Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sejarah Perkembangan Asesmen Dan Tes Psikologi

 Sejarah Tes Psikologi sebelum Abad ke-19

2.200 tahun sebelum masehi, di Cina prosedur tes sudah mulai digunakan untuk memilih pegawai pemerintahan. 

 

sejarah tes psikologi
(pexels.com)

 

Aspek yang dites: pemahaman akan nilai-nilai kebudayaan dan pemerintahan, kemampuan menulis, memanah, berkuda, berhitung, bermusik, pemahaman mengenai agrikultur, geografi, pajak, hukum dan strategi militer.

Tes tersebut hanya bisa diikuti oleh keluarga kaya yang memiliki latar belakang anggota keluarga yang bekerja di pemerintahan. Pada dinasti tertentu, tes bahkan ditiadakan dan jabatan pegawai otomatis diisi oleh keluarga pegawai atau justru diperjual-belikan.

Keberhasilan dalam mengikuti tes ditunjukkan dengan pakaian tertentu atau diberikan hadiah berupa pembebasan dari pajak atau hukuman.

Baca Juga: Pengantar Asesmen Psikologi

Masa Yunani dan Roma Kuno

Pada abad pertengahan di masa Yunani atau Roma kuno, perspektif psikologi belum modern. Pemeriksaan psikologis dan pengelompokan kepribadian didasarkan pada aspek fisiologis seperti darah dan cairan tubuh. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi manusia yang memiliki karakter seperti iblis (berlawanan dengan dewa).

Tahun 1732-1734, Christian von Wolff mengajukan psikologi sebagai ilmu dan pengukuran psikologis menjadi salah satu bidang keahlian dalam ilmu tersebut.

Kemudian pada tahun 1859 tulisan Charles Darwin (1809-1882) berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection terbit. Meski bertentangan dengan ajaran dalam kitab agama, Darwin menyumbangkan dasar pemahaman mengenai manusia dan hewan serta memberikan dasar bagi penelitian perilaku manusia yang menggunakan objek hewan.

Darwin adalah tokoh pertama yang menunjukkan ketertarikan dan menggunakan istilah individual differences.

Sementara Francis Galton, terilhami oleh teori sepupunya yakni Charles Darwin tentang perbedaan individu. Ia tertarik mengelompokkan manusia berdasarkan bakat alami atau penyimpangan dari rata-rata. Ia kemudian banyak berkontribusi dalam pengembangan alat ukur yang digunakan dalam asesmen seperti questionnaires, rating scales, and self-report inventories.

Penelitian Galton fokus untuk membedakan manusia berdasarkan dimensi anthropometrik seperti tinggi badan, berat badan, panjang lengan, kemampuan melihat, membedakan warna, dan memori bentuk.

Baca Juga: Tips Agar Tetap Konsisten Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Era Laboratorium Psikologi Pertama

Asesmen menjadi aktivitas penting pada laboratorium psikologi pertama, yang didirikan di University of Leipzig di negara Jerman oleh Wilhelm Max Wundt (1832–1920). Penelitian awal Wundt bertujuan untuk merumuskan deskripsi umum tentang kemampuan dasar manusia dengan memperhatikan variabel waktu reaksi, persepsi, dan rentang perhatian.

Penelitian Wundt menunjukkan upaya pertama kali untuk mengendalikan pengaruh variabel eksternal (extraneous variables). Hal ini menjadi prinsip standardisasi dalam pelaksanaan tes psikologi.

Beberapa murid Wundt yang terkenal ialah: James McKeen Cattell, Charles Spearman, Victor Henri, Emil Kraepelin, E. B. Titchener, G. Stanley Hall, dan Lightner Witmer. Cattell adalah tokoh yang menciptakan istilah “mental test” pada tahun 1890.

Baca Juga: Konseling Ke Psikolog Itu Seperti Apa?

Sejarah dan Perkembangan Tes Psikologi pada Abad ke-20

Pengukuran Inteligensi

Tahun 1895, Alfred Binet dan Victor Henri menerbitkan beberapa artikel tentang pengukuran memori dan pemahaman sosial. Tahun 1905, Binet dan Theodore Simon menerbitkan 30 item “skala pengukuran inteligensi” yang dirancang untuk mengidentifikasi anak-anak sekolah di Paris yang mengalami retardasi mental.

Tahun 1939, David Wechsler seorang psikolog klinis di Rumah Sakit Bellevue New York mengembangkan alat ukur Wechsler-Bellevue Intelligence Scale yang kemudian direvisi menjadi Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS).

Pengukuran Kepribadian

Pada masa Perang Dunia pertama dan kedua, karena kebutuhan pengetesan massal maka perkembangan alat tes psikologi klasikal semakin pesat.

Di masa perang dunia satu, Psikolog Robert S. Woodworth yang mengepalai lembaga pemerintah Amerika Serikat diberi tugas untuk mengembangkan alat ukur yang bisa mengukur penyesuaian diri dan kestabilan emosional dengan administrasi yang cepat dan efisien untuk banyak orang, kemudian disebut Personal Data Sheet.

Setelah perang dunia pertama usai, namanya dirubah menjadi Woodworth Psychoneurotic Inventory, merupakan tes kepribadian self-report yang digunakan secara massal untuk pertama kalinya.

Untuk mengatasi kelemahan bentuk tes self-report dikembangkanlah bentuk tes proyektif. Contohnya; tes Rorschach.

Posting Komentar untuk "Sejarah Perkembangan Asesmen Dan Tes Psikologi"

Ikuti via email