Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Karakteristik Komunikasi Dalam Kelompok

Initentangpsikologi.com - Karakteristik komunikasi dalam kelompok ditentukan melalui dua hal, yaitu norma dan peran. 
 
Karakteristik Komunikasi Dalam Kelompok
Karakteristik Komunikasi Dalam Kelompok (pexels.com)


Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu sama lainnya. Norma oleh para sosiolog disebut juga dengan hukum (law) ataupun aturan (rule), yaitu perilaku-perilaku apa saja yang pantas dan tidak pantas dilakukan dalam suatu kelompok.

Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural, dan tugas.
1. Norma sosial mengatur hubungan di antara para anggota kelompok.
2. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan, apakah melalui suara mayoritas ataukah dilakukan pembicaraan sampai tercapai kesepakatan.
3. Dari norma tugas memusatkan perhatian bagaimana suatu pekerjaan harus dilakukan.

Peran adalah aspek dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannnya sesuai dengan kedudukannya, maka dia menjalankan suatu peran. Peran dibagi menjadi tiga, yaitu peran aktif, peran partisipatif, dan peran pasif.

1. Peran aktif adalah peran yang diberikan oleh anggota kelompok karena kedudukannya di dalam kelompok sebagai aktivis kelompok, seperti pengurus, pejabat, dan sebagainya.
2. Peran partisipatif adalah peran yang diberikan oleh anggota kelompok pada umumnya kepada kelompoknya, partisipasi anggota macam ini akan memberi sumbangan yang sangat berguna bagi kelompok itu sendiri.
3. Sedangkan peran pasif adalah sumbangan anggota kelompok yang bersifat pasif, di mana anggota kelompok menahan diri agar memberi kesempatan kepada fungsi-fungsi lain dalam kelompok dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi pertentangan dalam kelompok karena adanya peran-peran yang kontradiktif.


Komunikasi kelompok (group communication) termasuk komunikasi tatap muka karena komunikator dan komunikan berada dalam situasi saling berhadapan dan saling melihat. Komunikasi kelompok adalah komunikasi dengan sejumlah komunikasi.

Karena jumlah komunikan itu menimbulkan konsekuensi, jenis ini diklasifikasikan menjadi komunikasi kelompok kecil dan kelompok komunikasi besar.

a. Komunikasi Kelompok Kecil
Suatu situasi komunikasi dinilai sebagai komunikasi kelompok kecil apabila situasi komunikasi seperti itu dapat diubah menjadi komunikasi antarpesona dengan setiap komunikan.

b. Komunikasi Kelompok Besar
Suatu situasi komunikasi dinilai sebagai komunikasi kelompok besar jika antara komunikator dan komunikan sukar terjadi komunikasi antarpersona. Kecil kemungkinan untuk terjadi dialog seperti halnya pada komunikasi kelompok kecil.


Referensi Bacaan:
(1) Rakhmat, Jalaludin. 2009. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
(2) Tutiasri, Ririn, Puspita. 2016. “Komunikasi dalam komunikasi kelompok” Vol. 4, No. 1 (hal. 81-90). Yogyakarta: Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
(3) Bungin, Burhan. 2009. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana.
(4) Fajar, Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi: Teori & Praktik. Universitas Mercu Buana.

Posting Komentar untuk "Karakteristik Komunikasi Dalam Kelompok"

Ikuti via email