Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Teori Konstruk Kepribadian George Kelly

Initentangpsikologi.com - Teori konstruk kepribadian dari George Kelly tidak sama dengan teori kepribadian lainnya.

Teori Konstruk Kepribadian George Kelly
Ilustrasi (pexels.com)

George kelly ini penganut aliran Humanistik. Sebelumnya, teori-teori George Kelly disebut dengan teori kognitif, teori perilaku, teori eksistensial, dan teori fenomenologi.

Akan tetapi, teori konstruk bukanlah teori-teori seperti yang disebutkan di atas.  Mungkin sebutan yang tepat untuk menyebut teori konstruk adalah “metateori”, atau teori mengenai berbagai teori.

Jadi, menurut Kelly, semua orang mengantisipasi suatu peristiwa melalui makna atau interpretasi yang mereka letakkan pada peristiwa tersebut. Makna atau interpretasi inilah yang disebut konstruk.

Manusia hidup di dunia nyata, tetapi mereka dibentuk oleh interpretasi atau konstruksi mereka mengenai dunia yang terus meluas secara bertahap. Mereka memandang dunia dalam cara mereka sendiri dan setiap kontruksi bersifat terbuka untuk perubahan.

Manusia tidak selalu merupakan korban dari keadaan, karena kontruksi alternatif selalu tersedia. Kelly menyebut posisi filosofis ini sebagai alternativisme konstruktif. Alternativisme konstruktif memiliki implikasi dalam teori konstruk personal Kelly, suatu teori yang diekspresikan dalam satu asumsi dasar dan sebelas konsekuensi pendukung.

Asumsi dasarnya adalah bahwa manusia aktif dan aktivitas mereka diarahkan oleh cara mereka mengantisipasi kejadian.

Biografi George Kelly

George Alexander Kelly dilahirkan pada tanggal 28 April 1905 di sebuah pertanian dekat Perth, Kansas, suatu kota yang hampir tidak di ketahui orang, 35 mil di bagian selatan dari Wichita.  

George Kelly adalah satu-satunya anak dari pasangan Elfleda M. Kelly, seorang mantan guru, dan Theodore V. Kelly, yang sebelumnya adalah pendeta Presbiterian.

Pada saat Kelly dilahirkan, ayahnya berhenti menjadi pendeta dan beralih profesi sebagai seorang petani di Kansas. Kedua orang tuanya sangat berpendidikan, dan keduanya telah membantu pendidikan formal anaknya. Sebuah keadaan yang sangat beruntung bagi Kelly karena riwayat bersekolah Kelly cenderung tidak dapat diandalkan.

Kelly merupakan seseorang yang memiliki banyak minat yang berbeda-beda. Gelar sarjananya adalah pada bidang fisika dan matematika, namun ia juga merupakan anggota tim debat kampus yang menjadikannya sangat memperhatikan masalah sosial.

Minat tersebut mangantarkannya ke University of Kansas, dan menerima gelar Master untuk jurusan sosiologi pendidikan dengan minor di hubungan kerja dan sosiologi.

Kemudian di tahun-tahun berikutnya, Kelly beberapa kali pindah dan memegang berbagai posisi. Pertama ia pindah ke Minneapolis dan mengajar teknik soapbox oratory (pidato yang disampaikan pada suasana informal) pada kampus khusus bagi pengelola tenaga kerja.

Kedua ia pindah ke Sheldon, Lowa, dan mengajar pada suatu kampus junior dan menjadi pelatih drama. Kemudian ia kembali ke Wichita untuk bekerja selama beberapa bulan sebagai insinyur aerounatika.

Setalah itu ia pindah ke University of Edinburg di Skotlandia sebagai murid pertukaran pelajar dan menerima gelar profesor lanjutan dalam bidang pendidikan.

Teori Konstruk Kepribadian George Kelly

Teori Konstruk Kepribadian George Kelly
Ilustrasi (pexels.com)

Kelly menggambarkan manusia sebagai seorang peneliti. Tiap-tiap individu memiliki gagasan dan teori tersendiri mengenai dunia dan individu-individu tersebut menguji hipotesis yang mereka punya serta mempraktikkan hipotesis tersebut dalam dunia nyata.

Tidak masalah apakah interpretasi yang dibuat ini tepat atau malah tidak tepat. Yang terpenting adalah imajinasi individu tentang realitas yang memberikan makna bagi setiap kejadian yang terjadi dalam hidup masing-masing individu. Dengan kata lain, perilaku manusia diarahkan oleh cara mereka melihat masa depan.

