Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Manfaat Berkebun Terhadap Kesehatan Mental Lansia

Initentangpsikologi.com - Keadaan mental yang baik penting untuk kesejahteraan setiap orang. Di seluruh dunia, diperoleh data kurang lebih 450 juta orang yang mental dan perilakunya terganggu. Gangguan yang dialami di antaranya seperti stress, depresi dan gangguan bipolar.


Orang yang bergumul dengan keadaan mentalnya mungkin tahu bahwa ketegangan, kesedihan, depresi, kecemasan, masalah hubungan, pikiran untuk mengakhiri hidup, berbagai gangguan mood, atau gangguan mental lainnya memiliki derajat yang berbeda-beda. Kondisi kesehatan psikologis yang paling parah tidak akan sembuh. Tetapi mereka dapat dirawat, sehingga kondisi mereka akan menjadi lebih baik.

Permasalahan Stres

Stress merupakan suatu reaksi fisiologis tubuh kita terhadap suatu peristiwa yang terjadi secara eksternal. Stres biasa terjadi ketika ada suatu peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Atau ketika seseorang merasa tuntutan dari luar tidak dapat terselesaikan oleh dirinya atau ia merasa tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyelesaikan tugasya.

Stres yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan fisik. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan stroke, serangan jantung, dan penyakit psikologis misalnya depresi.

Baca Juga: Menghadapi Kecemasan Saat Pandemi Covid-19

Permasalahan Depresi

Depresi adalah suatu gangguan mental (psikologis) yang berhubungan terhadap suasana perasaan. Depresi ialah gangguan yang dipengaruhi oleh stress psikososial. Gejala depresi dapat berupa kehilangan kesenangan dan minat, perasaan bersalah yang berlebihan, merasa rendah diri, merasa lemas, konsentrasi yang rendah, serta gangguan pola makan dan tidur.

Area otak yang dikenal sebagai amigdala mengandung neuron yang menjorok ke dalam batang otak dan berfungsi dalam mengatur tidur. Amigdala juga terkait dengan pemrosesan pikiran negatif dan dapat membesar, hiperaktif, atau disfungsional pada beberapa orang yang depresi.

Stres dan depresi telah meyerang banyak individu di dunia ini. Stres dan depresi sangatlah wajar dialami banyak individu. Akan tetapi jika stres dan depresi dibiarkan akan membebani pikiran hingga menganggu produktivas kita. Stres dan depresi juga berpotensi menimbukan banyak permasalahkan yang serius, seperti kematian.

Baca Juga: Perlunya Layanan Kesehatan Mental Bagi Siswa

Kesehatan Mental Lansia

Beberapa penelitian mengatakan bahwa hal yang paling penting terhadap kualitas hidup lansia yaitu kesehatan mental. Kualitas hidup usia renta yang mampu menerima keadaannya secara batin dan menikmati masa tua lebih baik dibandingkan yang tidak mampu memaknai kehidupannya.

Depresi adalah suatu gangguan mental atau psikologis yang sering kita jumpai pada lansia. Ada sekitar 4.7-16% lansia yang mengalami prevalensi depresi dari 487.275 lansia berdasarkan analisis 74 penelitian.

Terdapat sebesar 21% lansia di Jakarta yang mengalami prevalensi depresi berdasarkan 1.088 lansia. Psikolog, Psikiater, Perawat atau Dokter, Terapis,  dapat membantu mengelola gangguan mental menggunakan intervensi, misalnya konseling, atau terapi. Namun banyak jenis terapi yang dapat kita lakukan secara individu. Di antaranya adalah terapi seni lukis dan musik, terapi berkebun, yoga dan meditasi, dan sebagainya. Terapi depresi pada lansia dapat dilakukan dengan cara nonfarmakologi salah satunya adalah terapi berkebun.

Baca Juga: Kesehatan Mental dalam Lingkup Keluarga dan Sekolah

Terapi Berkebun untuk Mengurangi Depresi Pada Lansia

Manfaat Berkebun Terhadap Kesehatan Mental Lansia
Manfaat berkebun terhadap kesehatan mental lansia (pexels.com)

Terapi berkebun merupakan suatu bentuk terapi aktif. Terapi berkebun mampu meningkatkan kesehatan fisik dan psikis serta kualitas hidup. Terapi berkebun merupakan terapi yang istimewa karena terapi ini berhubungan langsung dengan makhluk hidup yaitu tumbuh-tumbuhan yang membutuhkan perawatan yang tidak boleh diskriminaif. Terapi berkebun ini sendiri bertujuan untuk melatih kesabaran para lansia.

