Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Model dan Proses Psikologi Komunitas

Initentangpsikologi.com - Di Indonesia psikologi komunitas dibahas sebagai “Kesehatan Masyarakat” dalam disiplin ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat. Psikologi komunitas merupakan bagian dalam psikologi sosial, sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Model dan Proses Psikologi Komunitas
(pexels.com)

Tetapi dalam hal ini psikologi komunitas akan diuraikan sebagai suatu kegiatan yang berkaitan dengan memberi bantuan kepada orang lain dalam hal gangguan emosional, penyesuaian diri dan masalah-masalah psikologis lainnya.

Sebagai ilustrasi, ahli psikologi mengatakan gangguan jiwa disebabkan oleh fenomena intra psikis (interaksi yang terjadi di antara aspek-aspek psikis), terdapat tiga struktur kepribadian pada individu yakni: id, ego dan super ego.

Menurut pandangan psikoanalisa timbulnya permasalahan jiwa dikarenakan adanya ke tidak seimbangan di tiga struktur kepribadian tersebut.

Misalnya psikopat disajikan sebagai gangguan kepribadian yang berat dengan ciri perkembangan seper ego yang terhambat. Tapi dilihat dari sudut pandang psikologi komunitas munculnya gangguan ini merupakan produk dari interaksi antar individu dengan lingkungan sosialnya. 

Baca Juga: Pengertian Psikologi Komunitas

Sistem Kerja Psikologi Komunitas

Seorang ahli yang bernama Rapaport mengemukakan bahwa pespektif dari psikologi komunitas memberikan perhatian pada tiga hal utama yakni :

1. Pengembangan sumber daya individu;

2. Aktivitas politik;

3. Ilmu pengetahuan. 

Ada beberapa konsep yang sangat melekat pada pendekatan psikologi komunitas, yakni pada:

a. Pencegahan. Pencegahan dari gangguan psikologis bertujuan untuk menghemat biaya perawatan penderita. Terdiri dari tiga hal yakni pencegahan primer, sekunder dan tersier.

b. Pemberdayaan manusia. Pemberdayaan manusia dalam masyarakat bertujuan untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah munculnya gangguan-gangguan psikologis.

Baca Juga: Mengenal Komunitas Masyarakat Kyai, Santri, dan Abangan

Pertimbangan-pertimbangan dalam Psikologi Komunitas

Beberapa pertimbangan-pertimbangan dalam psikologi komunitas:

a. Pertama. Psikologi Komunitas menekankan kepada dua aspek secara serentak yakni kondisi masyarakat sebagai dasar teori dan riset pada proses lingkungan sosial.

b. Kedua. Memusatkan, tidak hanya bertitik tolak pada kondisi psikologis individu, akan tetapi atas berbagai tingkatan analisa yang bergerak dari individu kemudian mengelompokkannya ke dalam organisasi. Dan akhirnya kepada struktur yang terbesar yakni kelompok masyarakat secara utuh di mana individu berada.

c. Ketiga. Psikologi Komunitas meliputi atau mencakup jangkauan luas berupa setting dan substansi dari suatu area atau daerah komunitas.

Dari ketiga dasar tersebut di atas, psikologi komunitas dalam menganalisis permasalahan individu memiliki keunikan tersendiri. Dimulai dari kondisi individu itu sendiri kemudian mengarah kepada suatu pergerakan sosial masyarakat atau sebaliknya atau juga dimulai secara bersama-sama. 

Baca Juga: Gambaran Psikologi Komunitas dan Perilaku Manusia dalam Psikologi Komunitas

Analisa Kedudukan Individu

Dalam menganalisis kedudukan individu dalam komunitasnya, psikologi komunitas menggunakan dua titik tolak ukur:

1. Individu sebagai gen (untuk tokoh atau pelaku) di dalam kehidupan komunitasnya, dalam hal ini komunitas bekerja sebagai arena atau tempat munculnya tingkah laku. Tempat individu berinteraksi dan merupakan lingkungan yang dapat mendukung atau menghambat individu.

Contoh: individu yang cerdas tidak akan berkembang pada lingkungannya apabila tidak memiliki fasilitas pendukung. Tapi individu ini akan berkembang jika berada pada lingkungan sosial yang mendukung dan memiliki fasilitas yang cukup.

2. Individu dipandang sebagai objek dari kehidupan komunitasnya. Di sini fungsi komunitas sebagai sarana atau media untuk terjadinya perubahan-perubahan kualitas dari individu.

Contoh: suatu daerah yang terpencil mengalami perubahan yang radikal seiring dengan perkembangan zaman, menjadi daerah yang ramai dan pesat. Secara langsung akan mengubah perilaku individu-individu yang ada di dalamnya. 

Baca Juga: Wajah Komunitas dalam Struktur Kemasyarakatan

Proses Psikologi Komunitas

Proses psikologi komunitas merupakan konteks (ruang lingkup) untuk menerapkan model-model psikologi komunitas. 

Istilah model digunakan untuk menunjuk pada suatu penyajian struktur dan fungsi dalam hal ini permasalahan komunitas, dalam masalah-masalah komunitas, psikologi komunitas menerapkan model:

1. Model kesehatan mental (The Mental Health Model)

Model ini beranggapan bahwa mencegah terjadinya gangguan mental akan lebih efektif daripada mengobati. Model kesehatan mental lebih menekankan pada pendekatan preventif atau prevention.

2. Model organisasi (The Organization Model)

Model ini didasarkan pada penelitian-penelitian sosial, terutama penelitian yang menelaah mengenai pengaruh kondisi organisasi atau sistem organisasi pada sistem sosial terhadap kelompok. Contoh: pengaruh gaya kepemimpinan. 

Model ini beranggapan bahwa manajemen atau pengelolaan bertanggung jawab untuk mengorganisir elemen-elemen dalam kelompok, seperti uang, materi atau benda, alat-alat.

Dalam hubungannya dengan manusia, proses ini bertujuan untuk mengarahkan usaha-usaha memotivasi dan mengontrol perilaku agar sesuai dengan tujuan. Tanpa adanya intervensi dari manajemen, manusia akan menjadi pasif dan tidak responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan kelompok.

3. Model tindakan sosial (The Social Action Model)

Model ini menggunakan pendekatan dengan berpartisipasi langsung terhadap kondisi yang menyebabkan timbulnya gangguan atau masalah di dalam masyarakat. 

Misalnya: mengatasi masalah kemiskinan, caranya dengan memobilisasi dan mengkoordinasikan sumber-sumber yang ada dalam komuniti, keterlibatan secara langsung dalam mengatasi kemiskinan, misalnya menciptakan lapangan kerja, merangsang pertumbuhan usaha-usaha wiraswasta, memberikan pinjaman atau kredit.

4. Model ekologi (The Ecological Model)

Model ini dipengaruhi oleh teori Kurt Lewin yang menekankan pada saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan. Model ini beranggapan bahwa prinsip-prinsip ekologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul serta untuk menciptakan proses-proses intervensi yang dibutuhkan.

 

Penulis: Fitri Nurhasanah (1707016017)

Posting Komentar untuk "Model dan Proses Psikologi Komunitas"

Berlangganan via Email