Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Penerapan Teori Konstruk George Kelly

Initentangpsikologi.com - Dalam pandangan Kelly, orang yang sehat secara psikologis melakukan validitas atas konstruk personalnya terhadap pengalaman mereka di dunia nyata (Cloninger, 2004: 386).

Mereka seperti ilmuwan kompeten yang menguji teori mereka dengan penuh kemauan untuk dapat menyesuaikan dengan data yang tersedia.

Penerapan Teori Konstruk George Kelly
Ilustrasi (pexels.com)

Seseorang yang sehat tidak hanya mengantisipasi kejadian, namun juga mampu membuat penyesuaian yang memuaskan saat terjadi hal-hal di luar ekspektasi mereka.

Di sisi lain, orang-orang yang tidak sehat, dengan keras kepala akan bertahan terhadap konstruk personal mereka yang sudah kadaluarsa, takut untuk melakukan validitas atas konstruk baru yang mungkin akan merusak pandangan mereka sekarang yang nyaman tentang dunia.

Orang-orang seperti itu mirip dengan ilmuwan yang tidak kompeten, yang menguji hipotesis yang tidak masuk akal, menolak atau mendistorsi hasil yang sah, dan tidak mau mengganti atau meninggalkan teori lama yang tidak lagi bermanfaat. 

Kelly (1991) mendefinisikan sebuah gangguan sebagai konstruksi personal yang digunakan secara berulang walaupun dalam kondisi tidak valid yang konsisten. Kelly mengidentifikasi empat elemen umum dalam kebanyakan gangguan manusia yang disebut sebagai psikopatologi. 

Menurut Kelly, psikopatologi merupakan gangguan respons terhadap kecemasan. Sebagaimana dalam teori Freud dan Rogers, konsep kecemasan, rasa takut, dan ancaman memainkan peran utama dalam teori psikopatologi Kelly. Akan tetapi, harus diingat bahwa konsep ini telah diredefinisikan dalam kerangka yang relevan dengan teori konstruk personal.

Dalam pandangan Kelly, psikopatologi didefinisikan dalam kerangka fungsi sistem konstruk yang terganggu. Hanya ilmuwan bodoh yang mempertahankan teori dan membuat prediksi yang sama meski riset selalu gagal. 

Senada dengan hal tersebut, perilaku abnormal mengandung upaya mempertahankan sistem konstruk lama meskipun prediksi tidak benar atau ketidakvalidan terus berulang. Akar dari kesetiaan terhadap sistem konstruk usang ini adalah kecemasan, rasa takut dan ancaman.

Kelly menyatakan bahwa seseorang dapat menerjemahkan perilaku manusia sebagai sesuatu yang dimaksudkan untuk menjauhi kecemasan.

Baca Juga: Teori Konstruk Kepribadian George Kelly

Psikopatologi George Kelly

Kelly mengelompokkan gangguan psikologis (psikopatologi) ke dalam empat bentuk gangguan yakni ancaman, ketakutan, kecemasan, dan rasa bersalah.

1. Ancaman

Manusia mengalami perasaan terancam saat mereka memersepsikan bahwa stabilitas dari konstruk dasar mereka dapat digoyahkan. Kelly (1955 dalam Hall dan Lindzey, 1985) mendefinisikan ancaman sebagai kesadaran atas perubahan komprehensif yang akan terjadi dalam struktur inti seseorang.

Orang dapat merasa terancam oleh orang lain ataupun suatu kejadian, dan kadang keduanya tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh, saat menjalani psikoterapi, klien sering merasa terancam dari adanya prospek perubahan walaupun perubahan tersebut adalah perubahan ke arah yang lebih baik. 

Apabila mereka melihat terapis sebagai seseorang yang mungkin akan memulai adanya perubahan, mereka akan melihat terapis sebagai ancaman. 

Klien biasanya akan menolak perubahan dan memandang perilaku terapis secara negatif. Penolakan dan “perubahan negatif” seperti ini adalah cara untuk mengurangi ancaman dan mempertahankan konstruk personal yang sudah ada.

2. Ketakutan

Berdasarkan definisi Kelly, ancaman meliputi suatu perubahan kompherensif dalam struktur inti seseorang. Pada sisi lain, ketakutan lebih spesifik dan bersifat sekunder.

Kelly (1955, dalam Hall & Lindzey, 1985) mengilustrasikan perbedaan antara ancaman dan ketakutan dengan contoh berikut. 

Seorang pria dapat mengemudikan mobilnya dengan cara yang membahayakan sebagai akibat dari rasa marah atau rasa senang yang berlebih. Impuls ini menjadi mengancam saat pria tersebut menyadari bahwa ia dapat saja menabrak orang/kendaraan lain atau ditangkap karena menyetir dengan ugal-ugalan dan berakhir sebagai kriminal. 

Dalam kasus ini, bagian kompherensif dari konstruk personalnya sedang terancam. Akan tetapi, apabila tiba-tiba ia dihadapkan meminta adanya restrukturisasi kompherensif - rasa takut meminta restrukturisasi sekunder. 

Goncangan psikologis terjadi saat ancaman atau ketakutan secara terus-menerus menghalangi seseorang dari merasa aman.

