Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dimensi Psikologi Komunitas dan Komunitarian Humanistik

Initentangpsikologi.com - Psikologi komunitas adalah sebuah pendekatan untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental dengan menciptakan tindakan yang bersifat memperbaiki, menciptakan tranformasi pola interaksi-interaksi individu dengan lingkungannya, serta melibatkan institusi atau lembaga untuk lebih efisien dalam menginternalisasi nilai-nilai dari kelompok sosial yang secara dominan berpengaruh pada individu yang memiliki permasalahan.

Dalam penerapannya, psikologi komunitas merupakan suatu kesatuan perangkat yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas yang setiap bagiannya melewati proses yang diatur dengan baik.

Dimensi Psikologi Komunitas
(pexels.com)

Dimensi Psikologi Komunitas

Untuk memahami konsep sense of community (rasa kebersamaan), kita juga perlu memahami lebih rinci mengenai elemen atau dimensi-dimensinya.

Terdapat empat elemen atau dimensi dari sense of community (rasa kebersamaan ) menurut McMillan & Chavis (wyle, 2014; Kristen, Linda & Natalya, 2014; Lin & Luyt, 2014) yakni membership in a community, influence, integration and fulfillment of needs, dan shared emotional connection.

Baca Juga: Pengertian Psikologi Komunitas

Membership in a community (keanggotaan dalam komunitas)

Merupakan siapa saja yang dianggap sebagai bagian dari sebuah komunitas. Membership atau keanggotaan didasarkan perasaan saling memiliki dan berbagai rasa.

Dalam membership terdapat batasan, yang berarti ada orang-orang yang dapat menjadi anggota komunitas dan ada yang tidak. Batasan dapat didefinisikan menggunakan system symbol.

Dalam komunitas yang memiliki batasan yang jelas, anggota komunitas akan memiliki rasa aman secara emosional. Mereka yang merasa aman akan lebih memiliki kemauan atau komitmen untuk ikut serta atau berkontribusi bagi komunitas.

Perilaku tersebut kemudian akan memperdalam rasa memiliki dan identifikasi terhadap komunitas. Hal ini dapat terlihat dari adanya pernyataan timbal balik: “ini kelompok saya” dan “saya bagian dari kelompok ini”. 

Baca Juga: Gambaran Psikologi Komunitas dan Perilaku Manusia dalam Psikologi Komunitas

Influence (Pengaruh)

Merupakan perasaan bahwa seorang individu memiliki pengaruh bagi orang lain maupun komunitas.

Keanggotaan suatu komunitas lebih atraktif ketika seseorang merasa dapat mempengaruhi arah dari komunitas. Selain itu, kelompok itu sendiri cukup kuat untuk membawa anggota dalam membela kepentingan mereka.

Integration & fulfillment of needs (integrasi dan pemenuhan kebutuhan)

Merupakan perasaan bahwa keanggotaan sebuah kelompok penting menerima pemenuhan sumber daya sebagai imbalan.

Anggota komunitas akan terpenuhi kebutuhannya secara personal, jika mereka berpartisipasi dalam komunitas. Dalam hal ini anggota komunitas akan memenuhi kebutuhan orang lain dan pada saat yang sama, memenuhi kebutuhannya sendiri. 

Baca Juga: Wajah Komunitas dalam Struktur Kemasyarakatan

Shared emotional connection 

Didasarkan pada budaya, sejarah dan simbol-simbol, mungkin termasuk pemahaman bersama tentang peristiwa-peristiwa penting (yang tidak harus dialami secara pribadi atau langsung).

Hubungan emosional bersama di antara anggota masyarakat tercermin dari pengalaman yang mengarah pada pembentukan rasa kebersamaan.

Komunitarian Humanistik

Komunitarianisme berbeda dengan sosialisme dan marxisme. Jika marxisme melihat masyarakat sebagai sesuatu yang hanya dapat dicapai melalui suatu perubahan revolusioner pada masyarakat, dengan penggulingan kapitalisme dan menggantinya dengan masyarakat tanpa kelas atau dalam bentuk masyarakat sosialis.

Komunitarianisme justru menganggap bahwa masyarakat sudah ada, dalam bentuk tradisi-tradisi kultural, praktek-praktek dan pemahaman sosial bersama.

Masyarakat tidak perlu didirikan lagi, tapi lebih butuh untuk diakui, dihargai dan dilindungi, dengan cara memperhatikan hak-hak keanggotaan kelompok. Bagi komunitarianisme, masyarakat adalah satu masyarakat yang sama dan bebas.

Ada dua pandangan yang dikemukakan tentang komunitarianisme

Pertama, sebagai pandangan positif, komunitarianisme dinilai sebagai salah satu perspektif dalam filsafat politik yang menekankan nilai etis dan psikologis sosial dari anggota-anggota komunitas.

Justifikasi dari pertimbangan etika ditentukan oleh fakta-fakta yang berada dalam konteks pemahaman kultural dan tradisi-tradisi komunitas.

Kedua, sebagai pandangan negatif, komunitarianisme dinilai sebagai anti liberalism. Ia merupakan kritik terhadap nilai-nilai liberalisme.

Komunitarianisme menekankan ketergantungan dan keterkaitan individu pada komunitasnya. Karenanya, liberalism dengan otonomi individunya dinilai menjadikan manusia transenden, terlepas dan terpisah dari keberadaan komunitasnya. 

Baca Juga: Masyarakat Cyber dan Lenyapnya Batas Sosial

Yang termasuk tokoh komunitarianisme antara lain Michael Sandel, Michael Walzer, Alasdair MacIntryre dan Charles Taylor.

Menurut komunitarianisme, individu tertanam atau melekat pada praktek-praktek sosial. Setiap orang tidak selalu dapat mengambil jarak atau melepaskan diri dari berbagai praktek sosial tersebut.

Komunitarianisme mengemukakan kebaikan bersama sebagai satu konsepsi mendasar tentang kehidupan yang baik, yang menentukan pandangan hidup komunitas. Kebaikan bersama ini akan menyatukan atau menjadi ukuran, untuk selanjutnya mengevaluasi berbagai pola prefensi anggota-anggota kelompok.

Pandangan hidup komunitas mendasari tatanan publik mengenai berbagai konsepsi tentang yang baik. Bobot yang diberikan pada prefensi individu bergantung pada seberapa besar ia menyesuaikan dan memberikan sumbangan pada kebaikan bersama ini.

Komunitarianisme mendorong orang untuk menerima konsep-konsep kebaikan yang sesuai dengan pandangan hidup masyarakat dan mencegah berbagai konsep tentang kebaikan yang bertentangan dengan pandangan hidup komunitas tersebut.

Secara umum maka dapat ditarik kesimpulan bahwa komunitarianisme humanistic yaitu masyarakat yang individunya bergaul dengan cinta dan berakar dalam hubungan persaudaraan dan solidaritas. 

Sebagai seorang kritisi sosial, persoalan hubungan seseorang dengan masyarakat menjadi perhatian utama Erich Fromm. Fromm mempunyai 4 proposisi mengenai hubungan ini:

1. Manusia mempunyai kodrat esensial sosial bawaan.

2. Masyarakat diciptakan manusia untuk memenuhi kodrat esensial bawaan ini.

3. Tidak satupun bentuk masyarakat yang pernah diciptakan manusia berhasil memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar eksistensi manusia.

4. Adalah mungkin menciptakan masyarakat semacam itu.

 

Penulis: Indah Ulul Azmi (1707016028)

Posting Komentar untuk "Dimensi Psikologi Komunitas dan Komunitarian Humanistik "