Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sumber Pemberdayaan Komunitas yang Ada dalam Masyarakat

Initentangpsikologi.com - Menurut Verhagen (1996) upaya pemberdayaan komunitas merupakan pendekatan yang menggunakan rigid time frame, artinya kerangka waktu yang ketat atau kaku, di mana individu berkembang mengikuti zamannya. 

Sumber Pemberdayaan Komunitas
Ilustrasi (pexels.com)

Sumber Pemberdayaan Komunitas dalam Masyarakat

Menurut Widjajanti (2011) mengatakan terdapat sumber pemberdayaan yang ada dalam masyarakat di antaranya modal fisik. Kemudian ada juga modal manusia, dan modal sosial.

1. Modal Fisik

Modal fisik adalah fasilitas atau aset yang digunakan sebagai alat dan pendukung utama terselenggaranya suatu proses usaha atau aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan seperti terbangunnya gedung, jalan, alat-alat, mesin, dan sebagainya.

Modal fisik ini memiliki enam indikator, yakni: sarana produksi pertanian, sarana dan prasarana pendidikan, sarana dan prasarana kesehatan, sarana dan prasaran ekonomi, sarana dan prasarana komunikasi, sarana dan prasarana transportasi.

2. Modal Manusia

Modal kedua ialah manusia, merupakan aset yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan suatu aktivitas tertentu dan ada tiga indikator, antara lain: tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, keamanan membangun interaksi hubungan antar sesama.

3. Modal Sosial

Berikutnya adalah modal sosial. Konsep dari modal sosial adalah membangun atau membangun kembali komunitas atau kepercayaan yang meliputi interaksi antar individu (Beem, 1999).

Modal sosial merupakan prasyarat dari proses perkembangan komunitas. Tanpa modal sosial maka perkembangan komunitas tidak berjalan karena tidak ada jaringan dan partisipasi yang aktif, serta inisiatif untuk mendorong dan menggerakkan semangat menuju perubahan (Colonial Office, 1958).

Perkembangan komunitas dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Barker and Asmuss, 2007).

Modal sosial adalah suatu norma atau nilai yang telah dipahami bersama oleh masyarakat yang dapat memperkuat jaringan sosial atau kerja yang positif, dalam rangka tujuan bersama untuk menciptakan nilai.

Media sosial sendiri mempunyai lima indikator: jaringan sosial/kerja, tingkat kepercayaan antara sesama, ketaatan terhadap norma, kepedulian terhadap sesama, keterlibatan dalam aktivitas organisasi sosial.

Baca Juga: Sumber Pemberdayaan Komunitas

Proses Pemberdayaan Komunitas

Kemampuan pelaku pemberdayaan adalah kemampuan yang dimiliki oleh pelaku yang diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dan mempunyai tiga aspek perilaku yaitu:

a. Pengetahuan atau kognitif;

b. Sikap atau afektif;

c. Keterampilan atau psikomotorik.

Proses pemberdayaan adalah suatu proses yang melibatkan masyarakat untuk bekerjasama dalam kelompok formal maupun nonformal untuk melakukan kajian masalah, merencanakan, melaksanakan, dan melakukan evaluasi terhadap program yang direncanakan bersama dan meliputi:

a. Kualitas dan kuantitas keterlibatan masyarakat mulai dari kegiatan kajian atau analisis masalah.

b. Perencanaan program.

c. Pelaksanaan program.

d. Keterlibatan dalam evaluasi secara berkelanjutan

Keberdayaan masyarakat adalah masyarakat memiliki daya, kekuatan atau kemampuan oleh masyarakat untuk mengidentifikasi potensi dan masalah serta dapat menentukan alternative pemecahannya secara mandiri, dan mempunyai tiga aspek:

a. Kemampuan dalam pengambilan keputusan;

b. Kemandirian;

c. Kemampuan memanfaatkan usaha untuk masa depan.

