Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Teori Rekapitulasi Berkaitan dengan Kegiatan Bermain Anak

Initentangpsikologi.com - Gross Stanley Hall, professor psikolog dan pendagogik yang berminat terhadap teori evolusi dan pendidikan, serta mempelajari perkembangan anak. Gross Stanley Hall meninjau bermain dari teori rekapitulasi, dan gagasannya adalah sebagai berikut: 

Anak merupakan mata rantai evolusi dari makhluk hidup terdahulu sampai menjadi manusia”.

Artinya anak menjalani tahapan evolusi, mulai dari protozoa (hewan bersel satu) sampai menjadi janin. Sejak bertemunya sel telur dengan sperma sampai anak lahir, yang melalui beberapa tahap perkembangan. 

Dengan demikian, perkembangan seseorang akan mengulangi perkembangan ras tertentu sehingga pengalaman-pengalaman ’nenek moyangnya’ akan tertampil di dalam kegiatan bermain pada anak (dalam Millar, 1972 dan johnson et al, 1999).

Teori Rekapitulasi dan Kegiatan Bermain Anak

Teori Rekapitulasi Berkaitan dengan Kegiatan Bermain Anak
Ilustrasi (pexels.com)

Teori rekapitulasi berhasil memberi penjelasan lebih rinci mengenai tahapan kegiatan bermain yang mengikuti urutan sama seperti evolusi makhluk hidup. Sebagai contoh, kesenangan anak untuk bermain air dapat dikaitkan dengan kegiatan ’nenek moyangnya’, species ikan yang mendapat kesenangan di dalam air.

Anak yang berkeinginan untuk memanjat pohon dan berayun dari satu dahan ke dahan lain sebagai cerminan kebiasaan monyet dan perilaku bermain, jenis ini muncul sebelum anak terlibat dalam kegiatan bermain kelompok. Anak usia 8-12 tahun, anak senang berkemah, berperahu, memancing, berburu bersama sekelompok teman dan ini merupakan cermin kebiasaan masyarakat primitif.

Teori yang diajukan Gross Stanley Hall tentu saja mempunyai kelemahan, tetapi sekaligus memberi sumbangan karena kegiatan bermain yang dulunya dianggap tidak berguna, pada kenyataannya mempunyai manfaat secara biologis, paling tidak untuk mempertahankan hidup. Selain itu pendapat bahwa bermain merupakan sarana melatih keterampilan tertentu masih bisa diterima.

Baca Juga: Manfaat Bermain Bagi Perkembangan Anak

Peran Teori Rekapitulasi

Tidak hanya itu, teori rekapitulasi dianggap mempunyai peran besar karena berhasil mendorong minat ilmuwan lain untuk mempelajari perilaku anak dalam berbagai tahap usia. Kemudian ada teori praktis yang diajukan oleh Karl Groos, seorang filsuf yang meyakini bahwa bermain berfungsi untuk memperkuat instink yang dibutuhkan guna kelangsungan hidup di masa mendatang.

Dasar teori Karl Groos adalah prinsip seleksi alamiah yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Binatang dapat mempertahankan hidupnya karena dia mempunyai keterampilan yang diperoleh melalui bermain. Bayi yang baru lahir dan juga binatang mewarisi sejumlah instink yang tidak sempurna dan instink ini penting guna mempertahankan hidup. 

Bermain bermanfaat bagi yang masih muda dalam melatih dan menyempurnakan instink-nya. Jadi tujuan bermain adalah sebagai sarana latihan dan mengelaborasi keterampilan yang diperlukan saat dewasa nanti.

Contoh bahwa bermain berfungsi sebagai sarana melatih ketrampilan untuk bertahan hidup dapat kita amati pada anak-anak kucing yang lari mengejar dan menangkap bola sebagai latihan menangkap mangsanya. Bayi menggerak-gerakkan jari, tangan, dan kaki tiada lain sebagai latihan untuk mengkontrol tubuh. Bayi berceloteh untuk melatih otot-otot lidah yang dibutuhkan untuk bicara.

Baca Juga: Peran Lingkungan dalam Kegiatan Bermain Anak

Dasar Teori Rekapitulasi

Pada intinya, teori rekapitulasi berdasarkan teori evolusi manusia. Gross Stanley Hall menggambarkan bermain sebagai kebiasaan manusia menggunakan motorik untuk bergerak. Seperti gerakan-gerakan yang sering dilakukan binatang di hutan. Anak-anak yang senang sekali bergelantungan seperti monyet di pohon, memanjat atau berjingkat-jingkat termasuk model bermain ini. Permainan yang membutuhkan ekspresi instingnya sebagai makhluk hidup.

Permainan merupakan kesimpulan dari masa lalu (anak-anak akan bermain  yang pernah dimainkan oleh nenek moyang), serta pertumbuhan jiwa manusia yang wajar haruslah menjadi tahap-tahapan perkembangan manusia yang wajar sampai pada pertumbuhan yang sempurna.

Pertumbuhan manusia > masa parental (pertumbuhan kelahiran) > masa bayi dan masa kanak-kanak > masa remaja > masa dewasa > masa tua.

Namun pada saat ini kondisi permainan tradisional hampir tergeser oleh permainan modern hasil kemajuan IPTEK. Bahkan sudah dilupakan oleh anak-anak pada saat ini.

 

Nama: Moch Alvandika Yahya (1707016067)

Posting Komentar untuk "Teori Rekapitulasi Berkaitan dengan Kegiatan Bermain Anak"