Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Teori Kepribadian Gordon Allport

Initentangpsikologi.com - Kepribadian menurut Gordon Allport adalah suatu organisasi dinamis di dalam diri individu sebagai sistem psychophysis yaitu, menentukan cara khas dalam menyesuaikan diri dan lingkungan sekitar. 

 

Teori Kepribadian Gordon Allport
(pexels.com)

Dan mengapa Allport menggunakan istilah kata “organisasi dinamis hal ini dikarenakan bahwa realitas kepribadian selalu berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, meski pada dasarnya ada komponen penting yang mengikat dan menghubungkan dari berbagai komponen dalam kepribadian itu sendiri.

Kepribadian bukanlah suatu mental yang sifatnya ekslusif semata, melainkan semua komponen yang menyusun kepribadian adalah satu kesatuan yang utuh melingkupi tubuh dan jiwa seseorang. Dan dalam pernyataan ini Allport menggunakan istilah psychophysical.

Dalam penggunaan istilah “khas” Allport mengatakan bahwa setiap individu bertingkah laku dalam caranya sendiri, sebab setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Karena dua individu tidak akan mungkin memiliki kepribadian yang sama. Dan karnanya tidak akan ada dua orangpun yang bertingkah laku sama (meskipun ia anak kembar).

Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Self Acceptance dan Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kepribadian berbeda dengan watak karena watak mengisyaratkan norma tingkah laku tertentu atas dasar nilai dari perbuatan-perbuatan individu. Jadi, dalam menggambarkan watak individu, kata “baik” dan “buruk” seringkali dipakai.

Allport berpendapat bahwa watak adalah suatu konsep etis dan menyatakan bahwa “kami lebih suka mendefinisikan watak sebagai kepribadian yang dievaluasi, sedangkan kepribadian adalah watak yang dievaluasi” (character is personality evaluated and personalityin character devaluated. 1961, hlm 32).

Kepribadian dan temperamen sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami perubahan dalam perkembangan. Peranan keturunan atau dasar disini lebih penting atau besar dari pada segi-segi kepribadian yang lain.

Bagi Allport temperamen adalah bagian khusus dari kepribadian yang diberikan definisi demikian: “Temperamen adalah gejala kerakteristik dari pada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasanan hatinya, fluktuasi dan intensitas suasana hati, gejala ini tergantung pada faktor konstitusional dan karenanya terutama berasal dari keturunan.” (Allport, 1951).

Baca Juga: Apakah Memiliki Kepribadian Introvert itu Salah?

Peranan Motivasi Menurut Allport

Di banding dengan pakar kepribadian lainnya, Allport lebih menekankan pada pentingnya motivasi sadar. Orang yang sudah dewasa dan sehat biasanya sadar terhadap apa yang dilakukannya dan alasan mengapa mereka melakukannya. 

Namun Allport juga tidak mengabaikan pentingnya proses tidak sadar. Ia menyadari sebuah fakta bahwa motivasi didorong oleh impuls-impuls yang tersembunyi dan dorongan-dorongan yang ter-sublimasi.

Menurutnya, hampir semua tingkah laku yang paling komplusif itu terjadi melalui pengulangan yang otomatis, biasanya merugikan diri dan termotivasi oleh kecenderungan yang tidak disadari. Tingkah laku semacam itu berasal dari masa kanak-kanak dan menjadi tingkah laku kekanak-kanakan pada usia dewasa.

Secara psikologis orang dewasa yang sehat sebagian besar tingkah lakunya dimotivasi oleh pikiran sadar, sehingga peran proses tidak sadar dalam tingkah laku sangat kecil. Karena orang dewasa yang sehat, tingkah lakunya akan dikontrol oleh kesadarannya.

Allport berpendapat bahwa masa lalu individu bukanlah elemen penting dalam motivasi, menurutnya proses kognitif seperti tujuan dan rencana dari motivasi orang dewasa itu sangat penting. Karena manusia dewasa merupakan makhluk sadar dan rasional, yang berbuat berdasarkan apa yang diharapkannya dapat dicapai, bukan berdasarkan pengalaman masa lalu.

Baca Juga: Tips Agar Tetap Konsisten Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

1. Otonomi Fungsional

Konsep otonomi fungsional merupakan konsep Allport yang paling berbeda dan kontroversial. Otonomi funsional adalah suatu motif yang pernah eksis untuk suatu alasan praktis tetapi kemudian eksis demi dirinya sendiri. Dengan kata lain, sebuah motif yang awalnya merupakan cara untuk meraih sebuah tujuan tetapi kemudian berubah menjadi tujuan itu sendiri.

Misalnya, individu membaca mula-mula dengan tujuan memahami sesuatu, namun kemudian menjadi otonom. Ia membaca karena ingin dan puas dengan membaca(bukan puas karena pengetahuannya bertambah).

Menurut Allport, ada dua tingkat otonomi fungsional:

a. Otonomi fungsional terbiasa

Kebiasaan tingkat rendah yang tetap dipertahankan meski sudah tidak lagi funsional bagi sebuah kepribadian. Misalnya, anak remaja mula-mula belajar merokok karena ingin terlihat jagoan, tetapi sesudah itu dia merokok karena dia ingin merokok.

b. Otonomi fungsional propriate

Motif-motif penting yang disekitarnya seseorang mengorganisasikan hidupnya. Motif-motif ini menjadi independen dari kodisi-kondisi yang awalnya melahirkannya.

 

Referensi:

(1) Awisol. 2014. Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press.

(2) Feist, jess, Greorgory J. Feist, dan Tommi- Ann roberts. (2017). Teori kepribadian Edisi 8 - Buku 2. Jakarta: Salemba Humanika.

(3) Olson, Matthew. H dan Hargenhahn, B.R. 2013. Pengantar Teori Kepribadian Edisi ke-8. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Posting Komentar untuk "Teori Kepribadian Gordon Allport"

Ikuti via email