Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Akulah Sang Motivator


“Aku harus gimana lagi? Aku udah pasti gak bisa ngelakuin itu kayaknya.

“Sekarang kayaknya udah buntu, gak tahu mau gimana lagi. Aku nyerah aja deh.

“Aku putus asa, udah males.

“Aku butuh motivasi!!!”

 

Mungkin kalimat-kalimat di atas sering kita ucapkan dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. Sebenarnya apa sih motivasi itu? dan bagaimana cara kita mendapatkan motivasi? Kamu harus memahami arti dari motivasi, baru kemudian mencari cara untuk mendapatkan motivasi itu sendiri.

Akulah Sang Motivator
(pexels.com)

Apa itu Motivasi?

Motivasi berasal dari kata latin “Movere” yang dapat diartikan sebagai daya penggerak atau dorongan. Steers (1995) mendefinisikan motivasi sebagai keadaan intern individu yang mengaktifkan dan mengarahkan perilakunya kepada sasaran tertentu. Dengan kata lain motivasi merupakan suatu dorongan untuk menggerakan langkah mencapai tujuan yang diharapkan.

Dengan motivasi inilah kamu dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Banyak orang menunggu motivasi dulu, baru mau melangkah mencapai tujuan yang diinginkan. Memang benar jika motivasi merupakan penggerak, namun mau sampai kapan kamu menunggu? Maka melangkahlah, bergeraklah, sehingga kamu dapat menemukan motivasi ketika kamu sedang berproses mencapai tujuan yang kamu inginkan.

Baca Juga: Bukan Asal Ngomong! Ini Tips Menjadi Motivator Menurut Merry Riana

Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Muhibbin Syah (2010), berpendapat dalam buku psikologi pendidikan dengan pendekatan baru, bahwa motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari diri sendiri yang biasanya bersifat kekal. Sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan motivasi yang berasal dari luar diri yang biasanya bersifat sementara.

Motivasi yang berasal dari diri sendiri biasanya bersifat kekal, akan tetapi banyak orang mengira bahwa motivasi yang kekal berasal dari luar diri misalnya dari motivator kondang, orang tua ataupun idolanya.

Hal ini pernah saya rasakan ketika mengikuti seminar bisnis oleh salah seorang pengusaha muda terkenal di Indonesia. Memang benar ada motivasi kuat untuk membuka bisnis dalam diri saya, namun hal tersebut hanya bertahan dua hari, setelahnya saya sudah melupakan keinginan untuk membuka bisnis. Nah, disinilah peran “AKU” dalam memotivasi diri harus muncul.

Maksudnya motivasi ekstrinsik harus diimbangi dengan motivasi intrinsik yang kuat karena mustahil jika kamu memiliki motivasi dari luar dan tidak diimbangi dengan motivasi yang berasal dari dalam dirimu sendiri. Sehebat apapun motivasi yang lahir dari mulut motivator, peran “AKU” sebagai motivator tetap harus bertanggung jawab atas perubahan yang diinginkan. Seperti halnya kamu lulusan dari sekolah ataupun kampus apapun baik itu negeri ataupun swasta semuanya sama.

Karena pada dasarnya lembaga pendidikan hanya memfasilitasi kamu menuju kesuksesan, sedangkan kesuksesan itu sendiri berada di tanganmu. Begitu pula motivasi. Motivator hanya memfasilitasi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan, sedangkan peran “AKU” sebagai motivator adalah pendorong terbaik untuk bertanggung jawab atas dampak yang telah ditentukan.

Baca Juga: Tips Meningktkan Self Acceptance dan Bangga Menjadi Diri Sendiri

Akulah Sang Motivator

Diriku bersama dengan segala niat yang kumiliki menjadikan “AKU” sebagai motivator untuk mengumpulkan segala kekuatan yang bisa mengubah lingkunganku yang akhirnya akan mengubah duniaku. Tidak ada motivator terbaik selain “AKU”.

Tips suksesnya adalah dengan belajar dari pengalamanmu juga pengalaman orang lain yang harus terus kamu pelajari. Kamu harus menanamkan kepercayaan bahwa Akulah yang bertanggung jawab atas diriku. Aku bukan korban, aku bukan penonton, akulah sang tokoh utama dalam kehidupanku sendiri. 

Aku adalah penyebab atas kesuksesan ataupun kegagalan hidupku. Orang yang bertanggung jawab atas hidupku adalah diriku sendiri, mungkin orang lain di sekelilingmu dapat mempengaruhi namun keputusan tetap berada dalam tanganmu.

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk menumbuhkan motivasi dalam dirimu yaitu dengan mengenali dirimu sendiri, Setelah kamu mengenali dirimu, yang harus kamu lakukan adalah bersyukur dan menerima apapun yang ada dalam dirimu baik itu kekurangan maupun kelebihan yang kamu miliki. Hal ini dapat memudahkanmu untuk menggali potensi yang sudah kamu miliki. 

Hal selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mengenali orang lain, bukan berarti kamu harus membandingkan dirimu dengan orang lain namun, kamu harus belajar dari orang yang lain. Selain kamu dapat memperbaiki diri dengan mengenali diri sendiri, mengenali orang lain juga dapat membantu kita untuk memperbaiki diri.

Sebagai penutup saya menemukan quote menarik yakni :

“jika sebuah telur dipecahkan dari kekuatan luar maka kehidupan yang ada di dalamnya akan berakhir, namun berbeda jika sebuah telur dipecahkan dari kekuatan dalam telur itu sendiri, maka kehidupan baru akan lahir. Karena pada dasarnya hal-hal besar selalu dimulai dari dalam”.

Bagaimana? Masih belum yakin pada dirimu sendiri?


Penulis: Nu'umatul Fikkri

Posting Komentar untuk "Akulah Sang Motivator"