menjadi gangguan-gangguan organis tertentu.

Baca Juga: Gangguan-Gangguan Fungsional, Laesional, dan Psikogen

Gangguan Psikosomatik

Kecemasan-kecemasan dan konflik-konflik psikis yang kronis bisa memproduksi macam-macam penyakit jasmani. Hal ini disebabkan karena sistem syaraf dan sistem lisik gagal memperingan kecemasan dan konflik tersebut.


Maka ada interdependensi atau saling ketergantungan antara proses mental atau kejiwaan yang kisruh tadi dengan fungsi-fungsi somati atau fisik. Kejadian tersebut dinamakan: psychosomatic disorder atau gangguan kecemasan psikosomatik. Ini berarti bahwa kondisi psikis atau jiwa yang kisruh, macet, kacau-balau itu menentukan timbulnya penyakit soma atau badan.

 

Psikosomatis berasal dari dua kata yaitu psiko yang artinya psikis, dan somatis yang artinya tubuh. Dalam Diagnostic And Statistic Manual Of Mental Disorders edisi ke empat (DSM IV) istilah psikosomatis telah digantikan dengan kategori diagnostik faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis.

Gangguan Psikosomatik
Ilustrasi Stres Menyebabkan Sakit Kepala; Psikosomatik (pexels.com)


Secara singkat, Kellner (1994) mengungkapkan bahwa istilah psikosomatik menunjukkan hubungan antara jiwa dan badan. Gangguan psikosomatik didefinisikan sebagai suatu gangguan atau penyakit fisik dimana proses psikologis memainkan peranan penting, sedikitnya pada beberapa pasien dengan sindrom ini.

Baca Juga: Gangguan Tidur - Dampak Mematikan Begadang

Istilah psikosomatis berasal dari bahasa Yunani yaitu psyche yang berarti jiwa dan soma atau badan (Atkinson,1999). Dijelaskan oleh Kartono dan Gulo (1987) bahwa, psikosomatis adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh tekanan-tekanan emosional dan psikologis atau gangguan fisik yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan psikologis yang berlebihan dalam mereaksi gejala emosi. 

 

Selanjutnya Hakim (2004) menjelaskan bahwa, keluhan-keluhan psikosomatis dapat berupa, jantung berdebar-debar, sakit maag, sakit kepala (pusing, migren), sesak nafas dan lesu.

 

Reaksi somatisasi ini bisa mengenai semua fungsi dan sistem organis yang penting dari badan manusia. Misalnya mengenai alat pencernaan dan lambung atau perut, sistem peredaran darah, alat pernafasan, kelenjar, alat kelamin, persendian, kulit, limpa, jantung, dan lain-lain.

 

Beberapa ahli menyebut psikosomatisme ini sebagai otonomi psikofisiologis atau neurosa-organ (organnya jadi rusak oleh gangguan gangguan “neurons”). Maka setiap fungsi organis atau somatis yang terus-menerus diganggu oleh emosi-emosi yang kuat dan konflik-konflik batin yang kronis dan serius pasti bisa menjadi basis bagi kemunculan gangguan-gangguan psikosomatis.

Baca Juga: Pengertian Sakit dan Penyakit Gangguan Fungsi Psikis



Referensi Bacaan:

  • Alisjahbana, Anna. M, Sidharta; dkk. 1977. Menuju Kesejahteraan Jiwa. Jakarta: PT Gramedia.
  • Kartono, Kartini. 2014. Patologi Sosial 3: Gangguan-gangguan Kejiwaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  • Widakdo, Giri. 2013. Efek Penyakit Kronis Terhadap Gangguan Mental Emosional. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. Vol. 7, No. 7.


Posting Komentar untuk "Gejala-Gejala Konversi Dan Gangguan Psikosomatik"

Ikuti via email