Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kekuasaan Struktural dalam Pertukaran Jaringan

Kekuasaan Struktural

Kekuasaan ditentukan oleh struktur jaringan khusus yang ditentukan koneksi antar aktor. Teori ini menggunakan GPI (grafik teori Indeks) yang didasarkan pada penghitungan alternatif dan model-model yang mendukung pada ekspektasi aktor terhadap hasil untuk memprediksikan kekuasaan relatif dalam jaringan. Willer dan Patton (1988).

Kekuasaan Struktural dalam Pertukaran Jaringan
Ilustrasi (pexels.com)

Kekuasaan utamanya ditentukan oleh struktur di dalam organisasi. Struktur organisasi dipandang sebagai mekanisme pengendalian yang mengatur organisasi. Dalam tatanan struktur organisasi, kebijaksanaan pengambilan keputusan dialokasikan keberbagai posisi.

Selain itu, struktur membentuk pola komunikasi dan arus informasi. Jadi struktur organisasi menciptakan kekuasaan dan wewenang formal, dengan mengkhususkan orang-orang tertentu untuk melaksanakan tugas pekerjaan dan mengambil keputusan tertentu. Caranya dengan memanfaatkan kekuasaan informal yang mungkin timbul karena struktur informasi dan komunikasi dalam sistem tersebut.

Posisi formal dalam organisasi sangat erat hubungannya dengan kekuasaan dan wewenang yang melekat. Tanggung jawab, wewenang dan berbagai hak-hak yang lain tumbuh dari posisi seseorang. Bentuk lain kekuasaan struktur timbul karena sumber daya, pengambilan keputuan, dan informasi.

Teori Jaringan

Memusatkan perhatian pada pola ikatan objektif yang menghubungkan anggota masyarakat. Analisis jaringan lebih lanjut tentang keterlibatan individu atau kolektivitas berperilaku terkait keteraturan tentang bagaimana berperilaku. Ciri khas pemusatan perhatiannya pada struktur mikro hingga makro. Barry Wellman (1983).

Jaringan sosial adalah sebagai suatu pengelompokan yang terdiri atas sejumlah orang, paling sedikit terdiri atas tiga orang yang masing-masing mempunyai identitas tersendiri dan masing-masing dihubungkan antara satu dengan yang lainnya melalui hubungan-hubungan sosial yang ada. Sehingga melalui hubungan sosial tersebut mereka dapat dikelompokkan sebagai suatu kesatuan sosial.

Jaringan sosial dapat dianggap sebagai suatu jaringan komunikasi jika di dalamnya mengalir informasi dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga terjadi pertukaran informasi. Seorang individu dapat mengirimkan pesan kepada lebih banyak orang dibandingkan dengan banyaknya orang yang ia kenal – orang-orang yang melakukan hubungan langsung dengannya (primary network zone) – karena tiap-tiap orang yang berhubungan langsung dengan pemberi pesan mempunyai potensi untuk menyampaikan pesan tersebut kepada banyak orang lagi.

Teori ini berfokus kepada bagaimana kebudayaan dan juga sosialisasi membentuk norma dan nilai dalam suatu kelompok sosial dan pada tahap selanjutnya setiap individu yang menjadi anggotanya terinternalisasi oleh norma dan nilai tersebut.

Dalam melihat interaksi atau relasi antar individu, Mizruchi sebagai teoritis melihat bahwa terjadinya interaksi tersebut dipengaruhi oleh kuat atau lemahnya suatu relasi sosial antar individu dengan individu lainya. Dalam artian, interaksi akan lebih sering dilakukan oleh seseorang dengan orang lain karena adanya kesamaan nilai dan norma dibandingkan dengan individu yang berbeda nilai dan normanya. Dengan demikian, munculah kohesi di antara sesama kelompok sosial tertentu yang memiliki kesamaan nilai dan norma.

Dalam pembahasan selanjutnya dijelaskan bagaimana setiap interaksi dilakukan di dalam suatu kelompok sosial pada akhirnya akan membentuk suatu keseimbangan struktrur sosial. Hal inilah yang pada gilirannya membentuk suatu identitas bersama pada suatu kelompok sosial dalam sebuah struktur sosial.

Dalam melihat suatu kohesi dalam sebuah kelompok sosial, Mizruchi menjelaskan dapat ditinjau dari dua analisa, yaitu analisa subjektif dan analisa objektif. Dalam analisa subjektif melihat bahwa kohesi dibutuhkan oleh setiap anggota sebagai identitas bersama. Sedangkan, dalam analisa objektif, melihat solidaritas berada di luar kesadaran manusia, atau dalam bahasa Durkheim, adalah sebagai fakta sosial.

Teori Pertukaran Jaringan

Mengkombinasikan teori transportasi sosial dan analisis jaringan. Gagasan: itulah setiap perpindahan sosial yang terjadi di konteks jaringan perpindahan sosial yang lebih besar. Cook dan Whitmeyer (1992).

 

Penulis: Tri Susilo (1707016036)

Posting Komentar untuk "Kekuasaan Struktural dalam Pertukaran Jaringan"

Berlangganan via Email