3. Kecemasan

Kelly mendefinisikan kecemasan sebagai kesadaran bahwa kejadian yang dihadapkan pada seseorang berada di luar jangkauan praktis dari sistem konstruk orang tersebut. 

Manusia mungkin merasa cemas saat mereka mengalami suatu kejadian yang baru. Kecemasan patologis hadir saat konstruk seseorang yang tidak sepadan tidak lagi dapat ditoleransi dan sistem konstruksi orang tersebut mulai runtuh. 

Mengingat kembali mengenai konsekuensi fragmentasi dari Kelly yang mengasumsikan bahwa manusia dapat mengembangkan subsistem konstruksi yang tidak perlu sepadan satu dengan yang lainnya.

4. Rasa Bersalah

Konsekuensi sosial Kelly mengasumsikan bahwa manusia menginterpretasikan suatu peran inti yang memberikan identitas dalam lingkungan sosial. Akan tetapi, apabila peran inti tersebut menjadi lemah atau menghilang, seseorang akan mengembangkan perasaan bersalah.

Kelly (1995, dalam Hall dan Lindzey, 1985) mendefinisikan rasa bersalah sebagai perasaan kehilangan struktur peran inti seseorang. Hal ini berarti seseorang merasa bersalah saat mereka bertindak dalam bentuk yang tidak konsisten dengan perasaan siapa diri mereka.

Orang yang tidak pernah mengembangkan peran inti mereka, tidak akan merasakan rasa bersalah. Mereka mungkin merasa cemas atau bingung, tetapi tanpa adanya rasa identitas personal, mereka tidak mengalami perasaan bersalah.

Sebagai contoh, seseorang dengan perasaan benar dan salah yang tidak berkembang dengan baik, hanya sedikit atau sama sekali tidak mempunyai perasaan mengenai diri yang integral dan struktur peran inti yang lemah atau tidak ada sama sekali. 

Orang seperti itu tidak mempunyai pedoman yang stabil untuk dilanggar, sehingga hanya sedikit atau sama sekali tidak merasa bersalah terhadap perilaku yang memalukan atau yang tidak bermoral.

Oleh karena itu, yang mendasar dalam pandangan Kelly tentang psikopatologi adalah upaya orang untuk menghindari kecemasan (pengalaman di mana sistem konstruk seseorang tidak dapat diterapkan kepada peristiwa) dan untuk menghindari ancaman (kesadaran akan perubahan komprehensif segera dalam sistem konstruk). Untuk berlindung dari kecemasan dan ancaman, seseorang menggunakan perangkat perlindungan.

Baca Juga: Teori Konstruk Kepribadian George Kelly

Tinjauan Teori Konstruk George Kelly

Sementara itu, Feist dan Feist (2006: 559) memberikan tinjauannya terhadap teori personal konstruk Kelly. 

Dalam tinjauannya tersebut meyatakan, salah satu kritik terbesar bagi Kelly dalam teori personal konstruknya adalah Kelly tidak begitu menjelaskan teorinya tentang pengaruh pengalaman masa kecil dan kematangan usia seperti halnya Freud dan Erikson. 

Kelly hanya melihat dari satu sudut pandang masa depan. Terlepas dari asumsi dasar Kelly yang sederhana dengan 11 corollaries pendukungnya, Feist dan Feist (2006: 559) menyatakan kalau teori personal konstruk tidak menggambarkan bagaimana mengatur pengetahuan tentang perilaku manusia. 

Kelly berpendapat bahwa perilaku seseorang konsisten dengan persepsi seseorang saat ini yang membantu mengatur pengetahuan; namun teori ini menghindari masalah motivasi, pengaruh perkembangan, dan kekuatan budaya sehingga membatasi kemampuan teorinya untuk memberikan makna khusus yang seharusnya dapat memberikan hal-hal terbaru tentang kompleksitas kepribadian.

Feist dan Feist (2006: 560) juga menilai, teori personal konstruk dari Kelly ini lemah jika dijadikan sebagai panduan untuk bertindak. Ide-ide Kelly pada psikoterapi agak inovatif dan menyarankan kepada praktisi beberapa teknik yang menarik. Memainkan peran orang yang fiktif, seseorang yang ingin tahu, pendekatan yang tidak biasa dan memang praktis untuk terapi. 

Kelly sangat bergantung pada akal sehat dalam praktek terapinya, dan apa yang bekerja untuk dia mungkin tidak bekerja untuk orang lain. Ketimpangan akan sangat diterima Kelly, karena ia memandang terapi sebagai percobaan ilmiah. 

Terapis seperti ilmuwan, menggunakan imajinasi untuk menguji berbagai hipotesis: yaitu, untuk mencoba teknik-teknik baru dan untuk mengeksplorasi cara-cara alternatif dalam memandang sesuatu. 

Namun demikian, teori Kelly menawarkan beberapa saran khusus untuk orang tua, terapis, peneliti, dan lain-lain yang mencoba untuk memahami perilaku manusia.

 

 

Daftar Pustaka:

Feist, Jess, Gregory J. Feist. 2017. Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika Penerbit.

http://www.academia.edu/12957908/Teori_Kepribadian_Personal_Konstruk_George_Kelly

Posting Komentar untuk "Penerapan Teori Konstruk George Kelly"