Pandangan Kelly bertujuan untuk menjelaskan keyakinan individu dan pandangan dunia mereka dengan personal construct theory (PCT). Di mana kepribadian individu dapat dipahami dalam kerangka kumpulan konstruk personal yang digunakan untuk menginterpretasi dunia.

Dalam pandangan ini, Kelly memfokuskan pada keunikan dan keberagaman interpretasi manusia pada tiap stimulus yang mereka dapat.

Struktur utama dalam teori kepribadian Kelly adalah konstruk personal. Konstruk personal merupakan cara seseorang menginterpretasikan dan menjelaskan dunia.

A construct is a way in which some things are construed as being alike and yet different form other” (Kelly, 1991: 155).

Melalui konstruk personal individu akan merasakan, menginterpretasikan dan memaknai peristiwa tersebut dan mengkategorikannya. Sistem konstruk personal merupakan konsep yang digunakan individu dalam menafsirkan, mengkategorisasikan dan mempetakan tingkah laku individu.

Konstruk personal memiliki beberapa ciri khas. Di antaranya contoh dichotomus seperti: baik-buruk, panjang-pendek, kuat-lemah, suka-tidak suka, dan sebagainya.

Sistem konstruk personal juga memiliki rentang kenyamanan (semua peristiwa di mana pengguna merasa aplikasi konstruk tersebut berguna), dan fokus kenyamanan (semua peristiwa di mana aplikasi dari konstruk tersebut termanfaatkan secara penuh).

Konstruk personal bisa bersifat verbal dengan cara membuat penilaian mengenai seseorang atau suatu peristiwa. Juga bisa diungkapkan secara nonverbal yang ditunjukkan melalui tingkah laku dari orang tersebut.

Feist & Feist (2006) menyatakan bahwa teori konstruk personal ini memiliki satu asumsi dasar yang disebutnya sebagai fundamental postulate dan sebelas konsekuensi pendukung.

Asumsi dasar dari teori ini menyatakan bahwa “proses dari seseorang diarahkan melalui jalur-jalur psikologis oleh cara-cara ketika (orang tersebut) mengantisipasi peristiwa-peristiwa”. Asumsi ini tidaklah bersifat mutlak, namun justru bersifat terbuka untuk dipertanyakan atau dikaji ulang.

Kelly menjelaskan istilah "proses dari seseorang" merujuk pada manusia yang selalu berubah, hidup, dan bergerak. Kemudian istilah "diarahkan melalui  jalur-jalur" menunjukkan bahwa manusia mengarahkan proses mereka pada suatu jalur, suatu tujuan, atau akhir. Lalu istilah "cara-cara mengantisipasi peristiwa" menjelaskan bahwa manusia mengarahkan tindakan mereka sesuai dengan prediksi atas masa depan. 

11 Corolarries Teori Konstruk George Kelly

Untuk menguraikan teori konstruk personalnya secara lebih spesifik, Kelly menguraikannya ke dalam bentuk 11corollaries atau konsekuensi. Yang kemudian dijadikan sebagai konsep dasar dan spesifik dalam menjelaskan isu-isu utama mengenai sistem konstruk.

Kata corollary dalam teori personal konstruk mengacu pada ide yang terbentuk dari sesuatu yang sudah terbukti, di mana konsekuensi secara alami akan mengikuti. Ke-11 corollaries tersebut adalah sebagai berikut:

1. Construction Corollary

Didefinisikan sebagai “antisipasi terhadap kejadian-kejadian dengan memahami replikasinya (perulangannya)”. Definisi ini menekankan pengertian bahwa manusia memahami atau menginterprestasikan kejadian masa depan sesuai tema atau replikasi yang terus berulang.

2. Individuality Corollary

Manusia berbeda satu sama lain dalam mengkonstruksi kejadian-kejadian yang mereka alami. Kelly menyebut perbedaan ini sebagai individuality corollary. Karena manusia memiliki gudang pengalaman yang berbeda-beda, bahkan mereka pun dapat memahami peristiwa yang sama secara berbeda.

3. Organization Corollary

Organization corollary menekankan hubungan antara konstruk dan kondisi di mana manusia bergerak sesuai karakternya demi kenyamanan mereka dengan mengantisipasi kejadian-kejadian. Corollary ini dapat dikatakan sebagai sebuah sistem konstruksi yang mencakup hubungan hierarkis di antara konstruk-konstruk.