Baca Juga: Teori Gender dalam Psikologi Sosial

Sutrisno (2005), ada tiga modal yang berperan dalam masyarakat yang menentukan kekuasaan sosial dan ketidaksetaraan sosial, antara lain:

a. Modal ekonomis yang menunjukkan sumber ekonomi.

b. Modal sosial berupa hubungan-hubungan sosial yang memungkinkan seseorang bermobilisasi demi kepentingannya sendiri.

c. Modal budaya yang memiliki beberapa dimensi; pengetahuan objektif tentang seni dan budaya, cita rasa budaya dan preferensi, kualifikasi-kualifikasi formal (seperti gelar universitas dan ujian musik), kemampuan-kemampuan budaya dan pengetahuan praktis kemampuan memainkan alat musik, kemampuan untuk dibedakan dan untuk membuat perbedaan antara yang baik dan yang buruk.

Pendidikan mempunyai peran penting dalam pembangunan masyarakat melalui institusi pendidikan mulai dari tingkatan sekolah sampai ke perguruan tinggi. 

Conyers (1991) mengemukakan tiga alasan pentingnya pembangunan masyarakat adalah:

1. Partisipasi masyarakat merupakan suatu alat guna memperoleh informasi mengenai kondisi, kebutuhan dan sikap masyarakat setempat, dan tanpa kehadiran masyarakat program pembangunan dan proyek akan gagal.

2. Masyarakat mempercayai program pembangunan jika dilibatkan dalam proses persiapan dan perencanaannya, karena masyarakat lebih mengetahui seluk-beluk proyek dan merasa memiliki proyek tersebut.

3. Partisipasi merupakan hak demokrasi masyarakat dalam keterlibatannya di pembangunan.

Baca Juga: Pengambilan Keputusan dalam Perilaku Berorganisasi

Tujuan Pemberdayaan Komunitas

Sumodiningrat (1999) berpendapat bahwa pemberdayaan masyarakat harus melalui tiga jalur, yaitu: menciptakan iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling), menguatkan potensi dan daya yang dimiliki masyarakat (empowering), memberikan perlindungan (protecting).

Pemberdayaan masyarakat merupakan sutau upaya untuk meningkatkan kemampuan agar mampu mewujudkan kemandirian dan melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan.

Nasikun (dalam Leibo,1995), mempunayi strategi untuk program pembangunan pedesaan, yaitu: strategi gotong royong (demokratis), strategi pembangunan teknikal professional (menentukan program pembangunan dan menyediakan pelayanan yang dibutuhkan), strategi konflik (perubahan organisasi, dan peraturan atau struktur melalui sumber daya dan keputusan masyarakat), strategi pembelotan kultural (perubahan tingkat subyekif individual, perubahan nilai-nilai pribadi menuju gaya hidup yang manusiawi).

Moeljarto (1995) memberikan argumentasi pembenaran model pembangunan yang terpusat pada manusia adalah:

1) Masyarakat tidak menjadi fokus sentral dan tujuan akhir pembangunan tetapi partisipasi.

2) Partisipasi menimbulkan rasa harga diri dan kemampuan pribadi untuk dapat turut serta dalam keputusan penting yang menyangkut masyarakat.

3) Partisipasi menciptakan lingkungan umpan balik arus informasi tentang sikap, aspirasi, kebutuhan dan kondisi daerah yang tanpa keberadaannya akan tidak terungkap.

4) Partisipasi menyediakan lingkungan yang kondusif bagi aktualisasi potensi dan pertumbuhan masyarakat.

5) Partisipasi dipandang sebagai pencerminan hak-hak demokratis individu untuk dilibatkan dalam pembangunan mereka sendiri.

Masyarakat multikultural adalah msyarakat yang kompleks. Kompleksitas itu membawa banyak konsekuensi, baik berupa peluang maupun tantangan dalam pembangunan.

Beberapa kalangan beranggapan bahwa keragaman dan keberagaman merupakan akar berbagai konflik sosial. Hal ini semakin menegaskan bahwa pembentukan karakter (character building) menjadi penting agar tercapai “nation building” dalam masyarakat dengan komposisi multikultural.

Secara implisit, multikultural adalah konsep kultur yang merujuk pada kesamaan bahasa, sejarah, keyakinan agama, asal wilayah geografis, ras, kebangsaan, dan etnis (Watson, 2000).

 

Penulis: Lilik Parwanti (1707016025)

Posting Komentar untuk "Sumber Pemberdayaan Komunitas yang Ada dalam Masyarakat"