Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengatasi Stres pada Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Initentangpsikologi.com - Semenjak diberlakukannya sekolah daring pada maret 2020. Ada beberapa masalah yang muncul terutama di dunia pendidikan yaitu adanya pergantian kurikulum yang khusus dalam pembelajaran pada masa covid-19. Hal tersebut membuat para guru kebingungan dalam mengajar yang dilakukan secara daring atau lewat online.


Situasi ini membuat pembelajaran kurang efektif karena minimnya pelatihan dalam meningkatkan kapasitas pembelajaran daring dan minimnya fasilitas pendukung pembelajaran. Selain itu, siswa mengalami tekanan seperti kelelahan dalam belajar daring yang pada akhirnya membuat siswa merasa jenuh bahkan stress.

Mengatasi Stres pada Siswa di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi (pexels.com)

Tekanan tersebut disebabkan karena kurangnya sarana media gadget dan internet yang cukup dan memadai. Hasil survei menyatakan 99% anak menganggap bahwa gerakan di rumah aja adalah hal yang sangat penting,” ujar Lenny N Rosalin Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak dalam konferensi pers, Sabtu (11/4/2020).

Ia menambahkan, 58% anak memiliki perasaan yang tidak menyenangkan selama menjalani kebijakan belajar di rumah. Sedang, 38% anak berpendapat bahwa sekolah belum memiliki program yang baik dalam menerapkan kegiatan belajar di rumah. (Liputan6.com, 2020).

Jenis Stres Akademik

Menurut Matheny (1993), terdapat dua jenis stres akademik di lingkungan sekolah, yaitu:

a. Academic Stressor, yaitu stres yang berkaitan dengan berbagai tugas akademik sekolah seperti penguasaan materi dan evaluasi belajar materi.

b. Social Stressor, yaitu stres yang berkaitan dengan interaksi atau hubungan interpersonal di sekolah seperti, berinteraksi dengan guru, teman sebaya maupun segala macam bentuk partisipasi siswa di dalam kelas.

Selain disebabkannya karena kelelahan kemampuan siswa untuk menyeseuaikan sekolah daring. Faktor kurangnya motivasi dari internal dan eksternal juga belum terpenuhi sehingga menjadi besarnya tekanan yang terjadi pada siswa. Faktor lainnya adalah munculnya perasaan cemas secara terus-menerus yang dapat menyebabkan siswa menjadi stres.

Menurut Sandi Kartasasmita yang merupakan seorang psikolog dari Universitas Tarumanegara, gangguan kecemasan yang berlebih dapat menjadi stres dan depresi (Firmansyah, 2020). Selain itu karena kurangnya kemandirian siswa dalam menjalani proses pembelajaran daring (dalam jaringan). Hal ini mempengaruhi mindset siswa bahwa hanya gurulah yang seakan menjadi satu-satunya sumber pembelajaran dan siswa hanya sebagai pendengar atau subjek dari pembelajaran yang pasif tersebut.

Adaptasi Baru Bisa Sebabkan Stres Tersendiri

Penerapan protokol kesehatan seperti physical distancing, memakai masker serta mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer yang memaksa para siswa harus bersikap dan melakukan aktivitas dari rumah dan semakin bertambahnya stres pada siswa. Banyak hal yang dilakukan orang tua selama mendampingi para siswa di rumah dan perlunya keseimbangan antara motivasi dari internal-eksternal dan bagi siswa dilatih belajar mandiri secara perlahan oleh orang tua.

Orang tua juga harus sekreatif mungkin dalam mendampingi proses pembelajaran pada siswa sehingga para siswa tidak merasa bosan. Saat pembelajaraan di rumah selalu menyenangkan dan siswa dapat menggali hobi yang diminatinya sehinnga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para siswa untuk menyalurkan bakat dan minatnya serta dapat mengurangi stres pada siswa.

Hal yang Dapat dilakukan untuk Meminimalisir Rasa Stres

Menurut para pakar kesehatan mental, Jhons Hopskins (Pearce,2020) mengemukakan terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan selama di rumah untuk mengurangi stres siswa di tengah pandemi Covid-19. Saat ini bisa dengan berolahraga, menonton video yang seru dan melakukan hal yang disukai.

Selain itu guru juga dapat minimalisir stres yang terjadi pada siswa dengan mengatur intensitas pemberian tugas sekolah dan tidak memandang atau mengutamakan aspek akademiknya. 

Guru konseling juga penting untuk siswa dengan hal tersebut guru bisa memberikan pengetahuan yang lebih serta pemahaman tentang solusi menanggulangi stres pada siswa yang mengalaminnya.

Dengan hal ini dari pihak sekolah harus memfasilitasi kebutuhan siswanya serta menyediakan waktu khusus pada siswa untuk menyelesaikan masalah selama sekolah daring.

 

Penulis: Qurotul A’yuni (Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan)


Daftar Pustaka

https://www.liputan6.com/health/read/4224969/belajar-di-rumah-akibat-corona-covid-19-ini-pendapat-dan-harapan-anak-indonesia pada 17 November 2020.

firmansyah, M. ( 2 April 2020). Ancaman Psikologis dan imbas cemas akibat pandemi COVID-19. Alenia.id diakses dari https://www.alinea.id/gaya-hidup/ancaman-psikologis-dan-imbas-cemas-akibat-covid-19-b1ZLh9sWk.

pearce, K. (26 Maret 2020), Social distancing? Here’s How to prioritize self-care. Jhon Hopkins University. Diakses dari Https://www.sehatq.com/artikel/COVID-19-ditetapkan-sebagai-pandemi-apa-artinya.

Posting Komentar untuk "Mengatasi Stres pada Siswa di Masa Pandemi Covid-19"

Ikuti via email