Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Menghadapi Kecemasan Saat Pandemi Covid-19

Initentangpsikologi.com - Saat ini, dunia dihebohkan dengan wabah Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona. Covid-19 merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernafasan manusia. Penularan Covid-19 ini melalui droplet orang terjangkit virus corona, bisa juga melalui batuk atau mengeluarkan napas.


Droplet ini kemudian mengenai permukaan benda di sekitarnya. Orang yang menyentuh permukaan benda tersebut kemudian menyentuh hidung, mata, serta mulutnya, maka orang tersebut dapat terjangkit virus corona. Apabila orang menghirup droplet dari batuk atau napas orang yang terjangkit corona itu juga akan terinfeksi.

Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan mental adalah keadaan psikologis dan emosional yang baik sehingga individu dapat mengelola emosi dan kognisi, berfungsi dalam komunitasnya, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi salah satu unsur penting. Apalagi saat pandemi virus corona ini yang rentan terjadinya ganguan mental seperti cemas, depresi dan panic attack.

Menghadapi Kecemasan Saat Pandemi Covid-19
(pexels.com)

Kesehatan mental ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik kita yang di kenal dengan psikosomatis. Contohnya ketika seseorang merasa depresi akan memicu risiko terkena penyakit berbahaya seperti serangan jantung, kanker, stroke, dan diabetes.

Tekanan mental atau yang dikenal dengan depresi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan aktivitas harian yang berhubungan dengan depresi juga dapat memicu risiko terserang penyakit, seperti menurunnya nafsu makan.

Baca Juga: Bahaya Self Diagnosis Terhadap Kesehatan Mental

Gangguan Kesehatan Mental Saat Pandemi

Gangguan kesehatan mental yang muncul selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai sebab, misalnya ketakutan akan wabah, kesepian dan kesedihan akibat ketidakmampuan untuk bertemu kerabat dan teman, merasa terisolasi selama diisolasi, mengkhawatirkan kebutuhan hidup, kecemasan akan kejelasan (apakah dia bisa aman dari penularan, kemudian sampai kapan keadaan ini akan berlangsung, dan lain sebagainya).

Permasalahan ini memicu kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan yang sering terjadi. Perubahan suasana hati (mood) timbul secara beragam. Seperti merasa sedih, stress dan depresi dalam jangka waktu yang lama. Paranoid atau memiliki rasa cemas yang terlalu besar terhadap sesuatu yang tidak semestinya dicemaskan.

Kecemasan dapat didefinisikan sebagai keadaan suasana hati yang tidak bahagia dan biasanya dicirikan dengan ketakutan, perasaan yang tidak rileks, kecemasan serta aktifnya sistem saraf pusat. Kecemasan merupakan reaksi yang normal apabila seseorang merasa tertekan. Akumulasi konflik, frustasi, serta stres bisa menyebabkan gangguan kecemasan.

Baca Juga: Siklus Cemas - Rasa Cemas Jangan diabaikan

Dampak Rasa Cemas yang Berlebihan

Dampak dari kecemasan akan sistem saraf neurotransmitter terjadi peningkatan sekresi kelenjar norepinefrin, serotonin, dan gama aminobuyric acid sehingga suatu gangguan akan terjadi. Berikut gangguan-gangguan yang dapat muncul :

a) Fisik, diantaranya perubahan suhu tubuh, sakit kepala, berubahnya denyut jantung, mual, diare, muntah, kehilangan nafsu makan, menurunnya berat badan secara ekstrim.

b) Indikasi gangguan tingkah laku, diantaranya aktivitas psikomotorik berkurang atau bertambah, berbicara dengan kasar, sukar untuk tidur

c) Gejala gangguan mental, diantaranya kurang konsentrasi, gangguan pola pikir, kehilangan ingatan, kehilangan kemampuan persepsi, phobia, ilusi dan halusinasi.

