Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perlunya Layanan Kesehatan Mental Bagi Siswa

Initentangpsikologi.com - Masalah kesehatan mental bisa menghampiri siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun profesi yang dimiliki oleh seseorang. Hal ini bisa dialami oleh kalangan atas, kalangan menengah, kalangan bawah, pejabat, ibu rumah tangga, karyawan, hingga pelajar. 


Perlunya Layanan Kesehatan Mental Bagi Siswa
Perlunya Layanan Kesehatan Mental Bagi Siswa (pexels.com)
 

Masalah kesehatan mental terdapat banyak jenisnya mulai dari permasalahan yang ringan hingga permasalahan yang akut. Mengenai kasus masalah kesehatan mental, di Indonesia ternyata kasusnya juga terus meningkat. Hal tersebut berimbas pada penurunan tingkat produktivitas seseorang dalam jangka panjang.

Mengacu pada hasil data riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, menunjukan prevalensi masalah kesehatan mental yang muncul dari gejala masalah kecemasan hingga masalah depresi pada usia 15-24 tahun mencapai 6% dari jumlah penduduk Indonesia (Balitbang Kemenkes RI, 2013).

Masalah kesehatan mental tidak bisa disepelekan begitu saja, terlebih pada saat pandemi seperti saat ini. Di masa pandemi, seseorang dituntut dengan berbagai kebiasaan baru seperti semua hal yang dilakukan dengan jarak jauh termasuk proses pembelajaran. Dalam kondisi seperti saat ini, siswa bisa saja rentan terhadap berbagai masalah kesehatan mental. 

Baca Juga: Cemas Berlebihan Saat Pandemi, Ini Akibatnya

Belajar Secara Online Bisa Memicu Stres

Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan seorang siswi SMA yang ditemukan bunuh diri dengan menenggak racun serangga, diduga stres karena harus belajar secara online dari rumah pada 17 Oktober 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan (Anjani, 2020). Lalu di Tarakan, Kalimantan Timur pada 27 Oktober 2020 ditemukan kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang siswa SMP dengan cara menggantung diri di rumahnya, diketahui bahwa sebelumnya siswa tersebut sempat mengeluhkan dengan banyaknya tugas sekolah yang diberikan selama pembelajaran jarak jauh (Hasan, 2020).

Penyebab masalah kesehatan mental yang dialami siswa bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktornya adalah persoalaan yang dihadapi oleh siswa seperti gagalnya adaptasi siswa terhadap proses pembelajaran jarak jauh, masalah ekonomi keluarga yang berdampak pada kebutuhan siswa, tugas yang dirasa semakin banyak daripada belajar secara tatap muka, dan sebagainya. 

Banyaknya permasalahan itu ternyata bisa saja membuat siswa stres berkepanjangan, frustasi, hingga depresi. Menurut penelitian Grand Challanges in student mental health, ditemukan adanya akibat dari tuntutan akademik, permasalahan dalam keluarga hingga lingkup sosial pertemanan dan percintaan terhadap masalah kesehatan mental seseorang (ILMPI, 2020).

Baca Juga: Bahaya Self Diagnosis Terhadap Kesehatan Mental

Layanan Kesehatan Mental Sangat dibutuhkan

Perlunya layanan kesehatan mental bagi siswa bertujuan untuk meningkatkan kesehatan secara psikis seperti menurunkan tingkat kecemasan, menurunkan tingkat depresi, meningkatkan kecerdasan emosional serta meningkatkan motivasi diri pada siswa (Qisthiyansyah, 2014). 

Dengan adanya layanan kesehatan mental bagi siswa seperti konseling, diharapkan mampu mengurangi stres belajar online yang dirasakan para siswa. Jika siswa yang sudah mengalami gejala stres maupun depresi tidak segera ditangani, bisa saja akan melakukan bunuh diri seperti beberapa contoh kasus yang ada.

Upaya yang Bisa dilakukan

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan pihak sekolah dalam pengembangan kesehatan mental siswa antara lain:

1. Pihak sekolah memastikan bahwa dalam kegiatan pembelajaran diperlukan waktu istirahat yang cukup. Hal ini berkaitan dengan penjadwalan dan beban tugas yang diberikan kepada siswa itu memberatkan atau tidak.

2. Pihak sekolah memastikan bahwa siswa mempunyai kesempatan untuk melakukan kegiatan yang dapat membuat rileks dan senang. Hal ini berkaitan dengan strategi pengajaran yang dilakukan, seperti adanya unsur hiburan atau cara mengajar yang meyenangkan bagi siswa meskipun dilakukan secara online.

3. Pihak sekolah memastikan siswa mendapatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual.

4. Pihak sekolah dan dinas terkait memastikan bahwa siswa yang memiliki masalah kesehatan mental agar memperoleh bantuan profesional kesehatan mental seperti psikolog dan psikiater.

 

Penulis: Choiril Anwar, 1707016117, Prodi Psikologi, Kelompok 134

 

Datar Pustaka 

1) Anjani. (2020, Oktober 19). Kronologi  Siswa SMA Ditemukan Tewas Bunuh Diri Diduga Akibat Stress Belajar Online. Kompas.com. Diakses dari https://www.kompas.tv/article/117155/kronologi-siswa-sma-ditemukan-tewas-bunuh-diri-diduga-akibat-stress-belajar-online pada 30 Oktober 2020. 

2) Balitbang Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. 

3) Hasan. (2020, Oktober 28). Siswa SMP Gantunf Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ. Goriau.com. Diakses dari https://www.goriau.com/berita/baca/siswa-smp-gantung-diri-setelah-keluhkan-banyaknya-tugas-dari-guru-selama-pjj.html pada 30 Oktober 2020. 

4) ILMPI. (2020, Januari 14). Layanan Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus:Urgensi dan Solusi. Ilmpi.org. Diakses dari http://ilmpi.org/artikel-kajian/artikel/layanan-kesehatan-mental-di-lingkungan-kampus-urgensi-dan-solusi/ pada 30 Oktober 2020. 

5) Qisthiyansyah, Luthfi. (2014). Pengaruh Pemberian Usaha Kesehatan Jiwa Sekolah terhadap Tingkat Depresi Siswa Kelas IX dalam Menghadapi Ujian Nasional di Kecamatan Gamping. Naskah Publikasi. Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Posting Komentar untuk "Perlunya Layanan Kesehatan Mental Bagi Siswa"

Ikuti via email