Selain itu terapi berkebun juga ditujukan untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan produktivitas para lansia. Banyak kita temui dokter yang mulai menyarankan “terapi berkebun” untuk mengurangi gejala depresi, seperti kesepian, kecemasan, stres jangka panjang.

Suatu study yang di terbitkan jurnal Psychiatry Investigasi pada Mei 2012 mengemukakan bahwa terapi hortikultura (berkebun) juga bermanfaat bagi pasien demensia dengan cara meminimalisir rasa sakit, menurunkan stres, dan mengurangi risiko jatuh. Meskipun selama satu tahun memori dan konsentrasi peserta konstan, tapi suasana hati dan keramahan terbukti meningkat.

Baca Juga: Mengenali Prinsip-Prinsip Kesehatan Mental

Manfaat Berkebun Terhadap Kesehatan Mental

Beberapa Manfaat Berkebun terhadap kesehatan menurut Kumar (2015) adalah :

1. Meningkatkan Kebugaran

Ketika individu memiliki hobi berkebun secara tidak langsung Individu tersebut menjalani gaya hidup aktif secara fisik. Sementara ketika individu menjalankan banyak gerak atau aktivitas, cenderung dapat meningkatkan kesehatan. Tidak hanya itu, dengan memanfaatkan peralatan berkebun seperti pemotong rumput dan cangkul akan memberikan pelatihan yang baik layaknya olahraga untuk kesehatan fisik.

2. Meningkatkan Kreativitas

Berkebun dapat menjadikan seseorang lebih kreatif karena saat berkebun pikiran lebih rileks, lebih positif dan bersemangat. Selain itu, saat berkebun lebih sering melihat tanaman hijau yang melimpah, menjadikan pikiran lebih tenang dan positif bahkan jauh lebih produktif.

3. Menjadikan Pikiran Rileks

Menjadikan pikiran rileks merupakan manfaat berkebun terhadap kesehatan karena saat berkebun lebih sering menikmati kesegaran suasana udara yang akan memberikan pengalaman menarik, lebih santai dan akhirnya dapat membuat individu semakin sehat.

Baca Juga: Pandangan Mengenai Kematian pada Usia Lanjut yang Memiliki Riwayat Penyakit

4. Meminimalisir Stres

Tingkat stres individu dapat turun dengan cara berkebun di halaman rumah. Sebuah penelitian membuktikan bahwa rata-rata orang yang sering berkebun memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

5. Melancarkan Sirkulasi Darah

Terdapat banyak gerak yang bisa dilakukan ketika berkebun contohnya mencangkul tanah, menyiram tanaman, mengisi polibag atau memotong rumput. Kegiatan ini tentu dapat membantu meningkatkan dan melancarkan sirkulasi peredaran darah menjadi lancar.

Pada masa pandemi seperti ini, terapi berkebun bersama lansia sangat disarankan. Telah kita ketahui bersama dengan adanya pandemi virus covid-19 ini meningkat pula tingkat stres dan cemas pada setiap individu. 

Begitu pula dengan lansia yang merasa cemas akan kesehatannya walau telah mematuhi protokol kesehatan yang ada. Mereka merasa seiring bertambahnya usia akan lebih rentan terhadap suatu virus. Dengan adanya terapi berkebun ini kita dapat menurunkan tingkat stres dan depresi pada lansia.


Daftar Pustaka :

Sutikno, E. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Kesehatan Mental Pada Lansia: Studi Cross-Sectional Pada Kelompok Jantung Sehat Surya Group Kediri. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains Dan Kesehatan, 2(1), 1-8.

Kitchener Betty. Jom Anthony. (2002). Mental Health First Aid Manual (1st Ed) Canberra Center For Mantat Health Research Australian National University. Hal 5. Isbn 978-0-7315-4891-0 Oclc 62228904

Miftahuddin, H. (2018). Pengaruh Penerapan Terapi Modalitas Berkebun Terhadap Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Posyandu Desa Pelem Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan. (Doctoral Dissertation, Stikes Bhakti Husada Mulia).

 

Penulis : Deavira Aribowo

Posting Komentar untuk "Manfaat Berkebun Terhadap Kesehatan Mental Lansia"

Ikuti via email