Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Standart Dalam Assesment

Initentangpsikologi.com - Asesmen dalam Psikologi Klinis ialah pengumpulan informasi untuk digunakan sebagai dasar bagi keputusan-keputusan yang akan dikumpulkan oleh tim penilai (Bernstein & Nietzel, 1980, hal, 99). 

Standart Dalam Assesment
Ilustrasi (pexels.com/SHVETS production)

Personality Assesment ialah seperangkat proses yang digunakan oleh seseorang untuk membentuk citra, membuat keputusan, mengecek hipotesis tentang karakteristik orang lain, yang menentukan perilakunya dalam interaksi dengan lingkungan (Sundberg, dalam Phares, 1992).

Menurut Bernstein dan Nietzel (1980) ada empat komponen dalam proses asesmen psikologi klinis yakni:

1. Perencanaan dalam prosedur pengambilan data (planning data collection procedures).

2. Pengumpulan data untuk asesmen.

3. Pengolahan data dan pembentukan hipotesis atau ‘image making’.

4. Mengomunikasikan data asesmen baik dalam bentuk laporan maupun dalam bentuk lisan.

Baca Juga: Konseling di Lingkup Rumah Sakit

Teknik Asesmen

Dilihat dari tekniknya, asesmen proses dan hasil belajar dibedakan menjadi dua macam yaitu dengan Teknik Tes dan Non Tes. Namun pada umumnya pengajar lebih banyak menggunakan tes sebagai alat ukur dengan rasional bahwa tingkat obyektivitas evaluasi lebih terjamin, hal ini tidak sepenuhnya benar.

a. Teknik tes adalah seperangkat tugas yang harus dikerjakan oleh orang yang dites, dan berdasarkan hasil menunaikan tugas-tugas tersebut, akan dapat ditarik kesimpulan tentang aspek tertentu pada orang tersebut. Tes sebagai alat ukur sangat banyak macamnya dan luas penggunaannya.

b. Teknik non-tes dapat dilakukan dengan observasi baik secara langsung ataupun tak langsung, angket ataupun wawancara. Dapat pula dilakukan dengan sosiometri. Teknik non tes digunakan sebagai pelengkap dan digunakan sebagai pertimbangan tambahan dalam pengambilan keputusan penentuan kualitas hasil belajar, teknik ini dapat bersifat lebih menyeluruh pada semua aspek kehidupan anak.

Baca Juga: Perilaku Sosial dalam Komunikasi dan Kehidupan

Standart Dalam Assesment

Asesmen merupakan salah satu cara dalam kegiatan pengukuran. Dalam konteks bimbingan konseling, asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum, selama, dan setelah konseling tersebut dilaksanakan atau berlangsung.

Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan atau konseling itu sendiri.

Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling, yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien.

Asesmen yang dilakukan sebelum, selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi konseli. Dalam praktiknya, asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling, namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah konseli.

 

Penulis: Maulana Yusuf Abdillah (1707016039)

Posting Komentar untuk "Standart Dalam Assesment"