Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Definisi Humor, dan Humor Pada Bayi dan Balita

Definisi Humor

Humor merupakan kualitas mental terhadap suatu keadaan atau kondisi yang berhubungan dengan kelucuan, jenaka, menyenangkan dan dapat menyebabkan tertawa. Tertawa merupakan respon fisik terhadap humor. 

Definisi Humor, dan Humor Pada Bayi dan Balita
(pexels.com)
 

Menurut Arwah Setiawan (dalam Rahmanadji, 2009), humor itu adalah rasa atau gejala yang merangsang kita untuk tertawa atau cenderung tertawa secara mental. Ia bisa berupa rasa, atau kesadaran. Sementara di dalam diri kita (sense of humor) bisa berupa suatu gejala atau hasil cipta dari dalam maupun dari luar diri kita. 

Humor memiliki efek yang cenderung semua orang memilikinya. Efek yang dihasilkan ialah rangsangan yang timbul untuk tersenyum hingga tertawa terbahak-bahak. Humor merupakan salah satu wujud yang tidak dapat dihilangkan oleh manusia. Humor dapat saja menjadi wahana hiburan bagi seseorang, dapat pula sebagai sarana pendidikan dan sebagai sarana dalam kritik sosial bagi masyarakat.

Humor adalah ciri-ciri bahasa yang mampu menghidupkan suasana yang tegang menjadi lebih menarik. Berdasarkan pernyataan tersebut, humor memiliki peranan yang sangat sentral dalam kehidupan manusia, yakni sebagai sarana hiburan dan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas hidupnya.

Tidak kalah penting, humor sering pula dimanfaatkan untuk membawakan pesan-pesan pembangunan, dan menyampaikan kritik dan saran terhadap aneka bentuk kepentingan sosial dan problematika yang dihadapi masyarakat. Cerita yang beraspek humor, pada umumnya menceritakan kelucuan akibat kecerdikan, kebodohan, kemalangan, dan keberuntungan tokoh utamanya.

Baca Juga: Manfaat Bermain Bagi Perkembangan Anak

Menurut Sawedi (2012), humor dapat menimbulkan tawa karena hal-hal sebagai berikut:

a) Ada sesuatu yang rendah, atau lebih jelek penuturannya pada orang lain, tetapi enggan untuk mengatakannya secara langsung kepada yang bersangkutan, sehingga menimbulkan rasa tertawa bagi yang mendengarnya.

b) Ada penyimpangan dari sesuatu yang diharapkan oleh seseorang dari orang lain, sehingga menimbulkan berbagai bentuk reaksi dari orang yang mengharapkan berupa: raut muka atau mimik dengan pandangan mata yang meyakinkan atau dengan kata-kata yang spontanitas sesuai dengan kondisi pada saat itu.

c) Humor itu terjadi karena orang ingin membebaskan diri dari ketegangan dan tekanan psikis.

Humor Pada Bayi dan Balita

Humor Pada Bayi

Bahwa bayi mempelajari humor melalui sebuah proses mimikri, yaitu sebuah proses menirukan tingkah laku pihak lain, misal orang tuanya. Bayi mempelajari berbagai tingkatan humor sesuai dengan pertambahan usianya.

Para peneliti juga menemukan bahwa bayi mempelajari berbagai tingkatan humor sesuai dengan pertambahan usianya. Bayi mulai belajar melucu ketika berusia 18 bulan dan pada usia 2 tahun mereka sudah dapat membedakan humor mana yang benar-benar lucu atau tidak lucu sama sekali.

Baca Juga: 10 Tahap atau Periode Perkembangan Pada Manusia

Humor Pada Balita

Balita sangat responsif terhadap segala sesuatu. Ada beberapa cara yang lebih baik untuk membuat anak tertawa seperti mengejar dan menangkap dia (seperti: ketika Anda mencoba untuk menangkap anak Anda “namun tidak bisa”). Permainan petak umpat juga sangat menghibur bagi balita.

Cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan selera humor yang baik pada anak-anak:

Definisi Humor, dan Humor Pada Bayi dan Balita
(pexels.com)
 

1) Tertawalah bersama saat anak menceritakan leluconnya (terlepas itu lucu atau tidak lucu, ketewa aja ya, hehehe). Karena mau bagaimanapun selera humor balita dan orang dewasa tentu berbeda.

2) Pastikan bahwa kita mempunyai waktu untuk menceritakan lelucon-lelucon kepada mereka. Hal ini menjadi panutan bagi mereka untuk melakukan hal yang sama.

3) Fasilitasi kebutuhan humor mereka dengan menyediakan buku-buku humor, buku bergambar yang lucu, serta film-film jenaka yang mampu mengembangkan rasa humor mereka.

4) Ajari anak untuk mengenali dan mengetahui bahwa lelucon yang mengandung unsur tidak baik atau tidak sopan adalah tidak lucu. Ajari juga mana waktu dan tempat yang sesuai untuk menceritakan lelucon. Misalnya, tidak melucu saat sedang mengikuti acara keagamaan.

5) Ciptakan suasana rumah menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk membangun rasa percaya diri.

 

Penulis: Ikhda Arum W (1707016003)

Posting Komentar untuk "Definisi Humor, dan Humor Pada Bayi dan Balita"

Ikuti via email