Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pembangunan dan Perubahan Komunitas

Initentangpsikologi.com - Perubahan dari komunitas yang tidak berkembang atau terbelakang sampai ke komunitas yang berkembang merupakan transisi yang sangat kompleks. 

Pembangunan dan Perubahan Komunitas
Ilustrasi (pexels.com)

Perubahan sosial dapat dibayangkan sebagai perubahan yang terjadi di dalam atau mencakup sistem sosial. Lebih tepatnya, terdapat perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan. Jadi konsep dasar perubahan sosial mencakup tiga gagasan:

1. Perbedaan;

2. Pada waktu berbeda;

3. Di antara keadaan sistem yang sama.

Perubahan tidak hanya mengenai materi atau sesuatu yang bersifat kebendaan. Perubahan juga mengenai cara mempertahankan hidup, perubahan cara berpikir, perubahan cara bertingkah laku dan perubahan dalam memperoleh kenikmatan duniawi, itu semua mengenai kebudayaan dan peradaban manusia.

Perubahan adalah terjadinya pergantian, pergeseran, pergerakan, dan kata selainnya, dari yang belum ada menjadi ada. Kemudian dari yang telah ada menjadi bertambah atau berkurang, dari yang kurang menjadi lengkap atau lebih, dari yang negatif menjadi positif, dari yang positif menjadi negatif, dari statis menjadi dinamis, dari dinamis menjadi statis, dan sebagainya.

Dalam pengertian lain, perubahan bermakna pergantian dan pergeseran suatu keadaan menuju keadaan lainnya. Robert H. Lauer mengemukakan bahwa perubahan sosial adalah fenomena yang menembus berbagai tingkat kehidupan sosial, yang mencakup seluruh aspek kehidupan sosial karena keseluruhan aspek kehidupan sosial terus-menerus berubah.

Baca Juga: Situasi Sosial Kelas Bawah dan Kelas Atas

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat mencakup perubahan pada norma sosial, nilai sosial, interaksi sosial, pola perilaku, organisasi, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang perubahan dalam masyarakat (Saebani, 2016).

Perubahan komunitas pada prinsipnya merupakan suatu proses yang terus menerus, artinya bahwa pada setiap komunitas akan mengalami perubahan itu. Akan tetapi perubahan antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain tidak selalu sama, tergantung kepada kecepatan dalam melakukan proses belajar dalam mengakses informasi.

Setiap perubahan dalam komunitas kadang kala mencapai kenyamanan dan aman bersama dalam komunitas tersebut. Ekspektasi manusia dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman, itu merupakan kodrat yang tidak dapat disangkal, karena itu merupakan kebutuhan.

Proses terjadinya perubahan-perubahan sosial yang terjadi akan dapat diketahui karena adanya beberapa ciri-ciri yang memadai (Soekanto, 1981):

1. Tidak ada masyarakat yang stagnan, oleh karena setiap masyarakat mengalami perubahan-perubahan yang terjadi secara lambat atau secara cepat.

2. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga sosial tertentu akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.

3. Perubahan-perubahan sosial biasanya mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang sifatnya sementara di dalam menyesuaikan diri.

4. Perubahan-perubahan yang tidak dapat diisolir pada bidang kebendaan atau spiritual saja, oleh karena bidang tersebut mempunyai kaitan timbal-balik yang kuat.

Baca Juga: Wajah Komunitas dalam Struktur Kemasyarakatan

Leibo (1995), perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat tidak hanya terjadi karena faktor-faktor dari dalam tapi bisa juga datang dari luar. Berdasarkan hal tersebut maka diperoleh tiga kategori perubahan sosial yaitu:

1. Immanent Change

Merupakan suatu bentuk perubahan sosial yang berasal dari dalam sistem itu sendiri dengan sedikit atau inisiatif dari luar.

2. Selective Contact Change

Merupakan outsider yang secara tidak sadar dan spontan membeawa ide-ide baru kepada anggota-anggota dan pada suatu sistem sosial.

3. Directed Change

Yaitu apabila ide-ide baru, atau cara-cara baru tersebut dibawa dengan sengaja oleh outsider.

Sidney (2004), perubahan sosial yang terus berlangsung saat ini akan terus mengalami perubahan di masa yang akan datang dan mungkin nanti perubahannya menjadi semakin dahsyat.

Proses perubahan itu sendiri mamiliki tahap-tahap tertentu yang dalam hal ini ada tiga tahap yaitu:

1) Invention

Merupakan proses perubahan dalam masa suatu ide baru diciptakan dan dikembangkan di dalam masyarakat.

2) Diffusion

Merupakan suatu proses saat mana ide-ide baru tersebut disampaikan malalui suatu sistem-sistem hubungan sosial tertentu. Tahap-tahap tersebut di atas, sudah tentu menyangkut tanggapan atau sikap dari individu yang terlibat dalam perubahan.

3) Consequence

Merupakan proses perubahan yang terjadi dalam sistem masyarakat tersebut, sebagai hasil dari adopsi (penerimaan) maupun rejection (penolakan tehadap ide-ide baru).

Baca Juga: Jenis-jenis dan Ciri-ciri dari Kelompok Sosial

Setiap individu di dalam dirinya memiliki kualitas yang bisa diwujudkan dalam lingkungan. Semakin baik keadaan lingkungan suatu komunitas, semakin mungkin pula seorang individu berkembang secara optimal.

Masyarakat membentuk karakter pribadi melalui orang tua dan pendidik yang membuat anak bersedia bertingkah laku seperti yang dikehendaki masyarakat.

Pada masyarakat kapitalis, anak diajar menabung sehingga cukup modal untuk mengembangkan ekonomi. Misalnya dii Cina, anak diajar menempatkan kebutuhan kelompok di atas kebutuhan pribadi untuk mencapai kebutuhan negara.


Penulis: Mega Pungki K.S (1707016019)

Posting Komentar untuk "Pembangunan dan Perubahan Komunitas"

Berlangganan via Email