Gangguan kecemasan mengakibatkan susah bersosialisasi dan berkonsentrasi sehingga menghambat dalam menjalankan fungsi sosial suatu individu, pekerjaan serta peranannya, sehingga berbagai bentuk pengelolahan kecemasan harus dilakukan. Beberapa individu kadang kurang mampu mengendalikan kecemasan yang dihadapinya, sehingga terjadi disharmoni dalam tubuh.

Baca Juga: Kesehatan Mental dalam Lingkup Keluarga dan Sekolah

Cara Menghadapi Rasa Cemas Berlebih Saat Pandemi

Berikut adalah cara menghadapi kecemasan selama masa pandemi covid-19 :

1. Memilih dan mengklasifikasikan sumber informasi yang akurat dan andal

Tidak dapat dipungkiri segala aktivitas kita tidak jauh-jauh akan informasi mengenai Covid-19. Ketika kita berkerja kita membuka gadget kita pasti terpapar berita mengenai perkembangan Covid-19. Begitu pula ketika kita menonton televisi sudah dipastikan banyak juga berita yang muncul Covid-19. Terkadang banyak pula beredar berita-berita hoax yang kita dapati di media sosial kita.

Lalu bagaimana cara kita menyaring berita tersebut.? Pastikan sumber berita yang kalian akses itu terpercaya. Selain itu kita dapat melihat berita atau informasi positif dari covid agar pikiran kita tidak terstimulus menjadi negatif. Seperti berita banyakya jumlah pasien yang sembuh ataupun banyaknya donasi apb yang diberikan dan lain-lain.

2. Menjaga rutinitas harian

Menjaga aktivitas yang biasa dilakukan seperti tetap bekerja, tetap beribadah, serta tetap menjaga kesehatan kita. Kita bisa membuat daftar aktivitas yang kita lakukan agar lebih terperinci dan terarah.Tetaplah melakukan interaksi atau komunikasi dengan orang terdekat seperti teman, sabahat dan keluarga untuk menghilangkan rasa jenuh yang kita alami selama masa pandemi ini. Saling berbagi informasi juga sangat kita butuhkan sehingga kita bisa tetap terjaga kesehatan fisik maupun psikisnya.

3. Melakukan aktivitas positive

Melakakan aktivitas yang lebih positive di antaranya ialah berempati dengan sesama manusia yang lainnya. Kita bisa menggalang donasi untuk membantu saudara-saudara kita di luar sana. Kita juga dapat melakukan aksi seperti membagikan masker dan juga hand sanitizer. Kita juga tetap selalu mensyukuri atas segala nikmat yang diberikan kepada kita.

4. Melakukan mindfulness

Melalui meditasi mindfulness kita dapat merasa utuh dengan sensasi tubuh, perasaan, pikiran, suara, dan bayangan yang terbetik di benak pikiran. Latihan meditasi mindfulness ini menekankan pada pernafasan, fungsinya untuk mengurangi stres, untuk menjadi mindful kita perlu memiliki sikap yang benar.

Kita perlu fokus dalam melakukan meditasi menyatukan fungsi pikiran kita dan suasana hati kita serta aktivitas yang kita lakukan. Kita harus bisa menerima kedaan yang kita alami. Kita juga perlu menerima diri kita apaadanya, dengan memaafkan diri kita, mencitai diri kita, serta menyadari emosi yang ada dalam diri kita. Kita perlu mengelola emosi dengan benar agar meditasi kita dapat berhasil.


Daftar Pustaka :

Ramaiah, S. (2003). Kecemasan, bagaimana mengatasi penyebabnya. Yayasan Obor Indonesia.

Muarifah, A. (2005). Hubungan kecemasan dan agresivitas. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2), 102-112.

Lutfa, U., & Maliya, A. (2008). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien dalam tindakan kemoterapi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta.

 

Penulis : Deavira Aribowo

Posting Komentar untuk "Menghadapi Kecemasan Saat Pandemi Covid-19"

Ikuti via email