Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Komposisi Pikiran dan Perasaan Dalam Diri

Initentangpsikologi.com - Komposisi pikiran dan perasaan ialah yang menjadi kesadaran seseorang mengenai eksistensi individualitasnya, pengamatannya tentang apa yang merupakan miliknya, pengertiannya mengenai siapakah dirinya, dan perasaannya tentang sifat-sifatnya, kualitasnya, dan segala miliknya.

Komposisi Pikiran dan Perasaan Dalam Diri
Ilustrasi (pexels.com/@pnw-prod)

Pada dasarnya, pikiran dan perasaan adalah sesuatu yang berbeda, tetapi dapat berarti sesuatu yang sama. Kedua hal tersebut layaknya dua sisi mata koin. Kita akan bereaksi jika ada stimulus dengan menggunakan perasaan dan pemikiran.

Namun ada kalanya perasaan memiliki kekuatan yang bernilai jika diuji dengan logika. Untuk mendapatkan kemurnian akan suatu perasaan, kadang kita perlu mengadakan pengujian yang kita gambarkan sebagai logika atau hal yang terjadi.

Pikiran merupakan perlengkapan paling sempurna yang disematkan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia. Dengan akal dan pikiran, manusia dapat mengubah dan mengembangkan taraf kehidupannya dari tradisional berkembang hingga taraf modern. 

Sifat tidak puas yang secara alamiah ada dalam diri manusia mendorong manusia untuk selalu ingin mengubah keadaan. Ketidakpuasan tersebut menimbulkan perubahan-perubahan sehingga tercipta peradaban dunia yang maju. Lalu kemajuan yang dihasilkan oleh akal dan pikiran manusia bisa membawa dampak positif dan atau negatif. 

Untuk meminimalisir atau mengatasi masalah-masalah yang timbul dari dampak negatif, manusia tetap memerlukan akal untuk berpikir secara benar. Berpikir secara logis ialah berpikir tepat dan benar yang memerlukan kerja otak dan akal sesuai dengan ilmu-ilmu logika. 

Setiap apa yang akan diperbuat hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang ada pada diri masing-masing, jika hal tersebut sesuai dengan kenyataan dan apabila dikerjakan mendapat keuntungan, maka segera dilaksanakan. 

Berpikir secara logis juga berarti bahwa selain memikirkan diri sendiri juga harus memperhatikan lingkungan, serta berpikir tentang akibat yang tidak terbawa emosi, hal ini sangat penting adanya di dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pengamatan dalam Agama Islam

Komposisi Pikiran dan Perasaan Dalam Diri
Ilustrasi (pexels.com/@vanessa-garcia)

Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama di antaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi.

Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif.

Mekanisme dasar dari sel otak manusia merefleksikan proses pencocokan pola atau pengenalan pola. Saat seseorang melakukan refleksi, situasi baru dan pengalaman baru dinilai berdasarkan apa yang diingat. 

Untuk membuat penilaian ini, pikiran mempertahankan pengalaman saat ini dan mengurutkan pengalaman masa lalu yang relevan. Hal tersebut dilakukan dengan mempertahankan agar pengalaman kini dan masa lalu sebagai pengalaman yang terpisah. 

Pikiran dapat mencampur, mencocokkan, menggabungkan, menukar, dan mengurutkan konsep-konsep, persepsi, dan pengalaman. Proses ini disebut penalaran. Logika adalah ilmu tentang penalaran. Kesadaran akan proses penalaran ini adalah jalan masuk kedalam kesadaran. 

Baca Juga: Proses Terbentuknya Persepsi

Perasaan atau dalam istilah lain disebut “renjana” adalah gejala psikis yang memiliki sifat khas subjektif yang berhubungan dengan persepsi dan dialami sebagai rasa senang-tidak senang, sedih-gembira dalam berbagai derajat dan tingkatannya.

Menurut Maramis (1999), perasaan adalah nada perasaan menyenangkan atau tidak, yang menyertai suatu pikiran dan biasanya berlangsung lama serta kurang disertai oleh komponen fisiologik.

Perasaan adalah sesuatu tentang keadaan jiwa manusia yang dihayati secara senang atau tidak senang. Menurut Kartono K. (1996), perasaan atau renjana adalah reaksi rasa dari segenap organisme psiko-fisik.

Menurut Abu Ahmadi (1983), perasaan adalah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif.

Unity of Sciences

Allah berfirman yang artinya:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Q.S Ar-Rum: 30).

Dalam kalimat “maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam) (sesuai) fitrah Allah”, terdapat perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengikuti agama yang lurus yaitu agama Islam, dan mengikuti fitrah Allah. 

Ada yang berpendapat bahwa kalimat itu berarti bahwa Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mengikuti agama Allah yang telah dijadikan-Nya bagi manusia. Di sini “fitrah” diartikan “agama” karena manusia dijadikan untuk melaksanakan agama itu.

Penulis menyimpulkan bahwa pikiran, pemikiran, dan perasaan sesungguhnya berjalan beriringan dan jika mereka hanya suatu bagian yang terdapat dalam jiwa kita. Perbedaan dari keduanya hanya masalah waktu, jika perasaan lebih menitikberatkan pada hal yang akan terjadi, maka pemikiran lebih berorientasi pada hal yang sedang terjadi.

 

Penulis: Adillah Nurfauziyah P (1707016018)

Posting Komentar untuk "Komposisi Pikiran dan Perasaan Dalam Diri"