Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Teori Klasik Tentang Bermain: Teori Rekreasi

Initentangpsikologi.com - Teori ini diajukan oleh Moritz Lazarus, mengatakan bahwa tujuan bermain adalah untuk memulihkan energi yang sudah terkuras saat bekerja karena bekerja menguras dan menyebabkan berkurangnya tenaga. Tenaga ini dapat dipulihkan dengan cara tidur atau dengan cara yang lain seperti bermain

teori rekreasi dalam bermain
(pexels.com)

Bermain adalah lawan dari bekerja dan merupakan cara yang paling ideal untuk memulihkan tenaga. Permainan merupakan imbangan antara kerja dengan istirahat. Apabila seseorang telah bekerja, maka ia memerlukan bermain untuk menghilangkan kepenatan akibat bekerja.

Contoh: Pekerja kantoran yang duduk berjam-jam di depan komputer akan memerlukan kebebasan (rekreasi), hasilnya setelah masuk jam istirahat mereka akan merasa bebas dan senang.

Begitu juga dengan kasus di dunia pendidikan, anak-anak di sekolah karena terlalu lama duduk di kelas akan memerlukan kebebasan, sehingga begitu jam istirahat anak merasa senang.

Teori yang dikemukakan oleh Lazarus terkesan kurang ilmiah walaupun teori ini bisa menjelaskan aktivitas relative yang dilakukan orang dewasa, seperti bermain bola atau catur dalam selingan setelah bekerja keras.

Meskipun tidak ilmiah, tetapi pengaruh teori ini nyata dalam pembelajar di Taman Kanak-Kanak, ada perbedaan antara kegiatan yang tenang, artinya yang tidak mengeluarkan banyak energi, seperti bermain melukis, dengan kegiatan yang banyak menggunakan banyak energi, seperti bermain tangkap-lari, lompat-tali, dan lain-lain.

Baca Juga: Manfaat Bermain Bagi Perkembangan Anak

Bermain sebagai aktivitas yang terkait erat dengan rekreasi. Rekreasi merupakan kemampuan natural yang dimiliki manusia untuk menyenangkan dirinya. Kegiatan yang menyenangkan seperti memancing, jalan-jalan dan berenang termasuk kategori pengertian ini. Aktivitas itu dilakukan sebagai bagian dari rekreasi.

Dalam bermain sebagai rekreasi, fungsi kognitif tidak begitu berperan. (Takhvar 1988) Karena pada dasarnya anak-anak melakukan kegiatan bermain dengan cara meniru apa yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya, tanpa tekanan.

Jadi, kegiatan yang dilakukan dalam bermain rekreasi dilakukan dengan santai, menyenangkan, dan tidak kaku.

Bermain merupakan kegiatan yang berlawanan dengan kerja dan kesungguhan, bermain merupakan imbangan antara kerja dengan istirahat. Orang yang merasa penat akan bermain dan berekreasi untuk mengadakan pelepasan agar kesegaran jasmani dan rohaninya segera kembali.

 

Penulis: Dini Asti Nur Aini (1707016108)

Posting Komentar untuk "Teori Klasik Tentang Bermain: Teori Rekreasi"

Berlangganan via Email