4. Dichotomy Corollary

Kelly menyatakan dichotomy corollary sebagai sistem konstruk yang tersusun dari sejumlah konstruk dikotomi. Kelly menyatakan bahwa sebuah konstruk terdiri atas proposisi ini-itu, hitam-putih. 

Untuk bisa membentuk sebuah konstruk, manusia harus sanggup melihat kemiripan di antara kejadian-kejadian. Kemudian juga harus sanggup mempertentangkan kejadian-kejadian itu dengan kutub yang sebaliknya. Misal dalam konteks keberhasilan, artinya seseorang harus siap apabila berhadapan dengan lawannya (kegegalan).

5. Choice Corollary

Jika manusia memahami kejadian dalam bentuk dikotomi, mereka akan memiliki sejumlah pilihan untuk mengikuti alternatif dan tindakan yang bisa dipertimbangkan. Hal ini oleh Kelly diberi sebutan sebagai choice corollary.

6. Range Corollary

Konsep Kelly tentang range corollary menyatakan bahwa konstruk pribadi bersifat terbatas dan tidak relevan untuk segala sesuatu. Dengan kata lain, sebuah konstruk terbatas hanya kepada jangkauan kesesuaian tertentu.

Konsekuensi jangkauan mendorong Kelly untuk membedakan antara konsep dan konstruk. Konsep mencakup semua elemen yang memiliki sifat umum, menghilangkan semua elemen yang tidak memiliki sifat tersebut.

7. Experience Corollary

Dasar dari teori konstruk pribadi adalah antisipasi terhadap kejadian-kejadian. Menurut Kelly, seseorang akan memandang masa depan dan membuat tekanan-tekanan tentang apa yang akan terjadi.

Kemudian, saat kejadian semakin terpahami, seseorang akan dapat membenarkan konstruk yang sudah ada atau menstruktur ulang kejadian-kejadian tersebut agar cocok dengan pengalamannya.

Kelly mendefinisikan experience corollary sebagai sistem konstruk pribadi beragam sesuai cara individu memahami secara berturut-turut replikasi kejadian-kejadian. Kelly menggunakan kata “berturut-turut” untuk menunjukkan bahwa individu memberi perhatian hanya kepada satu hal di satu waktu.

8. Modulation Corollary

Modulation corollary didefinisikan Kelly sebagai variasi dalam sistem konstruk pribadi yang ditentukan oleh kemampuan peresapannya. Konsekuensi ini mengikuti sekaligus mengembangkan konsekuensi pengalaman. 

Kelly mengasumsikan tataran di mana manusia merevisi konstruk-konstruk mereka terkait derajat peresapan (permeability) dari konstruk yang sudah ada.

9. Fragmentation Corollary

Meskipun Kelly mengasumsikan stabilitas atau konsistensi menyeluruh terhadap sistem konstruk pribadi, namun konsepnya tentang fragmentation corollary justru menggambarkan adanya ketidaksesuaian elemen-elemen tertentu.

10. Commonality Corollary

Meskipun konsekuensi pendukung yang kedua (individuality corollary) dari Kelly mengasumsikan perbedaan manusia satu sama lain, namun konsepnya tentang commonality corollary justru mengasumsikan kemiripan di antara mereka.

Secara ringkas, Kelly mendefinisikannya apabila manusia menggunakan sebuah konstruksi terhadap pengalaman yang mirip dengan yang digunakan orang lain, maka proses-proses psikologis keduanya bisa dipastikan mirip juga.

11. Sociality Corollary

Konsekuensi pendukung terakhir. Sociality corollary yang bisa diringkas sebagai ketika manusia dapat memahami secara akurat sistem keyakinan orang lain, bisa jadi mereka juga berperan utama dalam proses-proses sosial yang melibatkan orang-orang tersebut.

Karena menurut Kelly, manusia melekat kepada kelompok budaya yang sama bukan hanya karena perilaku mereka sama, atau karena mereka mengharapkan hal-hal yang sama, tetapi khususnya karena mereka memahami pengalaman dengan cara yang sama. (Feist & Feist, 2006; Clonninger, 2004; Kelly, 1991; dan Hall and Lindzey; 1985).

 

 

Daftar Pustaka:

Feist, Jess, Gregory J. Feist. 2017. Teori Kepribadian. Jakarta. Salemba Humanika Penerbit.

http://www.academia.edu/12957908/Teori_Kepribadian_Personal_Konstruk_George_Kelly

Posting Komentar untuk "Teori Konstruk Kepribadian George Kelly"